
"ini nak Dewi terlambat ke sekolah" ucap satpam
"kamu tau sekarang jam berapa? kamu gak tau peraturan sekolah seperti apa?" tanya laki² itu dengan tegas
"lah gak usah ngegas gitu kalik lagian lo siapa ha? main nyolot sama gw" tanya Dewi balik
"gw adalah ketua osis yang baru di sekolah ini, gw di pindahkan tugas ke sekolah ini untuk mempelajari setiap tugas dari ketua osis dan karena lo terlambat ke sekolah maka lo ikut gw ke ruang osis SEKARANG!" ucap laki² itu dengan memperjelas kata di akhir kalimat nya
belum aja Dewi menjawab laki² itu udah menyuruh satpam membuka pintu gerbang dan laki² itu pun memegang tangan Dewi dan mengajak nya ke ruangan osis
"lepasin gw gak! lo udah nyakitin gw, lepasin gak" ucap Dewi memberontak dan merasa sakit di area pergelangan tangan nya akibat cengkraman tangan laki² itu
sampai lah mereka berdua di ruang osis
dher dher anggap itu suara pintu yang di buka dengan keras
Dewi yang melihat nya pun kaget begitu juga dengan anggota osis yang berada di sana
"Dewi kenapa lo bisa bareng dia?" tanya Karan yang kebetulan berada di ruangan itu
"tau ni orang, padahal aku kan cuman telat 3 menit aja masa dia narik tangan gw dengan keras" ucap Dewi
"ehh lo tu ya udah terlambat pakek nyolot lagi" sahut seorang perempuan dengan memakai jas osis
"dan lo" tunjuk ketos itu kearah Dewi
"nama gw Dewi dan lo gak usah nunjuk gw kayak gitu" ucap Dewi sambil menurunkan telunjuk laki² itu
"Bran lebih baik lo hukum aja cewek ini" ucap cewek tadi
jadi nama laki² yang tadi menarik tangan Dewi itu adalah Gibran Arshaka yang merupakan siswa dan juga ketua osis dari sekolah SMA Ganesha
"udah diam! kalian semua boleh keluar dari ruangan ini" ucap Gibran dingin
"dan terkecuali lo" tunjuk Gibran ke Dewi
"gw tetep disini" sahut Karan
__ADS_1
"lo gak denger apa kata gw tadi? gw bilang semua orang boleh keluar dari ruangan ini terkecuali dia" ulang Gibran dengan tegas dan dingin
"buset dah dimana² selalu aja ada kulkas pintu 2" batin Karan
"KALIAN DENGAR KAN APA KATA SAYA? SAYA SURUH KALIAN KELUAR BUKAN BERDIRI" ucap Gibran
"baik kak" jawab mereka terkecuali Karan dan Dewi
"Dewi sorry ya gw gak bisa bantuin lo" ucap Karan
"it's okey, tapi nanti gw minta penjelasan tentang semua ini" ucap Dewi
Karan yang mengerti maksud Dewi pun hanya mengangguk
semua orang sudah pada keluar dari ruangan itu dan cuman tersisa Gibran dan Dewi
"buat lo yang datang terlambat gw minta lo bersihin semua ruangan osis ini dengan BERSIH! dan jika masih ada debu sedikit pun maka gw akan terus menyuruh lo buat bersihin nya PAHAM!" ucap Gibran sambil memperjelas kata bersih dan paham
"gila lo ya, lo gak liat apa ni ruangan segede apa? mana mau gw di suruh bersihin" bantah Dewi sambil memangku tangan
"gak usah ngebatah, lo udah datang terlambat lalu pakek protes lagi" ucap Gibran
"gak usah banyak ngomong, cepat lakukan apa yang gw suruh atau hukuman lo gw tambah 2 kali lipat dari ini, mau lo?" ucap Gibran
Dewi yang malas debat akhirnya dia pun mengambil sapu lalu membersihkan ruangan itu dengan Gibran terus memantau nya
sedangkan disisi lain tepat nya di SMA Ganesha
"lo tau gak kata nya di sekolah kita ada ketua osis yang ganteng banget tau melebihi dari Gibran" ucap ciwi² di sekolah itu
"masa sih?" tanya temen nya
"iya, gw denger dia adalah siswa yang di pindahkan dari SMA Favorit lo" ucap yang lain
"bukan di pindahkan sih, dia itu sekolah disini karena di tugaskan oleh kepala sekolah nya dan dia disini menjabat sebagai ketua osis karena dia ingin tau seberapa tertib dan disiplin sekolah ini" sahut teman nya yang lain dengan panjang lebar
"dan gw denger juga Gibran siswa disini juga di pindahkan ke SMA Favorit dan tugas kan sama persis seperti Marcell dan mereka akan melakukan tugas mereka dengan di dampingin oleh wakil ketua osis dan semua itu hanya berlaku sampai 1 bulan saja" ucap nya lagi
__ADS_1
"lo dari mana tau kalau nama murid itu Marcell?" tanya temen nya
"tadi gw denger pak kepala sekolah manggil dia dengan nama Marcell" ucap nya
saat mereka tengah asik berbincang tiba² ada suara teriakan dari para ciwi²
"wahh ganteng banget sih"
"dia lebih tampan dari ketua osis kita" ucap siswi yang lain
"jodoh orang kenapa ganteng banget sih" ucap siswi yang satu nya
dan masih banyak lagi, mereka semua seolah² terhipnotis oleh aura ketampanan dari Marcell
Marcell yang mendengarkan teriakan para siswi² pun hanya memasang wajah dingin dengan tangan di masukkan ke dalam saku celana nya
oh iya guys kalian ada yang penasaran gak sama kelanjutan nya? klo gitu jangan lupa buat likemen dan terus ikuti alur cerita nya...
selamat membaca guys🥰
dan ini dia visual Gibran Arshaka
Gibran Arshaka merupakan anak dari orang terkaya sedunia dan dia memiliki sifat 11 12 dengan Marcell namun Gibran memiliki watak yang sedikit lembut namun sifat itu hanya akan dia tunjukkan kepada orang² yang dia sayang
namun orang lain yang melihat nya memberikan dia sebutan kulkas pintu 3 karena Gibran selalu memancarkan aura dingin dan tegas tanpa ada senyuman sedikit pun di bibir nya
dengan wajah yang berwibawa dan sifat nya yang tegas maka pada akhirnya dia pun di pilih untuk menjadi ketua osis di SMA Ganesha...
sampai sini dulu ya guys perkenalan nya dengan Gibran Arshaka
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG