KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 8


__ADS_3

"gimana? diijinin gak sama nyokap lo?" tanya Tia


"iya, gw diijinin. Asal jangan pulang terlalu kesorean" ucap Dewi


"okelah kalau gitu, langsung aja kita ke mall" ajak Tia


"mari kita let's go" sahut Rina semangat.


Mereka pun langsung keluar dari kelas menuju parkiran mobil, dan langsung pergi menuju mall


****


Beberapa jam kemudia, mereka pun sampai di sebuah mall yang sangat besar dikota itu.


"ayo kita masuk." ajak Tia yang sudah keluar dari mobil


"buset dah, lo itu udah seperti orang yang gak pernah menginjak mall aja" timpal Novi


"bukan gak pernah tapi, lebih tepatnya jarang kemall" jawab Tia


"serah lo dah" ngalah Novi yang malas debat ngeributin hal yang gak penting


"daripada kalian berdua ribut mulu, gimana kalau kita nonton. Lagian kita udah lama gak pernah nonton, ya gak?" ujar Dewi


"bener juga sih, fix hari ini kita nonton dulu setelah itu baru kita shopping." timpal Tia


Setelah mereka memutuskan, akhirnya mereka akan menonton film dulu.


Mereka berempat berjalan dengan sangat kompak, bagaikan anak geng sekolah.


"mereka berempat masih SMA saja sudah cantik, apalagi kalau kuliah" puji salah satu pengunjung mall


"lo bener, gw jadi iri deh sama kecantikan alami yang mereka miliki." timpal salah satu temannya


Dewi dan kawan-kawannya hanya tersenyum menanggapi pujian dari setiap orang yang melintas didekat mereka. Tidak dipungkiri lagi sih, mereka dapat pujian yang memang benar apa adanya.


Setelah mereka sampai di kasir pembelian tiket, mereka pun langsung memesan tiket bioskop

__ADS_1


"mbak saya pesan tiket 4." ucap Tia


Sebelum mbak kasir itu memberikan tiket itu, tiba-tiba ada suara laki-laki yang memesan tiket juga


"mbak, saya pesan tiket masuk untuk 4 orang ya." ujar laki-laki itu.


"sepertinya gw gak asing dengan suara laki-laki ini" gumam Dewi yang langsung menoleh kearah dimana laki-laki itu berdiri.


"Lo kan, laki-laki yang waktu ini ngehukum gw kan?" tanya Dewi memastikan


"iya." jawab Karan singkat, sedangkan Marcell hanya memasang wajah yang datar.


"maaf permisi mbak mas, kalau mau debat silahkan diluar jangan disini." ucap mbak itu


"jadi mbak, ini kartunya." jawab Novi sambil memberikan kartu gold nya itu


"ini ya mbak kartunya dan juga tiketnya" ujar mbak itu sambil menyerahkan kartu berwarna gold itu dan juga tiket yang di pesan.


"trimakasih, ayo guys masuk ke dalam" ajak Novi kepada ketiga sahabatnya, yang langsung dibalas anggukan.


"lo pada, ngapain ngikutin kita?" tanya Tia


"yang ngikutin lo itu siapa? kita juga mau nonton film ini." jawab Yoga, yang cuman dibalas "oh" oleh Tia.


Mereka pun masuk kedalam, dan tanpa mereka sadari ternyata mereka saling duduk berpasangan.


selang beberapa menit, film horor itu pun tayang. Awalnya cuman biasa-biasa saja, mana tahu jika dipertengahan film itu terdapat adegan yang sangat menyeramkan.


Tia, Rina dan Dewi yang sudah ketakutan, lain hal nya dengan Novi yang sangat menikmati film horor itu.


"anjir serem banget." ucap Tia yang sambil menutup setengah matanya menggunakan tangannya.


"kalau takut, ngapain ditonton" sahut seseorang yang bukan lain adalah Yoga.


"kenapa lo bisa disini? bukannya tadi gw duduk sama Rina ya" bisik Tia


"mana gw tahu" jawab Yoga

__ADS_1


sedangkan, Karan yang diam-diam melirik kearah Novi yang tengah asik nonton film itu tanpa ada reaksi takut sedikitpun.


"ni cewek, berani banget. Gak seperti ketiga sahabat nya itu yang terkadang teriak tanpa alasan." batin Karan


"filmnya ada di depan, bukan disini." ucap Novi yang masih fokus melihat ke arah depan. Karan yang terciduk pun langsung menghadap ke depan


film itu pun terus memperlihatkan adegan menyeramkan di layar itu, yang membuat para penonton ketar ketir menyasikan film itu.


Saat ada adegan yang dimana seseorang sedang berjalan di lorong sepi dan gelap itu. Sambil membawa senter yang hanya menyinari jalanan di depan saja. Saat laki-laki itu berjalan didekat pohon besar, tiba-tiba ada suara perempuan menangis.


Pada saat laki-laki itu mencari sumber suara, dia pun melihat ada seseorang yang sedang duduk didekat pohon dengan posisi membelakangi laki-laki itu. Langkah demi langkah, laki-laki itu memberanikan diri untuk mendekat kearah wanita itu dan saat dia ingin menyentuh pundak wanita itu, tiba-tiba wanita itu menoleh kebelakang bersamaan dengan Dewi yang berteriak.


"Aaaa!" teriak Dewi sambil merangkul lengan kanan Marcell dengan kuat sambil menyembunyikan wajahnya.


"lo ngapain teriak sih? orang hantunya gak seram!" ucap Marcell dingin


"gak seram darimana nya? coba lo lihat, pasti wajahnya banyak darah" jawab Dewi yang masih sembunyi di balik lengan Marcell.


"makanya dilihat dulu, jangan menghayal terlalu tinggi." ujar Marcell lagi sambil berusaha menarik Dewi dari persembunyiannya


"gw gak mau Marcell! pasti hantunya seram banget" jawab Dewi sambil mempererat rangkulannya.


"Dewi coba lo lihat, hantu nya gak seram sama sekali " sahut Novi yang menimpali perkataan Marcell


"lo pasti bohong Vi, gw gak mau lihat kedepan." kekeh Dewi


Tiba-tiba ada suara tepukan tangan dan suara tertawa dari para penonton


"hahahaha, hantu nya lucu ya." ucap salah satu penonton


"iya, gw kira tadi bakalan serem banget ternyata enggak wkwkwkw" timpal salah satu penonton. Dewi yang mendengar perkataan dari orang lain pun, mencoba melihat apakah benar yang dikatakan mereka.


Setelah ia, menoleh kearah layar ternyata hantu itu adalah bencong yang menangis karena lipstik nya patah.


"udah lihat kan? kalau hantu nya gak seram" ucap Novi yang dibalas anggukan oleh Dewi


Ternyata film yang mereka tonton itu adalah film horor komedi yang dimana hantunya itu adalah orang., alias hantu bohongan.

__ADS_1


__ADS_2