Kesucianku Yang Terenggut

Kesucianku Yang Terenggut
KYT 22


__ADS_3

Pagi pun tiba Arumi yang sudah membereskan semua barang yang ingin dia bawa pergi. Tak lama datanglah seseorang mengetok pintu kontrakannya tok…tok…tok “iya tunggu sebentar, siapa sih pagi-pagi gini udah bertamu” kata Arumi. Arumi pun membuka pintu dan disuguhkan senyuman manis oleh sang pujaan hati “eh..pak Harun” kata Arumi membuat senyum Harun pun luntur “aku sudah bilang jangan panggil aku Pak kalau lagi berdua seperti ini” kata Harun. “maaf, Harun masuklah” kata Arumi.


Harun dan Arumi bergegas memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil “apakah masih ada barang yang akan di masukkan ke dalam mobil Rum” kata Harun “kayaknya sudah tidak ada lagi” kata Arumi “ya sudah ayo kita berangkat” kata Harun di jawab anggukan oleh Arumi. Di dalam mobil, Harun dan Arumi terus saja berbincang-bincang tentang teman ter dekat, orang tua dan hal-hal yang mereka sukai, tak terasa mereka pun sampai di bandara.


Harun yang hendak turun dari mobil di tahan oleh Arumi “kenapa?” tanya Harun dengan dahi yang berkerut “apakah kamu serius mau ikut aku ke kota C” tanya Arumi “iya aku serius, apakah selama ini aku pernah membohongi mu” kata Harun di jawab gelengan oleh Arumi. Mereka pun menunggu waktu penerbangannya, hari-hari yang di lewati Arumi terasa lebih indah dari pada hari hari sebelum dia bersama Harun begitupun sebaliknya.

__ADS_1


...****...


Hari-hari pun berlalu, tak terasa hari pernikahan Cika dan Riko tinggal dua hari lagi. Sementara di apartemen Adel “aku harus bagaimana, hari pernikahan Cika dua hari lagi pasti pria itu datangkan dia temanan” kata Adel sambil menggendong bayinya “apa aku gak usah datang aja yah, tapi aku gak enak dengan Cika. Apalagi ada Arumi, aku kangen banget sama dia. Apa aku titip aja anak aku di tetangga, tapi aku gak yakin. Aku tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan kepada anakku” kata Adel sedangkan sang anak tersenyum menatap sang ibu.


Akhirnya Adel memutuskan untuk pergi ke pernikahan Cika bersama dengan anaknya. “aku yakin pria itu, tak mengenalku lagi” kata Adel. Hari ini Adel meluangkan waktunya untuk menemani sang anak bermain. Tak sedikit pun Adel memegang gadgetnya, tapi tak lama handphone Adel berdering menampilkan nama pemanggil yaitu Cika. Adel pun mengambil handphonenya dan mengangkatnya.

__ADS_1


Adel pun mendekati dan menyusui anaknya, tapi Adel lupa untuk mematikan panggilannya dengan Cika “Del, itu suara anak siapa Del atau jangan-jangan kamu telah…” kata Cika terpotong “ceritanya panjang, nanti aku ceritakan kalau aku sudah sampai di kota C” kata Adel “ingat Del, kamu berhutang penjelasan kepada ku” kata Cika “iya, ya udah aku matikan dulu panggilannya, Assalamualaikum” kata Adel “waalaikumsalam” kata Cika. Sambungan telpon pun terputus dan mereka pun melanjutkan aktivitas masing-masing.


...****************...


Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊

__ADS_1


Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊


__ADS_2