
Didalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali, karena Dewi dan Anita langsung tertidur saat perjalanan pulang kerumah.
Namun, ada salah satu gadis cantik yang sedang tertidur pulas itu mampu membuat seorang laki-laki dingin yang selalu memasang wajah datar itu, tiba-tiba menyunggingkan sebuah senyuman manis dibibir pink miliknya.
"kamu tertidur seperti ini saja sudah sangat cantik, apalagi saat kamu terbangun." ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Marcell kekasih dari Dewi dan sesekali dia membelai rambut panjang milik Dewi.
****
Akhirnya mobil yang dibawa oleh Marcell telah sampai di rumah Dewi.
"Dewi bangun yuk, kita sudah sampai." panggil Marcell lembut sambil membelai pipi gadis itu.
"hmm, dik bangun kita sudah sampai." ucap Dewi sambil membangunkan adiknya yang sedang tertidur dikursi belakang
Anita pun terbangun sambil sesekali mengucek matanya untuk menyadari dirinya dari dunia mimpi
"aku masuk duluan ya kak, aku ngantuk banget." ucap Anita yang terus menguap
"iya dik, selamat malam." sahut Dewi
"hmm malam juga kak." jawab Anita yang langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah
"aku masuk kedalam ya sayang, kamu hati-hati dijalan." tutur Dewi kepada Marcell
"iya sayang." jawab Marcell
__ADS_1
saat Dewi ingin membuka pintu, tiba-tiba Marcell memegang tangan Dewi yang langsung membuat dia berbalik.
"kiss nya mana?" tanya Marcell
Dewi pun langsung mencium kedua pipi Marcell, "Emuah, udah kan?" tanya Dewi
"Sudah." jawab Marcell sambil tersenyum, lalu dewi langsung keluar dari mobil
"selamat malam dan selamat mimpi indah ya, Sayang." ucap Marcell saat kaca mobil diturunkan
"hmm iya, kamu juga." jawab Dewi yang dibalas anggukan.
mobil yang dibawa Marcell pun sudah keluar dari pekarangan rumah Dewi, begitu juga dengan Dewi yang sudah memasuki rumah.
***
"Pagi semua." salam Anita kepada semua art di rumah
"pagi juga, Non Anita." jawab bik ijah selaku art disana sekaligus tukang masak
"kakak belum bangun, Bik?" tanya nya
"be-" ucap bik ijah kepotong
"hmm, ada yang nyariin nih." potong Dewi sambil turun ke bawah dengan menggendong tasnya
__ADS_1
"pagi, kak." salam Anita ke kakaknya
"pagi juga adik kakak yang cantik ini." balas Dewi sambil memberikan ciumam hangat ke kening Anita
"tumben nih,mimpi apa semalam kak?" tanya Anita yang heran dengan sikap kakaknya yang tiba-tiba mencium keningnya
"gak ada sih, kakak cuman pingin saja." jawab Dewi santai yang langsung pergi ke meja makan
"kamu mau berdiri saja, atau mau sarapan." ujar Dewi lagi yang langsung membuyarkan lamunan Anita
selama sarapan Dewi dan juga Anita tidak mengobrol pada saat makan, jadi di meja makan itu hanya ada suara dentingan garpu dan juga piring yang saling bersahutan.
"ayo, kakak antar kamu ke sekolah." ajak Dewi yang langsung dianggukin Anita
"Bik ijah, kita berdua pamit ke sekolah ya." ucap Dewi berpamitan kepada bik ijah, walau beliau cuman sebagai art di sana. Tapi, Dewi dan keluarga nya tidak pernah menganggap art di rumah sebagai bawahan dan juga atasan.
Tapi, keluarga Dewi menganggap mereka sebagai keluarga mereka sendiri.
"hati-hati ya non di jalan." ucap Bik ijah selaku art di sana
"siap bik." jawab mereka berdua yang langsung pergi keluar dan menuju bagasi mobil dan menjalankan mobil kesayangannya.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG