KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 160


__ADS_3

"kangen banget gw sama lo, Jes" ucap Tia yang sebari merenggangkan pelukannya.


"oh iya grils, sehabis pulang sekolah. Gw mau ngasih sesuatu sama kalian." ujarnya yang membuat mereka senang


Selang benerapa menit, guru pun datang dan mulai pelajaran. Seluruh murid-murid pun dengan fokus belajar.


***


"ayo guys, kita ke kantin. Udah lapar nih perut gw." sambil memegang perutnya


"lo mah kerjaan makan mulu, Rin." celetuk Tia


"sama lo juga gitu," sahut Dewi menimpali perkataan Tia. Sedangkan yang dia hanya cengengesan


Mereka pun langsung pergi ke kantin, dan sesekali mereka dapatkan godaan dari siswa Tunas Bangsa.


Siapa sih yang gak pingin, jadi pacar dari salah satu most wanted sekolah Tunas Bangsa ini. Boro-boro jadi pacarnya mereka, jadi teman mereka saja sudah bersyukur.


"Hay sayang, kamu sudah balik." sapa seorang laki-laki yang ternyata itu adalah Rangga.


"tentu sayang, aku sekarang ada di hadapanmu kan?" jawab wanita itu dengan senyum manisnya lalu berhamburan ke dalam pelukan laki-laki yang selama ini dia rindukan.

__ADS_1


"I miss you, Boys." ungkap wanita itu yang kini semakin mempererat pelukannya.


"Me too." jawabnya sambil mengelus punggung wanita yang sudah lama membuat relung hatinya kosong tanpa kehadiran wanitanya.


"ekhmm, masih ada kita ya." celetuk Dewi yang membuat mereka melepaskan pelukannya


"sorry, gw lupa kalau masih ada kalian." ucapnya sambil menahan malu. Karena bagaimana pun Dewi adalah sahabatnya, sekaligus sepupu dari kekasihnya


"santai aja kali, kayak sama siapa aja lo Jes." ujar Dewi yang langsung mengambil makanannya lalu berjalan meninggalkan kedua sejoli itu.


"woi anjir, main pergi aja." celetuk Tia yang langsung menghampiri Dewi yang di ekorin Rina dan Novi. Sedangkan kedua sejoli itu? Entahlah mereka pergi kemana.


***


"kenyang gw." ucap Tia sambil mengelus-ngelus perut datarnya itu


"udah kayak apa aja lo, Tia. Pakai ngelus perut segala." celetuk Rina yang sedari geli melihat tingkah sahabatnya itu.


"guys, lo ngerasa enggak sih. Kalau akhir-akhir ini mereka enggak ada kabar, atau bahkan menampak diri saja tidak." ucap Dewi


"maksud lo mereka itu, si Marcell sama teman-temannya?" tanya Novi yang kali ini membuka suara.

__ADS_1


"kalau Marcell sama Karan, gw mah tau kalau mereka sekarang lagi menjalankan tugas mereka yaitu jadi siswa pertukaran. Sedangkan Rio dan Yoga, kan mereka lagi bantuin Pak Setyo."


"lalu yang lo maksud siapa?" tanya Tia yang kali ini menimpali


"maksud gw si ketos arogan dan sombong itu." ucapnya


"oh maksud lo si Gibran?" tanya Rina


"iya"


"kenapa tumben lo tanyain dia? jangan-jangan lo suka sama dia?" tanya Tia dengan tatapan ngeintrogasi


"bu ... bukan gitu maksud gw. Biasanya tu orangkan selalu nongol di mana pun, dan kadang bikin ulah sama sikapnya yang arogan itu." balas Dewi


"udahlah enggak penting juga, gw ngebahas dia. Lebih baik dia gak kelihatan sama sekali, dari pada bikin gw darah tinggi." ujarnya lagi yang hanya di balas anggukan kecil


***


Kini mereka kembali ke kelas mereka, dan memulai pelajaran seperti biasa. Walau terkadang, mereka saling berbisik. Sehingga mereka di tegus sama Buk Sejati


"Dewi, Tia! Apa yang kalian bisikan. Jika kalian berdua ingin ngobrol, silahkan keluar dari kelas ini dan jangan ikut pelajaran saya." tegus Bu Sejati dengan wajah galaknya itu

__ADS_1


__ADS_2