KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Perdebatan


__ADS_3

setelah kepergian Marcell dari uks itu, sontak membuat Dewi melamun


"sebenarnya dia ganteng sih, cuman saja sifatnya yang dingin buat gw kesal" batin Dewi tanpa sadar sebuah senyuman terukir dibibir nya.


"woi Dewi kenapa lo senyum-senyum sendiri?" tanya Tia


"apa jangan-jangan lo suka ya sama Marcel si ketos dingin itu." imbuh Rani


"apaan sih kalian gak jelas banget, siapa juga yg suka sama si ketos kulkas itu. Ogah amat gw kalau suka sama dia" elak Dewi padahal sebenarnya dia sudah mulai tertarik akan pribadi Marcell.


"awas lo Wi, kemakan omongan sendiri." olok Novi


semua nya tertawa bahagia karena bisa menggoda temannya ini dan Dewi hanya bisa memasang wajah cemberut


"ayok gusy daripada kita menggoda Dewi terus lebih baik kita ke kantin aja, bel istirahat juga sudah bunyi dan perut gua udah laper dari tadi" ajak Rani yg tumben ngomongan nya bener padahal biasanya selalu *****


"ya udah ayok gusy, kasian Rani yang udah kelaperan jangan sampai dia pingsan seperti Dewi. Yang ada kita yang repot harus ngegendong dia." ledek si Tia yang membuat Rina memasang wajah kesalnya.


akhirnya mereka menuju ke kantin, disaat Dewi memasuki kantin matanya tanpa sengaja melihat Marcel dan temen-temannya yang sedang duduk di salah satu meja paling pojok. Marcell yang juga tanpa sengaja melihat Dewi yang berdiri sambil menatap nya pun membuat Dewi mengalihkan pandangannya.


"eh gusy, kantin nya udah penuh nih apa lagi gak ada meja buat kita berempat" ucap Tia sambil melihat sekelilingnya.


"gimana kalau kita bergabung di meja nya Marcel?" saran Dewi


"boleh juga, ayok gusy" ajak Rani


mereka pun menghampiri meja yang dimana Marcell dan teman-temannya sedang duduk. Setelah mereka sampai di meja nya Marcel and the gengnya.

__ADS_1


"Hai, apa aku dan teman-temanku boleh ikut bergabung?" tanya Dewi yang tumben menggunakan kata aku-kamu.


"oh boleh banget,apa sih yang gak boleh buat neng Dewi" jawab Rio temen nya Marcel


"makasih" jawab Rina dan Tia bersamaan


akhirnya mereka pun bergabung bersama Marcel dan teman-temannya di satu meja dengan posisi duduk


Dewi disamping Marcel,Rina disamping Rio,Tia disamping Yoga,dan Novi di samping Karan. Mereka makan bersama dengan saling bercanda gurau.


Marcell yang melihat Dewi yang tertawa lepas seperti itu, membuat Marcell sempat tercengah dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.


Karan yang melihat sahabatnya yang melamun sambil tersenyum pun, langsung menyenggol Marcell menggunakan siku nya


"kenapa lo?" tanya Karan


Saat mereka tengah asik bercanda, tiba-tiba dibuyarkan dengan suara bell masuk kelas


Tet ..... tet .... tet ....


mereka berenam pun balik ke kelas mereka masing-masing.


*****


Akhirnya mereka sampai di kelas, bersamaan dengan musuh bebuyutan mereka


"minggir lo, gw mau masuk" perintah orang itu sambil ngedorong Tia yang hendak ingin masuk kedalam

__ADS_1


"Apa-apaan lo, main ngedorong gw" marah Tia saat dirinya di dorong orang itu


"dan siapa lo? ngerintah gw" pekik Dewi sambil berkacak pinggang


"gw anak dari pemilik sekolah ini" ucap nya sambil memangku tangan di dada


"cihh, anak lampir aja sok" cibir Tia


"Apa lo bilang?" geram nya.


"ANAK LAMPIR!" ucap Tia lagi sambil menekan setiap kata-kata


"Lo" tunjuk wanita itu kearah Tia


plak


"gak usah nunjuk gw dengan jari kotor lo itu" ucap Tia sambil menepis tangan orang itu.


"Udah gak usah bertengkar." lerai Novi


"bisa gak sih sehari saja gak usah buat keributan! gw capek tau gak ngedengar kalian bertengkar tanpa alasan." geram Novi


"itu teman lo yang duluan cari masalah sama gw" ucap Siska


"lo yang duluan, udah tau kita mau masuk lo pakai ngedorong kita. Lo pikir ni kelas milik nenek moyang lo." cetus Tia


"Udah diam! lagian lo juga salah Siska" ucap Novi

__ADS_1


__ADS_2