Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Jalan satu satunya


__ADS_3

Faro pun mengambil bayi itu dalam gendongan Kia “kamu haus” tanya Faro di jawab anggukan oleh Kia. “kamu mau minum apa” tanya Faro “air putih aja” kata Kia “bi, tolong ambilkan air minum putih dua yah” kata Faro “baik den” kata bibi, tak lama air munim pun datang Kia pun meminum air putih itu sampai tandas “kamu kayak abis lari marathon aja” kata Faro “aku udah tahan haus dari sekolah tadi” kata Kia “emang jarak rumah ke sekolah mu jauh” tanya Faro “iya jauh” kata Kia “kenapa kamu gak naik kendaraan umum” tanya Faro “untuk menghemat uang” kata Kia. Cukup lama Kia berada di rumah Faro waktu telha memasuki pukul lima sore “maaf aku harus pulang sekarang sudah sore dan mungkin aku akan sampai di rumah malam” kata Kia.

__ADS_1


“kamu naik apa pulangnya” tanya Faro “yah, jalankaki lah masa terbang kan gak mungkin” kata Kia “siapa juga yang bilang kamu terbang, aku kan Cuma nanya. Kalau gitu kamu gendong bayi ini dulu tunggu aku ganti baju habis itu aku antar kamu pulang” kata Faro sambil menyerahan bayi itu ke Kia. Tak butuh waktu lama Faro pun selesai ganti baju dengan setelan casual sambil menuruni anak tangga “ya allah sungguh sempurnanya ciptaan mu” kata Kia dalam hati “awas ilernya netes” kata Faro dengan spontan Kia melap mulutnya “kok gak basah” kata Kiapada dirinya sedangkan Faro tertawa melihat tingkah laku Kia “kau mengerjaiku” kata Kia di hiraukan oleh Faro “kamu mau ngomong terus atau pulang” tanya Faro “pulang lah tapi bayi ini!” kata Kia “berikan bayi itu ke bibi saja, bi… ambil bayi itu” kata Faro.

__ADS_1


__ADS_1


__ADS_1


“enak banget kamu ngomong gitu, sia-sia dong aku bayar kontrakan kemarin. Terus kita juga baru kenal masa main tinggal di rumah orang yang baru dikenal” kata Kia “jadi kamu mau kalau bayi itu sakit gara-gara kamu gak ada di sisinya” kata Faro “gak gitu juga sih, akh… pusing aku, ya Allah langkah apa yang harus Kia ambil” kata Kia sambil menduduki sofa “kalau di lihat-lihat bocil ini canti dan manis juga, soleha lagi. Astaga ingat Faro loh gak bisa sama dia, apalagi dia masih sekolah sedangkan usia loh kepala tiga sadar diri dong” kata Faro dalam hati menyadarkan dirinya dari hayalannya. “apakah tidak ada cara yang lain lagi selain itu Far” tanya Kia “Cuma ada cara itu sajatak ada yang lain” kata Faro.

__ADS_1


__ADS_2