KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 167


__ADS_3

***


Tak terasa waktu terus berjalan, hari yang kita tunggu-tunggu akhirnya tiba. Ujian Nasional kini sudah di mulai, semua para murid mempersiapkan diri mereka untuk berhadapan dengan selembar kertas ujian. Seperti yang kita ketahui, ketika selembar kertas ujian sudah di depan mata. Seketika jantung tidak bisa diajak kerja sama, dan semua jawaban yang tersimpan di memori ingatan. Langsung musnah begitu saja.


"Ust ... Ust," kode Tia kepada sahabatnya yang berjarak beberapa bangku darinya


"apaan?" tanya Dewi tanpa suara, sambil sesekali melirik ke arah pengawas.


"No 2 apa?" tanyanya dengan memakai isyarat, Dewi pun susah menjelaskannya. Karena nomor 2 begitu panjang.


"Ekhm! Jangan ada yang menyontek. Kalau saya lihat kalian menyotek, saya akan ambil lembaran jawaban kalian!" Sahut pengawas dari sekolah lain dengan tatapan yang mengitimidasi.


Mau enggak mau ia pun mengerjakan soal tanpa contekan dari Dewi. Bukannya ia tidak pintar, hanya saja ia malas jika sudah berhadapan dengan soal apa lagi berumus. Menurutnya, jika ada jalan ninja kenapa harus menjadi jalan gajah. Entahlah darimana ia mendapatkan pribahasa seperti itu.


Tak terasa jam istirahat telah tiba, kini mereka berhamburan pergi ke kantin. Ada juga yang belajar untuk mempersiapkan soal yang berikutnya.


Kini seorang gadis cantik tengah duduk di kerumunan kantin yang begitu rame dan padat, karena dipenuhi oleh siswa siswi yang sedang beristirahat.

__ADS_1


"anjir malas banget gue tadi, masa iya gue mau nyontek kagak bisa," ngeluh Tia dengan wajah yang di tekuk


"lagian salah lo juga sih, siapa suruh lo kagak belajar malamnya. Itu dah, pacaran aja kerjaan lo." Sahut Novi ketus


"Gue belajar, belajar menjadi istri yang baik." Lawaknya dengan receh


"GAJE!" ketus Dewi


Tia yang mendengarnya pun hanya berdengus sambil meminum jus jeruk miliknya. Namun tiba-tiba ada yang menghampiri mereka,


"WOI! Lagi pada ngomongin gue ya? sudahlah ngaku aja, gue emang ganteng kok." Dengan tampang sok kegantengannya, eh emang dia ganteng sih. Cuman dia tengil doang menurut author.


"gue emang ganteng ya, lo aja yang enggak mengakui." jawabnya tak mau kalah.


"Yayayaya, kamu ganteng kok sayang." Sahut Jessica menanggapi ucapan dari kekasihnya itu.


"tuh dengar! Pacar gue aja mengakui," ujarnya lagi

__ADS_1


"lagi sekali lo ngomong, gue tampol pakai kuah bakso ini!" ancam Dewi yang sudah geram dengan sifat sepupunya itu.


Rangga yang mendengarnya pun, langsung terdiam sambil memasang wajah cemberut.


"tu muka mau gue lemparin kuah bakso ini?" tanyanya lagi sambil mengambil mangkok baksonya.


"ih apaan sih! Lo itu gak pernah buat gue seneng dikit kek!"


"BODO!" jawab Dewi


"udah sayang. Kamu ini kayak anak kecil deh," ujar Jessica


"hahaha kapok! Lagian udah mau kuliah, tapi sifat masih kek bocah." Ejek Dewi sambil menjulurkan lidahnya, Rangga yang melihatnya semakim cemberut di buatnya.


"Adeh! Dua sepupu yang bertingkah kayak tom & jerry," sahut Novi yang sedari tadi menyasikan perdebatan kedua saudara sepupu itu.


"Iya! Sampai pusing gue lihatnya." Timpal Tia dan dibalas anggukan oleh Rina.

__ADS_1


***


Disini! Di sebuah ruangan yang masih dengan suasana yang menegangkan. Semua murid tengah fokus menyelesaikan soal kedua dari Ujian Nasional mereka. Ada yang sesekali menyontek, ada yang tengak tengok, dan masih banyak lagi. Namun tidak dengan seorang gadis cantik yang tengah terlihat fokus mengerjakan soal yang ada di hadapannya, tanpa menolah-noleh seperti murid yang lain.


__ADS_2