
Acara makan siang pun selesai dan mereka berempat pun kembali ke ruah masing-masing. “kamu istirahat saja, biar aku yang menjaga Reno” kata Rio, Adel pun mengistirahatkan dirinya di sofa yang cukup besar. “kalian berdua adalah orang yang paling berharga dalam hidupku, apabila terjadi sesuatu kepada kalian aku tidak akan tinggal diam” kata Rio sambil menatap Adel dan Reno secara bergantian.
Waktu pun berjalan dengan cepat, hari ini adalah hari dimana Reno sudah di bolehkan pulang oleh pihak puskesmas “kita pulangnya naik apa” tanya Adel “naik mobil aku” kata Rio “ya udah ayo” kata Adel. Mereka pun pergi meninggalkan puskesmas itu dengan kecepatan rata-rata, tak lama mereka pun sampai di depan apartemen Adel “kamu gak mampir” tanya Adel “mungkin lain waktu” kata Rio.
Adel berjalan memasuki apartemennya, dan segera menaruh Reno ke box bayi nya. “akhirnya sampai juga di apartemen” kata Adel sambil melihat sosmed, Adel yang bosan melihat sosmed memutuskan untuk melihat kumpulan foto-fotonya dengan sang orang tua. Dengan di selimuti rasa kesedihan Adel terus menatap fotonya bersama kedua orang tuanya. Mata Adel teralihkan melihat sebuah boneka beruang yang berukuran sedang, “tunggu, perasaan aku pernah memasang sebuah kamera kecil di boneka itu” kata Adel pada dirinya.
__ADS_1
Dengan langkah seribu Adel mencari boneka itu “dimana boneka itu, perasaan aku membawanya kembali ke kota ini” kata Adel sambil mencari boneka itu. beberapa lama Adel mencari boneka itu tapi tetap saja tidak ketemu “ya Allah dimana kau simpan boneka itu” kata Adel sambil mendudukkan dirinya di sofa dan berpikir.
Adel berdiam diri cukup lama dan kembali beranjak dari tempat duduk menuju kamar tamu dan memeriksa lemari yang terdapat di kamar itu. “Alhamdulillah akhirnya ketemu juga” kata Adel menemukan kamera kecil yang dia selipkan di boneka itu. “semoga kamera ini tidak rusak” kata del segera mengecek kamera itu dan ternya masih berfungsi, “alhamdulillah, masih berfungsi” kata Adel. Adel segera memeriksa rekaman kamera itu, dua jam Adel memeriksa kamera itu tapi belum mendapatkan apa yang di inginkan oleh Adel.
Dengan mata yang sudah berat Adel terus saja memeriksa rekaman kamera itu, dan tak lama Adel pun menemukan rekaman pada waktu kedua orang tuanya di bunuh. Adel terus saja melihat aktifitas kedua orang tuanya waktu itu, tak lama datang lah beberapa orang ke dalam kamar dia orang tua Adel. “apa….. ayah adalah seorang bos mafia” kata Adel terus fokus melihat rekaman itu, Adel yang tadinya merasa ngantuk kembali segar.
__ADS_1
“aku harus menyelidiki pria tua yang bernama Heri itu, dan membuat rencana untuk menghancurkan dan melenyapkannya” kata Adel dengan jari tangan yang menari di atas keyboard laptop mencari semua tentang Heri. “ternyata dia pemimpin dari organisasi dunia bawa yang bernama Sanca Black, tunggu pembalasanku” kata Adel dengan senyuman misterius.
...****************...
Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊
__ADS_1
Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊