
Hari ini adalah hari paling di tunggu-tunggu oleh dua insan yang anak mengakhiri masa kesendirian mereka dengan status sang tunangan menjadi sepasang suami istri. Ijab Kabul pun dilaksanakan dengan hikmat. Mereka pun telah sah menjadi suami istri, dan saat ini adalah resepsi pernikahan mereka yang di hadiri oleh banyak teman kerja Riko dan Cika. “Arumi dan Adel mana sih, apakah mereka tidak dating” kata Cika dengan wajah di cemberut “kamu kenapa yang” Tanya Riko “ini loh, aku udah undang sahabatku tapi sampai sekarang kenapa mereka belum muncul-muncul juga” kata Cika “pasti mereka datang, udah jangan cemberut lagi nanti cantiknya ilang” kata Riko menggoda Cika.
Tak berapa lama datanglah Arumi dengan sosok pria yang berdiri di sampingnya, “Har, kita ke pelaminan dulu untuk salam” kata Arumi “sekarang pun aku siap kalau kita ke pelaminan agar bias halalin kamu” kata Harun “jangan ngaco kamu” kata Arumi dengan wajah yang memerah. Mereka pun berjalan menuju ke tempat Cika berada bersama sang suami. “selamat yah, Cika semoga jadi keluarga yang samawa” kata Arumi sambil memeluk sahabatnya. “makasih, ucapannya. Kamu sama siapa Rum” kata Cika “oh, ini …” kata Arumi terputus “saya Harun, kekasih dari Arumi” kata Harun, Cika yang mendengar perkataan Harun di buat kaget sejak kapan temannya ini dekat dengan seorang lelaki. Sedangkan Arumi yang mendengar kata Harun, melototi Harun sedangkan Harun hanya menanggapinya dengan senyuman yang di buat semanis mungkin.
“sejak kapan kamu dekat dengan dia Rum” kata Cika “nanti aku ceritain, ngomong-ngomong Adel mana” kata Arumi “aku juga gak tau Rum, dari tadi dia belum nongol-nongol” kata Cika “kalau gitu aku ke meja sana yah Cik, dan selamat atas pernikahannya” kata Arumi di jawab anggukan oleh Cika. Arumi dan Harun pun berjalan beriringan menuju meja yang di tunjuk oleh Arumi tadi.
__ADS_1
Di dalam lift, seorang wanita cantik yang memakai gaunnya berwarna Pink dengan warna hijab yang senada membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun. Tak lupa juga dengan seorang bayi yang berada di gendongannya yang sangat imut. Wanita itu adalah Adelia dan anaknya, tak lama pintu lift pun terbuka menampilkan Adel dan anaknya. Adel pun keluar dari lift dan berjalan menuju ke pelaminan.
Sedangkan di sisi lain, meja yang dekat dengan pelaminan terdapat Rio yang terus saja memandang Adel dan bayi yang ada di gendongan Adel. Apakah itu anakku, habis dari acara ini aku harus bicara dengannya. Aku tak ingin anakku tak mengenal sosok ayahnya, dan aku tidak mau di anggap sebagai orang yang tak bertanggung jawab. Sudah cukup aku tidak ada di samping saat di berjuang mati-matian untuk melahirkan anakku. Tapi kali ini aku akan selalu berada di samping kalian mau itu dalam keadaan susah sekalipun, aku tidak akan meninggalkan kalian kata Rio dalam hati.
Adel pun telah berada di hadapan sepasang pengantin baru, “selamat yah Cika, atas pernikahannya aku doakan semoga kalian menjadi keluarga yang sakina mawada warahma” kata Adel sambil berjabat tangan kepada Cika dan Riko “amin” kata Cika dan Riko “ih, lucu banget, ini anak siapa Del imut banget” kata Cika, Adel pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan “ini anak aku Cik” kata Adel. Cika yang mendengar perkataan temannya itu dibuat melongo “serius loh, perasaan aku gak pernah liat kamu dekat sama cowok selama ini, apa jangan-jangan kamu menikah diam-diam. Jahat kamu Del, nikah gak bilang-bilang sama aku dan Arumi” kata Cika “ini tidak seperti yang kau kata Cik, nanti aku akan ceritain semuanya ke kamu dan Arumi tanpa ada yang di tutup-tutupi” kata Adel “oke, aku tunggu” kata Cika.
__ADS_1
“Adel, ini anak siapa imut banget, dia laki-laki atau perempuan” kata Arumi “ini anak aku, dia laki-laki” kata Adel “hah, anak kamu Del, kapan kamu nikah” kata Arumi “nanti aku ceritain, kamu gak nawarin aku duduk nih pegel loh berdiri terus” kata Adel “eh iya lupa, sini duduk dekat aku” kata Arumi. Mata Adel melirik ke samping kiri Arumi yang menampakkan seorang laki-laki tampan yang terus memeprehatikan percakapan mereka sedari tadi. “Rum, cowok itu siapa, kok dari tadi dia terus saja memperhatikan kita” kata Adel “perkenalkan Del, dia kekasihku namanya Harun” kata Arumi memperkenalkan Harun kepada Adel, Harun pen mengulurkan tangan dan disambut oleh Adel, mereka pun berjabat tangan “saya Adel sahabat dari Arumi” kata Adel di jawab anggukan oleh Harun.
...****************...
Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊
__ADS_1
Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊