KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Kamar 345


__ADS_3

"gak bisa mah dik, ini sangat penting klok gitu Dewi pamit dlu" ucap Dewi langsung menuju garasi motor lalu dia menggunakan ninja kesayangan nya dengan memakai jiket kulit


Dewi langsung tancap gas motor nya dan pergi menuju alamat yang sudah di kirim oleh Novi


"jika sampai semua yg di katakan Novi itu benar jangan harap cewek itu bisa lolos dari gw" batin Dewi dengan emosi tapi masih bisa dia kendalikan


***


Dewi pun sudah sampai di hotel itu dan di depan hotel sudah ada Novi berserta kakak nya


"Dewi lo harus tahan emosi ya, kita kan gtw apa yang benar" ucap Novi yang tau jika aku sedang marah


"tenang aja Vi gw bisa kok kendaliin emosi gw" jawab nya


"ya udh skrg kita ke Front office untuk minta kunci cadangannya" sahut kak Putra


mereka bertiga pun sampai di kantor depan hotel itu (Front office)


"selamat malam pak apa bisa saya bantu" ucap seorang wanita penjaga F.O


"pak² gw masih muda kalik" ucap Kak Putra yang gak suka di panggil pak


"udh deh pkek bertengkar, mbak kedatangan saya kesini saya mau mnta kunci cadangan dari kamar 345 yaitu kamar yang di tempati bapak dari teman saya ini" jelas Novi baik²


"maaf dik saya tidak bisa menyerah kunci cadangan kamar itu dan itu privasi dari tamu kami" jawab wanita itu


"tapi ini penting mbak" ucap Novi lagi


"maaf dik saya gak bisa" jawab nya

__ADS_1


"shittt, gini aja deh panggil pemilik hotel ini saya mau ngomong sama nya" sahut Dewi udh kesel


"mau ngapain dik?" tanya wanita itu


"UDH DEH GAK USH BANYAK TANYA CEPETAN TELPON PEMILIK HOTEL INI SEKARANG" ucap Dewi tegas


wanita itu pun langsung menghubungi bos nya


"selamat malam pak, maaf mengganggu ada seorang gadis remaja sedang mencari bapak" ucap wanita di telfon


"balabsislalj"


"maaf dik nama kamu siapa?" tanya wanita itu ke Dewi


"Dewi" jawab nya dingin


"nama nya Dewi pak" ucap wanita ke boss nya


"baik pak" ucap wanita


"mohon ditunggu ya dik, bentar lagi bos nya akan datang" ucap wanita itu ke kami bertiga


"iya" jawab kita singkat


beberapa menit pemilik hotel itu pun datang


"Dewi" panggil seseorang


"Om Hendra, om tolong bantu Dewi untuk mntk kunci cadangan dari kamar 345 om" ucap Dewi sambil memohon

__ADS_1


"emang kamu mau nyarik siapa di kamar itu?" tanya Om Hendra


btw Om Hendra itu adalah teman mama nya Dewi dulu waktu SMA


"aku mau memastikan apa benar di kamar itu ada papa sama wanita lain" ucap Dewi


"tapi ini privasi Dewi gak boleh sembarangan orang bisa mnta kunci cadangan, dan emang benar papa kamu ada disana? klok ternyata itu orang lain gmn?" jelas Om Hendra


"maka nya itu aku kesini jauh² untuk memastikan apa bener itu papa atau bukan" jawab Dewi


"tap--" ucap om Hendra terpotong


"jangan² om bersekongkol sama papa ya?" ucap Dewi dengan tatapan penuh selidik


"gak mungkin om sekongkol sama papa kamu, lagian om juga gtw papa kamu ada disini" jawab om Hendra


"pokok nya Dewi mau kunci cadangan kamar itu atau Dewi akan" ucap Dewi terpotong


pyeang anggap suara pecahan kaca


Dewi melempar pas bunga yang ada di atas meja F.O


"kamu apa² sih Dewi kamu gak sopan sama saya, saya ini pemilik hotel ini kamu harus nya sopan sama saya" ucap Om Hendra marah karena Dewi tidak sopan terhadap nya


"oke klok om gak mau kasik kunci nya oke gpp, biar aku yang ke kamar itu dan aku akan buktikan pada om klok papa ada disini" ucap Dewi tegas lalu lari menuju lift


"Dewi" panggil kak Putra dan Novi ikut mengejar Dewi


mereka bertiga sudah masuk ke dalam lift lalu menuju ke kamar 345

__ADS_1


om Hendra juga mengejar Dewi namun saat di lift, lift itu sudh tertutup


__ADS_2