KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 169


__ADS_3

Yoga hanya membalasnya dengan cengiran kudanya. Membuat mereka yang ada disana memutar matanya dengan malas, termasuk Karan yang pingin sekali memukul sahabatnya yang random itu.


***


Tak terasa mereka semua harus berpisah pulang ke rumah masing-masing. Termasuk dengan dua sejoli yg sudah sangat familiar kita dengar, siapa lagi kalau bukan si manusia kutub utara dan si tukang ngegas.


"woi, Cel! Inget koe bawa anak orang, jangan di apa-apain." Pungkas Rio dengan mulut toanya itu.


"yang harusnya gitu itu lo kali, Yo. Biasanya lo kan suka hilaf, kalau berdua sama doi lo." Sahut Karan membalikkan ucapan Rio.


"hahaha, mampus! Emang enak di gituin," sindir Dewi dengan menyunggingkan senyuman mengejeknya, dan masih banyak lagi.


"Ye! Gue enggak bakalan seperti itu, gue tahu batasan kali." Membuat yang lain malas mendengarnya.


Lalu mereka berempat berpencar di pengkolan jalan utama. Ada yang belok ke kiri, ada yang kanan dan ada pula yang ke depan.


***


Pov: Karan & Novi


"Kamu mau ngajak aku kemana?" tanya Novi di sela-sela perjalanan mereka.

__ADS_1


"kemana aja, asalkan bisa berduaan bersama kamu." Sambil melirik Novi dari kaca spion motornya, disana terlihat jelas raut wajah cantik kekasihnya itu.


Ah! Serasa jiwa jombloku meronta ingin juga merasakan hangatnya sebuah hubungan dan menjalin cinta versi anak SMA. Tapi apalah dayaku, hidup ini hanya menentu dalam dunia fantasi.


Kini kedua sepasang kekasih itu telah sampai di sebuah gubuk kecil namum terlihat indah, dengan di hidangkan pemandangan yang sangat indah. Ditambah dengan sepoyan angin menghembus menerpa pepohonan yang berada di sekitar gubuk itu, membuat mata ini sangat nyaman memandangnya, apa lagi berdua dengan seseorang yang kita cintai.


"Kamu suka?" tanya Karan saat melihat ekspresi wajah ceweknya yang semakin hari semakin bertambah cantik.


"suka banget," sambil menutup mata menikmati hembusan angin yang menerpa wajah cantiknya itu.


Namun seberapa detik ada sebuah tangan kekar memeluk dirinya dari belakang, dan menaruh dagunya di ceruk leher sang gadis sambil menghirup aroma vanila yang membuat dirinya semakin candu.


"aku juga sayang kamu, Karan. Malahan aku semakin sayang, sayang, sayang sekali sama kamu." Membuat si pemilik nama itu tersenyum manis.


***


Beda halnya dengan dua sejoli yang terkenal receh di antaran mereka berdelapan. Tapi ketika mereka sedang berdua seperti sekarang, mereka terlihat dua sepasang kekasih yang sangat romantis. Pasangan itu tak lain adalah two R, alias Rio dan Rina.


Kini mereka berdua tengah duduk di atas rumah pohon yang sangat indah itu, ditambah si penikmat rumah pohon itu dibuat takjub dengan pemandangan di bawah rumah pohon itu. Apa lagi dari atas kita bisa lihat sebuah gunung yang terbentuk sangat sempurna itu, sungguh pemandangan itu tak hentinya mendapatkan pujian dan rasa syukur.


"sini sayang duduk disebelah aku," ajak Rio membuat Rina yang semula berdiri didepan balkon mini itu, lantas menghampiri sang kekasih.

__ADS_1


Rio pun langsung merangkul pundak Rina dengan sesekali ia menciumi puncuk kepala Rina.


"siapa yang buat ini?" tanya Rina sambil menatap mata Rio dengan tulus.


"Aku ...,"


"Aku yang sengaja membuat rumah pohon ini, karena bagiku tempatnya pas untuk di jadikan rumah pohon. Dan tidak hanya itu saja, aku yakin kamu belum pernah ke rumah pohonkan?"


"kok kamu bisa tahu kalau aku belum pernah menginjakkan kaki di rumah pohon." Jawabnya dengan penuh kekaguman atas usaha yang telah dilakukan oleh Rio untuknya.


.


.


BERSAMBUNG


.


Maaf ya guys baru bisa update sekarang, soalnya aku di sibukkan dengan hari raya dan juga yang lainnya. Oh iya belum sempat ya aku ucapkan Happy New Year untuk kita semua, semoga apa yang kalian dan author mimpikan di tahun 2022. Bisa tercapai di tahun 2023 ini, dan semoga kebahagiaan serta kesuksesan selalu menyertai kita di tahun ini.


Jangan lupa juga, berkah Tuhan yang selalu menyertai kita😇

__ADS_1


__ADS_2