
"bik, saya sama Anita mau ketoko kue nya mama dulu ya. Tolong jaga rumah ya bik, kalau ada apa-apa langsung telfon saya" ucap Dewi sopan
"baik non, saya pasti akan jaga rumah dengan baik. Non Dewi dan Non Anita, hati-hati dijalan ya" jawab bik ijah
"siap, Bik!" sahut Anita sambil tangan di tekuk di dekat dahi nya layak nya seperti memberi hormat dan bik ijah hanya tersenyum menanggapinya.
Dewi pun langsung menyetir mobil kesayangan nya itu pergi dari pekarangan rumah, dengan di temenin Anita disamping nya.
***
Akhirnya mereka sampai di sebuah toko kue yang cukup kekinian dikalangan anak remaja. Karena, tidak hanya terdapat kue saja.
Tetapi, ada beberapa menu jajanan yang lagi ngetrend di kalangan anak muda serta fasilitas yang sangat mendukung tempat itu. Oleh karena itu, toko kue ini selalu ramai pengunjung nya.
Dewi pun memarkir mobil nya, lalu dia dan Anita pun turun dari mobil. Mereka berdua pun masuk kedalam toko kue itu.
"Selamat datang buk, ada yang bisa saya bantu" ucap waiters yang pada saat itu melihat Dewi dan Anita masuk ke dalam
"sebentar lagikan teman saya akan datang kesini jadi, tolong siapkan hidangan dessert yang ada disini" ucap Dewi kepada waiters itu dengan sopan
"kira-kira untuk berapa orang ya buk?" tanya nya dengan sopan.
"sekitar 7 orang, nanti bawakan ke ruang VIP" ucap Dewi
"baik bu" balas waiters itu dengan membungkukan badan nya.
"gak nyangka ya kak, toko kue kita bisa sesukses ini" ucap Anita yang merasa bangga dan kagum akan toko kue milik mama nya itu.
"iya dik, berawal dari kita jual jajanan khas Nusantara sama beberapa menu dessert kekinian. Bisa membawa kita sampai ketingkat seperti ini" jawab Dewi yang mengingat perjuangan mama dan juga mereka berdua yang dulu nya hanya jualan jajan khas Nusantara. Itu juga, mereka jualan keliling² komplek rumah.
__ADS_1
Disaat mereka berdua tengah mengingat perjuangan itu tiba-tiba, ada seorang wanita menghampiri mereka.
"Dewi Anita" panggil seorang wanita yang menghampiri mereka.
Mereka berdua menoleh kesumber suara itu.
"Kak Ratna" ucap mereka berdua
"tumben kalian kesini? apa ada masalah?" tanya nya. Karena, biasanya mereka berdua akan turun tangan sendiri jika ada masalah ditoko.
"gak ada kok, Kak" sela Anita
"syukurlah, kalau memang tidak ada masalah." ucap Kak Ratna lega.
ternyata ada seseorang yang memperhatikan mereka bertiga.
"siapa dua cewek itu? kok kayak nya mereka akrab banget sama mbak Ratna" ucap orang yang diam² memperhatikan mereka.
"gw akan cari tau siapa dia." ucap nya. Lalu, ia pun berjalan kearah dimana Dewi, Anita dan Ratna berada
"maaf bu, saya mau bertanya mereka berdua siapa ya Buk? apakah karyawati baru disini?" ucap nya dengan percaya diri.
"gak sopan sekali cewek ini, apa dia pikir kita karyawan apa" ucap Anita pelan, tapi masih bisa didenger Dewi
"iya, saya karyawati baru disini. Kenalin nama saya Dewi dan ini adik saya Anita" sahut Dewi sambil mengulurkan tangan nya.
"oh, kenalin gw Nita karyawati senior disini!" ucap nya angkuh
"Nita, kamu kembali ketempat kamu dan satu lagi bertingkahlah dengan sopan!" tegas Kak Ratna.
__ADS_1
"iya, Buk" jawab nya langsung pergi dari sana.
"dik, kita keruangan kakak yuk" ajak Ratna
***
Disebuah ruangan yang mungkin itu merupakan ruangan bos.
"sebelumnya kakak minta maaf ya dik, atas tindakan Nita tadi" ucap Ratna saat mereka sudah sampai di ruangan.
"dia itu cuman sebagai karyawati aja sok, mana lagi kak Dewi ngapain bilang kalau kita berdua adalah karyawati baru!" ucap Anita kesal.
"jangan marah dulu, kakak sengaja bilang kalau kita berdua adalah karyawati baru ditoko ini. Karena, kakak mau ngetes setiap karyawan yang ada disini." jawab Dewi menjelaskan maksud nya tadi.
"kenapa Kak Ratna, gak pecat dia aja sih! lagian kita gak butuh karyawan seperti dia." ucap Anita lagi
"kakak yang nyuruh Kak Ratna, untuk tidak pecat dia" sela Dewi.
"kenapa kakak lakuin itu? kakak pasti tau betul, jika kita mempertahankan karyawan seperti itu yang ada semua karyawan ditoko ini bersikap seperti dia." jawab Anita
Dewi yang tau betul dengan sifat adik nya ini, yang tidak suka dengan orang yang bertingkah tidak sopan. Apalagi orang itu sepertu Nita.
"kita harus beri perlajaran sama dia, supaya karyawan yang lain tidak mengikuti sifat nya" sekarang yang bicara bukanlah Dewi, melaikan Ratna.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG