
Rekaman video pun terputar menampilkan sepasang suami istri yang sedang di bunuh dengan cara yang sangat sadis, orang itu tak lain adalah Heri San. Semua orang yang melihat itu, pandangannya beralih kearah Heri yang telah di ikat. Semua mata memandang dengan sinis kearah Heri “ternyata selama ini kita semua salah pilih pemimpin di organisasi ini” kata anak buah Heri, sedangkan Heri hanya diam membisu.
“kenapa aku lupa memeriksa seluruh sudut rumah Zay waktu itu, semua ini tidak akan terjadi” kata Heri dalam hati. Rekaman video pun di hentikan oleh Adel “kak, lepaskan semua orang yang ada di dalam rekaman video itu” kata Adel membuat semua orang keheranan “lepaskan saja kak, dan Adel minta tolong gendong Reno dulu” kata Adel sambil menyerahkan Reno ke Faro yang sedang tidur nyenyak.
__ADS_1
Mau tidak mau Faro pun melepaskan semua orang yang ada di dalam video rekaman itu, ada sekitar lima belas orang yang telah di lepaskan oleh anak buah Adel. Heri yang mendengar perkataan Adel tersenyum senang “ternyata anak Zay bodoh juga dengan gampangnya dia meloloskan orang yang membunuh kedua orang tua nya” kata Heri dalam hati. Adel yang melihat katana berwarna hitam pekat yang terpajang di dinding, dengan gerakan cepat Adel telah membawa katana itu ke arah anak buah Heri yang telah terlepas dari ikatan.
Tanpa mengeluarkan suara Adel menebas kep*l* salah satu anak buah Heri, membuat semua orang terperangah dengan apa yang di lakukan oleh Adel “ini adalah balasan yang setimpal dengan apa yang telah kau lakukan kepada orang tua ku” kata Adel dengan mata yang memerah dan air mata yang membasahi pipinya. Dengan gerakan cepat Adel menebas kepala anak buah Heri yang ikut serta dalam pembunuhan kedua orang tuanya. Gerakan Adel tidak bisa terbaca oleh semua orang sehingga tidak ada yang bisa menghindari serangan Adel yang mendadak dan cepat.
__ADS_1
Sedangkan Heri masih syok melihat anak buahnya tergelatak dengan berlumuran darah dan tidak bernafas lagi. Adel berjalan dengan perlahan ke arah Heri dan menyayat lengan sebelah kanan kemudian lengan sebelah kiri. “ternyata anak tuan Zay sadis juga, aku kira dia tidak tau menggunakan katana ternyata dia sangat mahir memainkan senjata itu” kata anak buah Adel. Sedangkan sahabat Adel ngeri melihat amarah Adel yang sangat menyeramkan dan sadis, mereka dengan susah payah menelan saliva nya.
“kakak tidak menyangka dibalik sikat mu yang lembut, ramah dan penuh keceriaan menyimpan kekejaman dan kesadisan yang sangat mengerikan” kata Faro. Tubuh Heri telah di penuhi oleh luka sayatan dari Adel “Rio bawa dia aku tau kau ingin membalas dendam kepada nya untuk kedua orang tuamu” kata Adel yang terdengar memelan dann tak lama Adel pun jatuh tak sadarkan diri.
__ADS_1