
Dewi yang melihat tingkah kekasihnya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, begitu juga dengan Tante Anna yang melihat tingkah kedua anak kesayangannya itu.
"Marcell ... Tika ..., jangan lari-lari sayang. Nanti kalian jatuh." ujar Tante Anna sembari membawa beberapa masakannya yang sudah jadi ke meja makan.
"Ampun kak, gak nakal lagi. Janji dah." sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman sang kakak.
Sedangkan Dewi tengah asik membantu calon mertuanya itu.
"jadi kangen sama mama." gumam Dewi pelan namun masih di dengar oleh Tante Anna.
"kamu bisa menganggap tante sebagai mama mu Dewi, karena kamu akan menjadi menantu di rumah ini." sahut Tante Anna sebari memeluk Dewi
"tante tau perasaan kamu Dewi, namun kamu belum tau yang sebenarnya." ucapnya dalam hati yang merasa iba terhadap Dewi dan juga adiknya.
Tanpa di sadari tetesan bening air mata jatuh mengenai pipinya.
"Kamu menangis, sayang?" tanya Tante Anna saat dia merasa pundaknya sedikit basah.
Dewi hanya bisa mengaguk tanpa menjawab sedikit pun perkataan dari Tante Anna.
"sudah jangan menangis lagi! Ada tante di sini yang akan menyayangi kamu dan adikmu seperti tante menyayangi Marcell dan juga Cantika." tuturnya sambil mengelus punggung Dewi dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"ekhmm, ada apa nih? Kok kamu nangis, Dewi." tanya Marcell yang sudah datang menghampiri mereka berdua.
"enggak ada kok, aku tadi cuman meluk tante doang." jawabnya yang langsung menghusap sisa air matanya
Tentu saja, Marcell tidak semudah itu percaya dengam ucapan Dewi.
"ya sudah kalau gitu, kalian duduk duluan di meja makan. Biar bibi yang bantuin mama bawa makanannya." lalu Marcell mengajak Dewi untuk ke meja makan yang tentunya di sana sudah ada Cantika yang sedang video call.
"oh iya Kak Dewi ini tadi aku nelfon Anita, dan bilang kalau kakak ada di rumahku." ujarnya sambil memperlihatkan layar ponselnya yang sudah terdapat wajah Anita di sana.
Dewi langsung mengambil ponselnya lalu berbicara dengan adiknya
[ Dik ] panggil Dewi kepada adiknya
[ maafin kakak ya dik, sudah buat kamu khawatir! Oh iya, kamu jangan lupa makan ya dik. Jangan lupa juga untuk belajar, nanti kakak pulang! Jangan nunggu kakak, habis belajar langsung tidur ] nasehat Dewi kepada adiknya
[ Siap bos ] dengan memberi hormat kepada sang kakak
Setelah sedikit berbincang, dia pun langsung kembali ke meja makan yang di mana Tante Anna sudah duduk di sana.
"sini sayang, makan dulu." ajaknya yang di anggukan oleh Dewi
__ADS_1
Lalu dia pun ikut bergabung di sana, dan seperti yang kita tahu tidak ada pembicaraan selama sedang makan.
****
Setelah selesai makan, mereka pun duduk di ruang keluarga. Terkecuali Anita yang habis selesai makan, langsung pamit ke kamar untuk mengerjakan PR nya.
"oh iya, kalian kapan akan UN?" tanya Tante Anna yang membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"seminggu lagi, Mah!" sahut Marcell yang menjawab pertanyaan mama nya
"selesai ujian nasional! Kamu mau lanjut kemana, Dewi?"
"Dewi belum berpikir mau lanjut kemana, Tan." jawab Dewi apa adanya, karena memang benar adanya jika Dewi belum berpikir akan lanjut kemana setelah dia tamat sekolah nanti.
"Kamu gak perlu berpikir terburu-buru, intinya kalian fokus saja dulu dengan ujian kalian nanti." nasehat beliau
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG