KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 156


__ADS_3

"Harus bagaimana caraku, membuatmu percaya sama aku lagi?" tanya Marcell yang sudah terlihat sudah pasrah dengan Dewi.


"jadi cowok itu harus semangat, jangan dikit-dikit sudah pasrah begitu." ketus Dewi


"lalu bagaimana?" tanyanya


"hmm ...., bagaimana ya." ucap Dewi sambil berpura-pura memikir sesuatu


Marcell yang sedari tadi menunggu kelanjutan dari kalimat kekasihnya itu dengan penuh kesabaran dan juga penasaran.


Dewi yang melihat ekspresi kekasihnya itu sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak. Namun ia tahan, perihal dia ingin menguji kekasihnya itu.


"gini aja, kamu harus keliling memutari rumah sakit ini sebanayk 30 kali. Gimana? apa kamu setuju?" ucap Dewi yang membuat Marcell sempat kaget dengan perkataannya. Namun demi kekasihnya itu, dia rela melakukan apapun. Bila perlu nyawanya pun akan dia berikan.


"oke, aku setuju." jawab Marcell yang hendak ingin pergi dan melakukan perintah yang diberikan kepadany. Namun tiba-tiba Dewi langsung menarik tangannya dengan cukup keras, dan hal hasilnya Marcell jatuh menimpa Dewi


"kamu setuju begitu saja apa yang aku katakan?" tanya Dewi dengan menatap manik mata kekasihnya itu


"bagaimana aku tidak setuju, jika kamu yang mengatakannya." jawabnya


"aku tidak sejahat itu, Marcell." ujarnya

__ADS_1


"mana mungkin aku menyuruh kekasihku yang tampan ini berlari mengelilingi rumah sakit yang besar ini." lanjutnya lagi dengan tangan yang melingkar di leher Marcell sedangkan Marcell berdiri dengan tumpuan tangannya di atas ranjang tempat Dewi tidur.


"kamu mengerjaiku, sayang?" tanya Marcell dengan tatapan yang tidak bisa diartikan


"bisa disebut seperti itu, tidak masalahkan jika aku mengerjaimu sekali-kali." dengan nada mengejek.


"berani ya kamu sekarang, sama aku." pekik Marcell yang ingin mendekatkan wajahnya ke wajahnya Dewi


Namun tiba-tiba .....


"maaf menggangu kak, aku balik lagi ya." ucap Cantika yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


"cih ... ganggu aja." gumam Marcell yang masih di dengar Dewi


Marcell yang hampir saja ingin mencium Dewi, harus mengurungkan niatnya. Gara-gara kedatangan adiknya Cantika.


"Kak Dewi sudah sadar? apa masih pusing kak?" tanya Cantika saat dia sudah sampai di ranjang yang dimana Dewi sedang duduk bersandar.


"sudah mendingan Tika, tante dimana?" tanya Dewi


"oh mama lagi di bawa, lagi masak buat makan malam nanti." jawabnya

__ADS_1


Dewi yang ingin turun pun di halangin sama Marcell.


"kamu mau kemana? Kamu kan baru siuman Dewi." tutur Marcell


"aku mau ke bawah, Marcell. Aku sumpek di dalam kamar mulu." ujarnya dengan raut wajah yang memelas


"No! Kamu lagi sakit sayang, aku gak mau kamu tambah sakit." tolak Marcell mentah-mentah.


"tapi aku sumpek di dalam aja tau." protes Dewi kepada kekasihnya itu


"tapi ...," ucapnya kejeda gara-gara di sela oleh Cantika


"udahlah kak, biarin aja Kak Dewi keluar kamar. Biar dia gak sumpek lihat Kak Marcell terus." ejek adiknya yang langsung mengajak Dewi untuk keluar kamar, dan meninggalkan Marcell yang terdiam seperti patung itu.


***


"tante," panggil Dewi kepada seorang wanita paruh baya yang sedang berkutik dengan alat masakan.


"eh sayang, kok kamu ada disini? kenapa enggak istirahat aja." ujar wanita paruh baya itu.


"katakannya Kak Dewi, sumpek di dalam kamar mah. Apa lagi ada Kak Marcell di dalam, pastilah bosan lihat wajahnya Kak Marcell." celetuk Cantika yang tiba-tiba bicara.

__ADS_1


"awas ya kamu, dik." ancam Marcell yang sudah turun dari tangga kamarnya.


"ampun Kak." ucap Cantika yang langsung berlari menghindari kakaknya itu, dan terjadilah kejar-kejaran antara Cantika dan kakaknya itu.


__ADS_2