KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 143


__ADS_3

"ternyata enggak, dia juga merupakan perempuan pada umumnya yang bisa merasakan rapuh juga." lanjut Marcell lagi


"setelah itu, apa yang membuat lo suka sama Dewi?" tanya Rio


"Gw suka sama dia bukan karena dia cantik ataupun karena, statusnya yang sebagai primadona sekolah. Tapi gw suka sama dia karena, ketulusan hatinya dan juga karena attitudenya." tutur Marcell


Semua orang yang mendengar ucapan Marcell menjadi terharu, karena tidak disangka laki-laki yang sering di sebut manusia kulkas sekaligus laki-laki yang anti dengan wanita ini. Tiba-tiba bisa merasakan yang namanya jatuh cinta, walau cinta itu tak selamanya indah.


"dan yang harus kamu tahu Dewi, pada saat malam itu yang dimana kamu menangis di bahuku. Pada saat itu aku sudah berjanji pada diriku kalau aku akan menjagamu," ucapnya lagi yang kali ini menghadap kearah Dewi sambil memegang kedua tangannya.


"saat kamu tertidur lelap di dalam pelukanku, pada saat itu pula aku berjanji pada langit. Bahwa, aku tidak akan membuat dirimu menangis walau hanya setetes." Tegasnya lagi, yang langsung membuat Dewi menangis haru karena, dia baru tahu jika laki-laki yang ada dihadapannya ini. Begitu tulus menyayanginya dan mencintainya walau terkadang dirinya bersikap seperti anak kecil.


"huhuhu jadi terharu." ucap Anita dengan berpura-pura menangis


"sweet banget sih." sahut Kak Ratna, Tia, dan Rina bersamaan


"aku juga janji sama kamu, kalau didalam hatiku hanya ada kamu dan selamanya hanya kamu. Walau banyak cinta yang datang mendekat kearah ku, aku akan menolaknya. Karena aku tahu di dalam hatiku ada seseorang yang cintanya harus aku perjuangkan." lontar Dewi sambil mencakup kedua pipi laki-laki tampan yang ada di hadapannya ini.


Marcell yang mendengar perkataan dari kekasihnya ini pun langsung mengecup kening Dewi dengan lembut dan sangat lama.


"serasa dunia milik berdua, sedangkan yang lain disini pada ngontrak." ledek Tia yang sering kali ceplas ceplos dan merusak suasana.


Mereka berdua yang mendengar ucapan Tia pun langsung menyudahi pelukkan mereka.


"hmm, sekarang kita lanjut permainannya." ucap Dewi yang langsung mengalihkan suasana agar tidak merasa canggung ataupun malu.

__ADS_1


Permainan pun terus berlanjut, canda tawa dan momen romantis terjadi pada setiap permainan yang mereka lakukan. Sehingga tidak terasa sore berganti malam.


"seru juga ternyata permainannya." ucap Yoga


"bener yang lo bilang, Ga." timpal Rio


"sampai tak terasa sudah malam saja." sahut Novi


"gw bangunin Anita dulu, karena hari sudah malam." ucap Dewi yang langsung bangun dari duduknya dan menuju ke sofa tempat Anita tidur


Sebenarnya, saat permainan masih berlangsung tiba-tiba Anita bilang kalau dirinya mengantuk. Maka dari itu dia langsung keluar dari permainan dan menuju sofa untuk tidur.


"Dik bangun yuk, kita pulang." panggil Dewi lembut sambil mengguncang-guncangkan tubuh adiknya itu.


"sudah malam dik, gak baik juga tidur terlalu lama." jelas Dewi yang langsung didengar oleh Anita


Anita pun langsung duduk disofa sambil memulihkan nyawanya yang setengahnya lagi masih dialam mimpi, sedangkan Dewi langsung mengambil tasnya.


"Kak, aku pamit pulang ya. Besok pulang sekolah aku kesini lagi buat kerja." ucap Dewi berpamitan kepada wanita yang ada dihadapannya ini.


"kamu yakin, Dik?" tanya Kak Ratna memastikan adik angkatnya itu.


"yakin kak, anggap saja aku cari pengalaman." jawabnya dengan percaya diri


"ya sudah kalau memang kamu sudah yakin, kalau gitu buruan sana pulang. Kasian adik kamu masih ngantuk kaya nya." ujar Kak Ratna sambil melihat Anita yang manggut-manggut dengan mata tutup melek terus.

__ADS_1


"kita pamit juga ya kak, thanks untuk makanan gratisnya hehehe." ucap Tia dengan cengir


"lo mah emang gitu Tia, dimana ada makanan gratis disana pasti ada lo yang rakus." sela Karan


"sama-sama, lain kali mampir kesini lagi ya. Tapi, pada saat kalian mampir kesini, kalian harus bayar ya." jawab Kak Ratna dengan sedikit gurauan.


"siap kak." sahut Novi dan yang lainnya.


"kamu pulang sama aku kan, Dewi?" tanya Marcell kepada kekasihnya itu


"sepertinya enggak usah deh, sayang. Lagian aku bawa mobil juga." tolak Dewi dengan lembut


"tapi Wi, ini sudah malam loh. Takutnya nanti ada apa-apa dijalan." sahut Novi yang khawatir kepada sahabatnya itu.


"bener yang dikatakan sama teman kamu, lebih baik kamu pulang sama Marcell. Masalahnya ini sudah malam dan kamu sama adik kamu adalah perempuan, takutnya nanti ada perampokan atau hal yang tidak diduga." nasehat Kak Ratna


"ya sudah, aku pulang sama Marcell." jawab Dewi


Mereka pun berpamit sama Kak Ratna dan keluar dari cafe itu dengan Dewi merangkul Anita menuju mobil Marcell, sedangkan mobilnya nanti akan diantar pulang sama supirnya. Karena sebelum dia keluar cafe, dia sudah menelfon supirnya untuk mengambil mobilnya di cafe Mama.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2