
Pagi pun tiba, tapi mereka masih tertidur pulas akibat obat bius yang di suntikkan oleh kelompok bertopeng itu. Tak lama Rio pun terbangun “kok aku ada di ruangan, perasaan tadi malam aku tidur di luar tenda” kata Rio kepada dirinya sambil memandang kedua temannya tertidur di dekatnya. “hei kalian bangun lah, cepat” kata Rio sedikit keras, Riko dan Harun pun membuka matanya perlahan “ada apa sih, aku kan masing ngantuk” kata Harun kembali menutup kembali matanya begitu pun Riko. “astaga, bukannya bangun malah tidur lagi” kata Rio sambil memukul mereka berdua.
Mereka pun terlonjak kaget “kenapa kamu memukul kami Rio” tanya Riko “apakah kalian tidak sadar kita sedang dimana sekarang” kata Rio “emang kita ada dimana” tanya Harun “dasar oon, tadi malam kita tidur di luar tenda dan lihatlah sekarang kita berada dimana” kata Rio. Harun dan Riko pun membuka matanya dan melihat mereka telah berada dalam ruangan aneh, “kok Cuma ada kita bertiga, Adel, cika, Arumi dan Reno mana” tanya Harun. Mereka bertiga pun cemas akan keselamatan wanita yang mereka sayangi.
Sementara di ruangan lain Arumi terbangun dan memandang ruangan asing yang mereka tempati, dan tak lama suara tangisan Reno pun terdengar membuat Adel dan Cika ikut terbangun. “Reno sayang kenapa nangis nak, haus yah” kata Adel sambil menggendong Reno dan menyusuinya. “kenapa hanya ada kita saja di sini para pria kemana” tanya Cika.
__ADS_1
“apa jangan-jangan kita semua di culik” kata Arumi, perlahan-lahan Cika berjalan menuju pintu dan ternyata pintu itu terkunci “Del, Rum pintu nya terkunci, bagaimana ini” kata Cika. Kembali ke ruangan para pria “aku mendengar suara Cika dari ruangan sebelah” kata Riko “bagaimana kalau kita lubangi saja pembatas ini” kata Harun.
Mereka pun berhasil lubangi pembatas ruangan itu dan benar saja ruangan di sebelahnya itu tempat para wanita di sekap “bisakah kalian menyingkir dari tempat itu” kata Harun “kamu dimana Har” kata Arumi “aku ada disebelah ruangan kalian”kata Harun. Adel, cika dan Arumi pun menyingkir dari tempatnya duduk. Tak lama pembatas ruangan pun roboh menampakkan Rio, Riko dan Harun mereka segera berjalan menghampiri pasang masing-masing.
Sedangkan salah satu penjaga bertanya “kenapa kau menghancurkan pembatas ruangan” tanya sang penjaga “kenapa kalian membawa kami kesini” bukannya menjawab Harun malah bertanya balik “karena aku yang menyuruhnya” kata pemimpin kelompok itu “siapa kalian sebenarnya dan apa mau kalian” kata Rio “aku hanya ingin serahkan semua harta berharga kalian kalau tidak bayi itu menjadi jaminan nya” kata pemimpin kelompok itu ambil menunjuk Reno.
__ADS_1
...****************...
Makasih udah mau mampir baca novel yang aku buat😊😊😊 semoga dengan membaca novel ini anda terhibur😊
Jangan lupa dukungan supaya Author semakin giat dalam mengupload dengan cara like dan vote😊
__ADS_1