KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 165


__ADS_3

"makin hari tu cowok, semakin berdamage aja." Kagumnya yang langsung dapat jintakan dari Novi


"inget woi, sadar lo sudah punya cowok jugaan."


"Anjir!"


"enggak usah pakai jintak pala gue. Lo pikir kagak sakit napa," sambil mengelus kepalanya yang sedikit nyeri itu


"lagian deh lo Tia, sudah punya Yoga masih aja lo ngelirik cowok lain." Timpal Rina mengompori, sedangkan Dewi hanya diam menyasikan pertengkaran kecil dari ketiga sahabatnya itu.


Namun tiba-tiba saja tatapan matanya bertemu dengan sorotan tajam dari seorang laki-laki tampan dengan atribut lengkapnya dengan nama Gibran Arshaka di bagian dada sebelah kirinya. Lalu ia pun memutuskan pandangannya, dan fokus ke benda pipih di tangannya itu.


Kini Gibran sudah duduk di meja dekat dengan dirinya, bersama kedua teman sekelasnya itu. Terkadang juga ia hanya ke kantin sekedar duduk santai.


***


Seperti biasa di sebuah ruangan yang hanya terdengar suara dari orang yang sedang menjelaskan materi pembelajaran. yang di ikutin dengan baik oleh seluruh murid di dalam kelas itu. Karena mengingat UN tinggal menghitung hari saja, maka mereka semua mengikuti semua pelajaran dengan baik.


Tak terasa jam pulang sekolah pun berbunyi, semua murid pada bersiap-siap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Dewi yang tadinya memang berangkat naik bis, karena ia jarang meminta di antarkan taksi. Beda halnya dengan Anita adiknya, yang memang sering di antar jemput oleh sopir pribadi keluarganya. Kini ia tengah menunggu bis di dekat sekolahnya. Sebelumnya ia sudah di tawarkan oleh ketiga sahabatnya, namun ia menolak alasan sudah di jemput sopir. Namun nyatanya, ia tengah menunggu taksi atau pun bus yang lewat.

__ADS_1


Disela-sela menunggu bus atau taksi lewat, ada sebuah motor ninja berwarna merah melintas di depannya. Dewi yang melihatnya pun heran, karena dia tidak kenal dengan pemilik motor itu.


"Gibran! Ngapain tu cowok turun dari motornya?" batin Dewi bertanya-tanya. Iya laki-laki itu adalah Gibran


"lah napa tu cowok malah jalan ke arah gue ya?"


"mau gue antar pulang?" tawarnya yang sontak membuat Dewi melongok dengan mata yang sedikit membesar karena terkejut


"jangan kepedean! Gue cuman kasian lihat lo sendiri disini." Jelasnya lagi yang membuat Dewi langsung merubah reaksinya menjadi biasa saja


"Makasih. Tapi gue sudah dijemput," ucapnya yang tentu saja itu hanyalah alasan untuk menolak ajakan Gibran


"yakin lo dijemput?" tanyanya lagi untuk memastikan apakah benar dia dijemput atau enggak


"Iya."


Gibran hanya menganggukan kepala pelan namun dia tak kunjung pergi juga.


"ngapain lo masih disini?" tanya Dewi dengan raut wajah yang tak bersahabat. Gibran yang mendengar pun dibuat kikuk sambil menggaruk kepalanya yang gak gatel itu.


"Hm! Gue lagi pingin disini, sekalian lihat-lihat." Jawabnya random, Dewi hanya diam tanpa ada niatan untuk menjawabnya.

__ADS_1


Tak ada pembicaraan lagi disana, yang ada hanya keheningan dan juga suara kendaraan yang berlalu lalang.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Hy guys gimana kabarnya nih? syudah lama tak berjumpa dengan kalian, rindu pula author ini pada kalian🥺 Hmm lebay banget aku.


oh iya tolong bantu vote cover dong, buat novel author yang lagi comingsoon.



Menurut kalian yang bagus yang mana nih, 1 or 2? Jangan lupa juga komen sebanyak-banyaknya ya, vote like dan juga vote nya. Biar makin semakin semangat juga aku update, maaf juga late update karena author lagi kerja. Tapi akan author usahakan untuk update tapi gak janji juga sih.


love-love sekebon buat kalian😘❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2