KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 163


__ADS_3

"Bila itu terjadi, aku akan merebut cintamu kembali. Bila perlu nyawaku akan aku pertaruhkan." Jawabnya dengan penuh keyakinan


Dewi pun langsung memeluk erat tubuh kekar laki-laki itu dengan erat, sebagai tanda bahwa ia tidak ingin kehilangan laki-laki itu.


"Sudah meweknya, sekarang kita mau kemana lagi? Hamba siap mengantarkan Tuan Putri," ucapnya yang dibalas kekehan kecil dari Dewi.


"Kemana pun kau mengajakku, aku siap mengikuti. Bila perlu sekalian ajak aku ke KUA." Ujar Dewi dengan gelak tawanya.


"kalau itu aku pasti akan mengajakmu, namun bukan sekarang." Sambil mencium puncuk kepala Dewi dengan lembut.


Begitu sepasang dua insan yang sedang di mabuk asmara. Mereka akan menuangkan semua kasih sayangnya dan juga kerinduannya selama ini.


**


Sebuah mobil sport keluaran terbaru berwarna hitam itu memasuki pekarangan sebuah rumah yang bak istana itu.


"Mau mampir dulu?" tanya Dewi kepada laki-laki yang ada di sampingnya itu


"lain kali saja."


"ya sudah aku masuk ke dalam dulu ya. Kamu hati-hati dijalan ya." Ujarnya


"Iya sayang, mana ciumnya?" goda Marcell sambil menunjukkan pipinya


Bukan hal yang lumrah lagi, jika Marcell minta pipinya dicium.

__ADS_1


Cup


Sebuah kecupan mendarat dengan sempurna di pipi kiri Marcell, membuat si empunya tersenyum senang.


"aku masuk dalam ya, ingat jangan ngebut bawa mobilnya." Sambil menatap manik mata warna hitam itu dengan pekat


"iya sayang. Kamu jangan lupa istirahat, jangan begadang." Jawabnya sambil mengecup kening Dewi dengan penuh kasih sayang dan lembut.


Ah! buat kaum jomblo iri aja. Lalu mobil hitam itu pun pergi dari pekarangan rumah Dewi.


Saat hendak ingin masuk ke dalam, "Tadi siapa kak?" tanya Anita yang muncul dari balik pintu rumah.


"Marcell." Jawabnya singkat


"Kamu enggak tidur dik?" tanya Dewi yang melihat adik kesayangannya itu berjalan menuju sofa ruang keluarga.


"besok aku libur, Kak."


"Emang ada acara apa dik? kok sekolah kamu libur?" tanya Dewi bertubi-tubi


"Iya karena kakak kelas aku, lagi ada try out. Makanya dih anak kelas 7 sama kelas 8 di liburkan, lebih tepatnya bukan libur sih. Tapi belajar dirumah." Jelasnya yang hanya dapat anggukan pelan dari Dewi


Lalu ia pun ikut bergabung bersama adiknya untuk sekedar duduk santai dan sesekali membalas chat dari Marcell.


***

__ADS_1


"Kak bangun, enggak sekolah?" ucap Anita sambil menggoyang-goyangkan bahu kakaknya dengan pelan


"hmm," lalu ia pun bangun dari tidurnya


"selamat pagi kak." Ucapnya lagi saat melihat Dewi sudah terbangun


"Pagi juga dik," balasnya sambil menyikap selimut tebalnya ke samping. Lalu beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap, sedangkan Anita membantu membersihkan kamar kakaknya itu.


^^


Dewi yang sudah siap dengan seragam sekolahnya langsung duduk di atas meja makan, untuk sarapan.


"Dik, kamu gak sarapan?" tanyanya saat melihat Anita duduk di sofa sambil menonton tv


"Nanti saja kak. Kak Dewi saja duluan sarapan, nanti keburu telat." Jawabnya yang dibalas deheman, lantas ia pun mengambil selembar roti tawar dan mengoleskan selai coklat itu. Serta ditemani dengan segelas susu hangat.


***


Dewi yang sudah sampai disekolah. Ia langsung berjalan ke koridor kelas. Namun saat ia berbelok, tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang.


Bruak


"Aduh," ringisnya sambil memegang dahinya


"kalau jalan tu hati-hati." Ketus orang itu, yang membuat Dewi medongakkan kepalanya ke atas dan menatap siapa orang itu.

__ADS_1


__ADS_2