
Dengan telaten Kia membersihkan badan bayi itu dan memakaikannya popok dan baju, Kia pun selesai memakaikan baju kepada si bayi tapi si bayi kembali menangis membuat Kia bingung “kenapa nangis sayang” kata Kia sambil menggendong bayi itu. Cukup lama Kia berpikir dan akhirnya Kia tau penyebab bayi itu nangis “maaf sayang kakak lupa untuk membuatkan mu susu, kalau gitu kita bikin susu dulu yuk” kata Kia sambil mencari dot yang tadi beli serta dos yang berisi susu untuk bayi itu.
__ADS_1
Setelah mendapatkannya Kia pun berjalan keluar kamar dengan kesusahan karena kedua tangan full dengan bahan makanan bayi dan si bayi. Sedangkan Faro yang merasa haus memutuskan untuk mengambil minum di dapur, Faro pun membuka pintu bertepatan dengan Kia yang berjalan keluar dari kamarnya dengan keseimbangan yang tidak stabil dan dengan sigap Faro berlari dan menahan Kia yang hampir jatuh. “kok gak sakit yah padahal aku jatuh” kata Kia sambil perlahan membuka kedua matanya.
__ADS_1
Ternyata Faro menahannya “mau sampaikan kamu liatin saya” kata Faro mengejutkan Kia “eh, maaf” kata Kia “ngapain kamu bawa banyak barang kayak gini sambil gendong bayi lagi, kalau kamu jatuh tadi bagaimana jadinya bayi ini” kata Faro sambil mengambil bayi itu dari gendongan Kia “iya maaf aku gak sengaja, aku mau membuatkannya susu karena tadi dia nangis minta makan” kata Kia sambil tunduk, Kia tak berani memandang wajah Faro yang sedang serius seperti saat ini “seram juga kalau dia seserius seperti ini” kata Kia dalam hati.
__ADS_1
Tak lama Kia pun datang dengan membawa secangkir kopi dan dot berisi susu hangat untuk bayi imut itu “ini kopinya” kata Kia “tolong bawa kopinya ke ruang tengah” kata Faro sambil mengambil dot berisi susu di tangan Kia dan berjalan menuju ruang tengah “seenaknya ajak main nyuruh-nyuruh untung aku orang baik” kata Kia sambil mengambil kembali kopi yang dia letakkan di atas meja makan dan membawanya ke ruang tengah. Faro menyalahkan tv “besok kamu ada kegiatan?” tanya Faro, Kia berfikir sejenak “kayak tidak ada, besok aku libur dan mungkin seharian di rumah” kata Kia “bagaimana kalau besok kita jalan-jalan bersama bayi ini” kata Faro “ide yang bagus. Kamu gak berfikir untuk memberi nama pada bayi ini” tanya Kia.
__ADS_1
“menurutmu nama yang cocok untuk bayi ini apa” kata Faro “aku juga gak tau” kata Kia “bagaimana kalau Raska” kata Faro “itu nama yang bagus aku suka” kata Kia “kalau begitu mulai dari sekarang kita akan memanggil bayi ini dengan nama Raska” kata Faro. Mereka pun menghabiskan waktu pada malam itu dengan berbincang dan menonton tv.
__ADS_1