
"hmm, boleh" ucap Rina
Rio dan Rina pun menuju ketempat dimana Rio katakan tadi sedangkan di tempat yang tadi masih ada Yoga, Karan,Tia,Novi dan Dewi
"lah mereka pdkt sedangkan aku jomblo" ucap Tia sedih
"siapa bilang lo jomblo" sahut Yoga
"hah" ucap Tia bingung
"lo mau gak jadi pacar gw?" ucap Yoga lagi yang sekarang sedang berlutut di depan Tia sambil memegang kedua tangan Tia
"gw gak mimpi kan?" tanya Tia masih bingung bercampur bahagia
"plak, sakit kan?" tanya Novi saat menampar pipi Tia dengan pelan
"sakit woi" ucap Tia sambil memegang pipi nya
"ya berarti lo gak mimpi" sahut ku sambil tetep fokus memandang kearah danau yang berada disana
"gimana, lo mau kan?" tanya Yoga lagi
"hmm iya aku mau" jawab Tia malu²
"yes, makasih ya" ucap Yoga senang langsung ingin memeluk Tia
"etss klok mau pacaran jangan disini napa, tu disana pacaran nya" celetuk Novi
"ya udah yok kita kesana" ucap Yoga menarik tangan Tia lembut kesuatu tempat yang khusus untuk orang pacaran
"Karan klok lo mau nembak Novi tu disana, tempat nya bagus untuk nembak orang" ucap Dewi
"Wi kok lo ngomong gitu sih" jawab Novi gak enak
__ADS_1
"ya pasti lo bakalan ditembak Karan juga kan, maka nya skrg gw kasik tempat yang bagus gitu... sana gih pacaran dulu, aku mau sendiri" ucap Dewi sambil mengambil buku diary dan juga pulpen di dalam tas yang tadi sempat dia bawa
"ya udah yok Vi, biarin Dewi sendiri" ucap Karan
"tapi gu--" ucap nya terpotong
"gw gpp kok sans aja kali, gw gak akan diculik" canda Dewi
"ya udah deh klok gitu, gw kesana ya" ucap Novi yang dibalas anggukan
Karan dan Novi pun menuju tempat dimana yang tadi ditunjuk Dewi
"gw bahagia liat kalian bahagia, meski aku merasa sendirian" batin Dewi tersenyum mengingat kejadian tadi
***
Dewi pun menulis kalimat di dalam buku diary nya
~Dalam Suasana hening yang kurasakan
Dalam kaidah hening yang kudambakan
Ini yang akan membuat semuanya menjadi indah
Walau aku jauh disana
Aku kan selalu merindukanmu...
Dan disetiap heningku, aku akan selalu mengingatmu
Inilah syahdu yang kurasakan...
Dewi membuat sebuah kata² yang sebagai tanda akan apa yang dia rasakan dan disaat dia membuat kata² itu didalam ingatan nya hanya ada satu nama yaitu, "MARCELL"
__ADS_1
"gw kangen lo Cell, gw kangen semua tingkah lo yang selalu bikin gw kesel, knp lo pergi? disaat gw membalas perasaan lo kenapa lo malah pergi" ucap Dewi lirih yang hanya didengar oleh nya
"mungkin tuhan menguji cinta ku terhadap lo Cell, gw akan menunggu mu sekarang atau nanti" ucap nya lagi sambil tersenyum
******
^Pov^
Disisi lain seorang laki² sedang membuat sebuah kata yang mungkin itu buku diary nya
siapa lagi jika itu bukan Marcell
~ Ku tatap wajahnya
Menelusuri keindahan yang ada padanya
Tatapan matanya...
Suaranya....
Matanya sebening kristal
Suaranya merdu seperti lantunan lagu cinta
Senyumnya seindah bunga mekar dimusim semi
Kecantikkan yang ia miliki
Tak pernah dapat kuterjemahkan
Dalam barisan kata-kata
Kaulah, wanita ku...
__ADS_1
Marcell membuat kata² yang indah di buku diary nya sambil melihat foto Dewi yang tersenyum manis di meja belajar nya yang membuat ia semakin mencintai nya