KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 6


__ADS_3

Dewi yang merasa masih marah akibat kejadian tadi, dia duduk di bangkunya dengan wajah yang ditekuk.


"udah ya Dewi, jangan marah lagi" ucap Novi yang datang menghampirinya.


"bener tu yang dibilang sama Novi, jangan marah lagi. Biarkan yang sudah berlalu" sela Rina menambahi


Dewi yang masih dengan kesal, dia pun hanya bisa diam. Tanpa menjawab perkataan sahabatnya.


Namun tiba-tiba, Siska datang menghampiri mereka dengan gaya angkuhnya itu.


"Aduh! kasian banget deh, yang kena marah sama si Marcell." cibirnya sambil melipat tangannya di atas dada sambil melihat Dewi dengan sudut bibir yang setengah naik.


"diem deh lo! gak usah lo menambahin masalah lagu" ucap Novi yang merasa kesal dengan sikap Siska yang terus-terusan mencari masalah.


"terserah gw lah, mau ngapain" jawab nya dengan angkuh.

__ADS_1


"lebih baik, sekarang lo pergi sana ke bangku lo dan jangan ganggu kita lagi" usir Rina


"siapa lo berani merintah gw?" ucap nya


"Gw heran deh sama lo Sis, hidup lo suka sekali mencari keributan. Emang emak bapak lo gak pernah ngedidik lo dengan baik ya? sampai-sampai anaknya tumbuh besar dengan otak yang masih kekanak-kanakan!" sosor Dewi yang kali ini angkat bicara. Siska yang mendengar perkataan Dewi pun merasa tidak suka, dia pun ingin menampar Dewi namun Dewi sudah duluan memegang tangannya.


"Jangan harap lo bisa nyentuh gw dengan tangan kotor lo itu!" ucap Dewi dengan mencengkram tangan Siska dengan keras.


"au sakit." ringis Siska saat pergelangan tangannya di cengkram kuat oleh Dewi


Namun hasilnya nihil, Dewi yang sudah berselimut amarah membuat cengkraman tangannya semakin kuat dan membuat Siska kesakitan. "au sakit, lepasin tangan gw" ringis Siska yang lagi-lagi tak dihiraukan oleh Dewi.


Tapi tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan membawa buku di tangannya.


"ada apa ini, ribut-ribut?" tanya laki-laki itu.

__ADS_1


"Andre, tolongin gw" ucapnya kepada laki-laki itu yang bernama Andre selaku ketua kelas disana.


"Dewi, lepasin tangan Siska" ucap nya tegas


Dewi yang seolah dirasukan setan karena matanya merah menahan marah, "Biarkan dia merasakan, gimana sakitnya. Orang seperti dia harus dikasih pelajaran!" ucap Dewi dengan nada Marah.


"Dewi, gw mohon sama lo. Lepasin dia, gw tahu lo marah sama dia tapi gw mohon banget udahi marah mu" tutur Novi sambil memegang bahu Dewi.


Dewi yang mendengar perkataan sahabatnya pun, langsung melepas cengkramannya dan berkata, "kali ini gw lepasin lo tapi, jika lo cari masalah sama gw lagi. Jangan harap gw bisa maafin lo!" tunjuknya ke Siska


"dan buat lo Siska, gw gak habis pikir sama jalan otak lo sebenarnya. Lo kesekolah buat cari masalah atau buat cari ilmu sih!" ucap Andre yang sudah tahu betul akan sikap Siska yang terus-terusan cari onar disekolah ataupun kelas.


"sekarang gw minta sama lo, buat pergi ke bangku lo. Karena bentar lagi, guru akan datang kekelas." printah Andre.


Siska yang merasa sakit sekaligus marah pun hanya bisa diam lalu pergi kebangku nya. Namun sebelum itu, dia sempat melihat Dewi dan berkata dalam hatinya "gw akan balas perbuatan lo."

__ADS_1


__ADS_2