Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
Tinggal Bersama


__ADS_3

Dalam perjalan menuju ke mansion Faro tidak ada perbincangan antara Kia dan Faro, tak lama Kia pun mengeluarkan suara “Far, bagaimana dengan sekolah ku nanti akan semakin jauh” tanya Kia “kamu tenang saja, nanti aku akan suruh pak Tejo untuk mengantarmu ke sekolah” kata Faro. Keheningan pun melanda mereka dan kembali tak bersuara hingga mobil pun telah sampai di perkiran mansion Faro, Kia keluar dari mobil sambil menggendong bayi itu sedangkan Faro keluar dari mobil membawa koper Kia memasuki mansion nya. “kamu pasti lelah, sekarang kamu istirahat bersama bayi ini nanti bibi akan menunjukkan kamar mu” kata Faro “sini non bibi akan antar ke kamar nona” kata bibi “baik bi” kata Kia sambil mengikuti langkah sang bibi ke kamar barunya.

__ADS_1


“aku tak menyangkah bisa tinggal di dalam rumah yang sebesar nih, apakah aku mimpi tapi kalau ini mimpi kenapa terasa sangat nyata, sekarang aku istirahat saja badan terasa sakit semua dan sangat lelah” kata Kia. “non, ini kamar nona” kata bibi “baik bi, terima kasih sudah mengantar Kia” kata Kia “kalau nona butuh sesuatu panggil bibi saja” kata bibi “baiklah bi, kalau Kia masuk dulu yah bi” kata Kia “koper nona bibi taruh dimana” tanya bibi “taruh saja di depan pintu nanti Kia memasukkannya ke dalam kamar bi” kata Kia “baiklah bibi kembali dulu non” kata bibi “iya bi” kata kia. Kia pun memasuki kamarnya dan Kia pun terpesona melihat kamar yang begitu luas dengan nuansa klasik sesuai dengan keinginannya selama ini.

__ADS_1


Tak lama bayi itu pun memasuki alam mimpi di susul dengan Kia, waktu pun menunjukkan waktu magrib tiba Kia pun terbangun dan bergegas menunaikan kewajibannya. Sehabis itu Kia pun menghampiri bayi apakah dia masih tidur atau sidah bangun dan ternyata bayi itu sudah bangun “si Adik pintar yah, bangun tidur gak nangis. Yuk kita bersih-bersih pakai air hangat habis itu kita makan” kata Kia sambil menggendong bayi itu ke kamar mandi. Dengan telaten Kia memandikan bayi itu dengan sangat hati-hati “sekarang adik sudah wangi gak bau acem lagi” Kia pun berjalan menuju tempat tidur dan menaruh bayi itu di tempat tidur “astaga, aku lupa baju adik kan gak ada kalau gitu di bedong dulu yah dik” kata Kia sambil membalut tubuh bayi itu dengan selimut kecil.

__ADS_1


__ADS_2