
“Beraninya kau menjadikan anakku sebagai jaminan” kata Rio dengan emosi yang memuncak sedangkan si pemimpin kelompok itu hanya memandangnya dengan remeh “hanya manusia lemah saja berani membentak tapi tidak berani bertindak” kata pemimpin kelompok itu “hei kamu, ambil bayi itu” kata pemimpin kelompok itu memerintah anak buahnya. Reno pun berhasil di rebut dari gendongan Adel, dan tangisan Reno pun pecah.
Reni pun di bawa menuju ke pemimpin kelompok itu “taruh bayi itu di atas meja” kata pemimpin kelompok itu “kalian mau apakan anak saya” kata Adel tapi ucapan Adel bagaikan angin berlalu bagi pemimpin kelompok itu. Reno telah berada di atas meja dengan tangisan semakin menjadi-jadi. Ya Allah, apa yang mau mereka lakukan pada anakku, lindungilah anakku ya Allah. Apa bila aku mencelakai orang yang ada disini, maafkan aku, karena aku hanya ingin menyelamatkan Reno kata Adel dalam hati.
“kalian semua serahkan barang berharga kalian, kalau tidak bayi ini akan kehilangan satu jarinya oh tidak salah satu lengannya” kata pemimpin kelompok itu “berani kau menyentuh sedikit pun tubuh anakku, kalian semua akan merasakan bagaimana rasa mati” kata Rio dengan mata yang memerah “tak usah banyak bac*t kau, cepat serahkan barang berharga mu” kata pemimpin kelompok itu, Rio pun melepas jam tangannya yang berharga ratusan juta dan kalung emas yang berharga ratusan juta dan melemparnya ke hadapan pemimpin kelompok itu.
__ADS_1
“itu sudah aku berikan kembalikan anakku” kata Rio “oh tidak bisa, aku menginginkan semua barang berharga yang ada di tubuh teman mu juga” kata pemimpin kelompok itu “kau telah membuat batas kesabaran ku habis, dan ini adalah hari terakhir mu melihat dunia ini” kata Rio sambil berdiri menyerang anggota bertopeng yang menjaga mereka, Adel, Cika Arumi, Harun dan Riko pun tak tinggal diam mereka menghajar semua anak buah pria bertopeng itu.
Pertarungan sengit pun terjadi atara kelompok Rio dan kelompok bertopeng, tak lama jumlah anggota bertopeng pun berkurang menyisakan pemimpin pasukan dan lima anak buahnya “aku sudah memberikan mu kesempatan dengan mengambil jam dan kalung yang kau tak tau harganya ratusan juta. Tapi kau malah menantang maut mu sendiri, maka dari itu terimalah kematian mu ini” kata Rio berlari menyerang pemimpin pasukan itu.
Rio segera lari tapi langkahnya terhenti melihat pemimpin kelompok itu babak belur akibat perbuatan Rio “ini belum seberapa, kalau terjadi apa-apa terhadap anakku maka siapa-siapa kau akan menjadi santapan buaya-buaya kesayangan ku, CAMKAN ITU” kata Rio dengan penekanan di akhir kata. Rio pun berlari membawa Reno yang terus saja menangis, sementara yang lain ikut berlari mengikuti Rio.
__ADS_1
...****************...
Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊
Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊
__ADS_1