
tak terasa hari sudah berganti, hari ini merupakan hari senin yang dimana pada hari itu akan membuat semua para siswa siswi mengeluh kepanasan
yaih lebay banget, padahal upacara bendera kan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kita yang telah rela berkorban demi bangsa kita. Masa iya kalian cuman di suruh upacara aja ngeluh
"duhh panas banget njir, kenapa lama banget sih mulai nya." ngeluh Tia sambil menutupi wajah nya pakai tangan
"lebay amat sih lo!" sahut Dewi dan Novi bersamaan
"sebelum kita mulai upacara ini, saya dan anggota osis saya akan menyidak siswa/siswi di lapangan ini" ucap ketua osis, siapa lagi kalau bukan si Gibran lewat mikrofon
semua para osis berpencar meriksa setiap para murid yang berdiri di lapangan
"mana topi mu?" tanya Gibran ke murid yang lain
"maaf kak topi saya ketinggalan." ucap murid itu
"berdiri kamu di sebelah barisan para guru!" printah Gibran
begitu juga yang lain nya
"kamu baris yang bener." tegur Gibran kepada Tia
__ADS_1
"gw akan baris yang bener kalau lo dan anggota osis lo yang lain berhenti melakukan penyidakan. Dan segera lah lakukan upacara." ucap Tia dengan tegas tanpa ada rasa takut
"kamu itu." ucap Gibran terhenti
"udah Tia gak usah di lawan, cepet baris yañg bener dan buat lo urus dulu anggota osis lo apakah udah bener atau belum? setelah itu baru lo bisa nyidak atau tegur murid disini" ucap Dewi dingin lalu masuk ke dalam barisan
Gibran hanya bisa terdiam tanpa menjawab ucapan dari Dewi
setelah melakukan penyidakan, mereka pun langsung melaksanakan kewajiban mereka sebagai rakyat Indonesia yaitu upacara bendera.
Skipp
Setelah pembubaran kelas, mereka pun masuk ke kelas mereka masing-masing.
"mau gw temenin?" tanya Novi
"No, lo masuk aja ke kelas bareng mereka lagian gw hanya sebentar kok" ucap Dewi
"oke, ayo grils kita go to the class" ucap Novi sambil merangkul pundak kedua sahabat nya
setelah mereka pergi, Dewi pun juga ikut pergi namun dia bukan nya ke arah toilet tapi dia malah ke arah halaman belakang atau lebih tepat nya taman sekolah yang berada di belakang sekolah
__ADS_1
Sesampai nya dia disana
"mana sih tu anak, lama banget" ucap Dewi sambil melihat jam tangan nya
dor, ucap seseorang yang sambil menepuk pundak Dewi dan membuat si empu nya kaget
"******* lo emang ya, bikin jatung gw copot untuk gw gak punya riwayat sakit jantung." kesal Dewi ke orang tersebut
"ngapain lo ngajak gw kesini? biasanya lo langsung nyarik gw ke kelas." tanya Dewi dingin kepada laki-laki itu
"dingin amat mbak, santai aja kali kalau ngomong sama gw gak usah dingin-dingin amat." ujar orang itu
"udh deh gak usah banyak bacot, lo mau ngomong apa" tanya Dewi lagi
"jadi gini." ujar orang itu sambil menjelaskan apa alasanya dia menyuruh Dewi ke halaman belakang sekolah apa lagi hanya diri nya sendiri tanpa ketiga sahabat nya
"oh jadi itu rencana cewek itu, oke gw akan liat seberapa mampu nya dia menaklukan hati pacar gw" ucap Dewi dengan aura yang tidak bisa dimengerti oleh siapapun
ternyata tanpa sepengetahuan mereka berdua, ada seorang laki-laki yang mengawasi mereka gerak gerik mereka berdua.
bisa kalian tebak orang itu tak lain adalah Gibran
__ADS_1
ciahh kepo amat sih lo ketos pakai mengintai Dewi segala dan kira-kira, siapa laki-laki yang di ajak bicara oleh Dewi ya🤔