KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 162


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di angkringan tempat biasa mereka jajan ataupun sekedar duduk santai.


"Kang, pesan baksonya 2 porsi ya seperti biasa." Ucap Dewi


"siap atuh neng," jawab tukang baksonya


"Enggak nyangka ya sayang, kita sudah lama gak pernah ke sini." Ujar Dewi sambil mengingat-ngingat momen saat ia dan Marcell nongkrong di sini, dan juga di saat Marcell yang awalnya nolak makan kaki lima. Karena ia meragukan rasanya, sekarang? saat ia sudah mencobanya. Malah ketagihan dengan rasanya.


"iya," jawab Marcell singkat, namun bukan berarti ia dingin kepada Dewi. Tapi ia tidak bisa menjelas apa-apa lagi tentang tempat ini.


Selang beberapa detik, pesanan mereka pun datang


"Ini baksonya sudah jadi, Nak Dewi dan Marcell." ucap tukang bakso itu


"siap Kang. Makasih ya." jawab Dewi


"sama-sama, Nak Dewi. Oh iya tumben kaliam berdua mampir ke sini? gimana dengan sekolahnya? lancar?" tanyanya

__ADS_1


"lancar dong, Kang. Doain semoga kita lulus dengan nilai yang terbaik ya Kang." sahut Dewi


"siap atuh Neng, Kang Asep doain kalian lulus dengan nilai terbaik dan bisa masuk ke Universitas yang kalian pilih. Sama semoga hubungan kalian langgeng sampai ke pelaminan." timpal Kang Asep


"amin, semoga ya Kang." Kali ini bukan Dewi yang menjawabnya melainkan Marcell


"Ya sudah kalau gitu, Kang Asep mau balik kerja dulu ya. Kaliam nikmati aja makanannya, kalau ada yang kurang tinggal kasih tau Kang Asep."


"siap Kang." jawab mereka berdua


***


"Sayang, seandainya aku kuliah di Luar Negeri apa kamu bakalan mengijinin aku?" tanya Marcell yang tiba-tiba memecah suasara romantis mereka


"kenapa kamu tanya itu?" tanya Dewi balik sambil mengubah posisinya yang dari senderan menjadi duduk berhadapan dengan Marcell


"Enggak. Aku cuman tanya kamu, seandainya aku kuliah di Luar Negeri apa kamu ijinin aku gitu sayang." jelas Marcell sambil menyelipkan anak rambut yang jatuh menghalangi wajah cantik kekasihnya itu.

__ADS_1


"Walaupun itu beneran. Aku pun tidak bisa menghalangi itu, aku juga tidak bisa melarangmu. Apapun keputusanmu, aku akan tetap mendukungmu." Tuturnya


Inilah yang membuat Marcell bisa jatuh cinta kepada cewek yang suka buat ia pusing. Tapi dibalik itu semua, ada pikiran dewasa yang membuat Marcell semakin sayang kepadanya.


"You're sure, baby?" tanya Marcell yang ingin melihat kejujuran di mata wanitanya itu.


"Yes, I sure." Sontak membuat Marcell langsung memeluk dirinya sambil berkata,


"Walau aku akan ngelanjutin sekolah di Luar Negeri, tapi aku akan tetap setia kepadamu dan aku harap kamu juga bisa menungguku." ucapnya sambil mengelus punggung wanita itu dan sesekali mencium puncuk kepalanya.


"Aku boleh bertanya?" tanya Dewi di sela-sela pelukkannya


"Boleh, kamu mau tanya apa?"


"Seandainya kita berjauhan, dan aku tak sengaja menghianati cintamu karena rasa bosan dalam menunggu," jedanya sambil menghela nafasnya gusar, namun Marcell tidak ingin menyela ucapan dari kekasihnya itu. Sebelum ia selesai berbicara.


"Apakah kamu akan mencoba mengambil cintaku yang sempat memudar darimu? atau kamu akan mencari penggantiku?" lanjutnya dengan wajah serius.

__ADS_1


Bukan karena tak setia, namun ia takut jika suatu saat nanti dirinya hilaf dan mengkhianti cinta Marcell. Karena tidak ada cinta yang selancar jalan tol.


__ADS_2