Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Pendapat dari Harun dan Riko


__ADS_3

Rio yang heran akan dengan keinginan istrinya segera mengambil handphonenya dan menelpon Harun dan Riko “Halo Har, Rik, gue mau cerita nih” kata Rio “cerita apa Rio” tanya Riko sedangkan Harun menjadi pendengar “gue mau cerita tentang keinginan istri gue yang aneh” kata Rio “emang apa keinginan istri loh” kata Harun “masa iya dia mau serumah dengan kalian serta kalian juga” kata Rio “kok sama dengan keinginan istri gue” kata Harun “istri gue juga keinginannya gitu” kata Riko “kok bisa samaan gitu yah? Tanya Rio. “bagaimana, pendapat kalian dengan keinginan para istri? Tanya Riko “ kalau aku ikut keinginan istri aja” kata Harun “ kalau loh Rio” tanya Riko “mau bagaimana lagi aku juga ikut keinginan Adel aja” kata Rio “bagaimana dengan mu Rik” tanya Rio “sama dengan pendapat kalian” kata Riko.


“kalau begitu kapan kalian akan pindah ke rumah ku” kata Rio “tergantung dengan para istri aja, kapan mereka mau” kata Harun “benar kata Harun” kata Riko “okelah kalau begitu kabari aku saja kalau kalian mau kesini supaya aku belanja kebutuhan yang kita butuhkan” kata Rio “baiklah” kata Harun “oke” kata Riko “kalau begitu aku tutup dulu telponnya” kata Rio sambil menutup telpon “Yang, siapa yang kau telpon itu” kata Adel “aku menelpon Harun dan Riko tentang keinginan mu” Kata Rio “terus apa kata mereka” tanya Adel “dan ternyata istri mereka juga menginginkan untuk kita semua tinggal bersama” kata Rio “baguslah kalau begitu” kata Adel “sekarang kita tidur yah Yang ini udah malam” kata Rio di jawab anggukan oleh Adel.

__ADS_1



Kita beralih ke Faro dan Kia, kini mereka sedang memilih baju untuk bayi mungil itu cukup banyak baju yang Faro ambil membuat Kia protes tapi apalah daya Kia “orang kaya mah bebas” kata Kia dalam hati. Kini mereka mencari perlengkapan untuk bayi itu setelah selesai mencari perlengkapan bayi mereka pun beralih ke makanan bayi cukup lama mereka memilih makannan untuk bayi itu dan pulang ke mansion. Tak ada pembicaraan antara Kia dan Faro atas mobil, tak lama mereka pun sampai di mansion Faro “semua perlengkapan bayinya taruh di kamar aku aja” kata Kia dan di setujui oleh Faro. Bibi dan satu supir membantu Faro untuk memasukkan semua barang yang di beli olehnya ke dalam kamar Kia.

__ADS_1



__ADS_1


Di dalam kamar Kia “senangnya jadi kamu dik, masih kecil aja udah punya banyak barang” kata Kia sambil menoel pipi bayi itu, tetapi bayi itu menangis membuat Kia panik “kok, nangis dik, apa kamu ngompol” kata Kia sambil memeriksa bendong si bayi dan benar saja kain itu basah “ternyata kamu ngompol, ya sudah gak usah nangis lagi yah biar kakak ganti bedongnya dengan baju baru kita beli tadi” kata Kia sambil berjalan ke arah barang bayi itu mengambil baju, celana dan popok untuk bayi itu.


__ADS_2