
***
"pagi mama, dik." salam Dewi
"pagi sayang." jawab Mamanya yang sebari menata sarapan di meja makan.
"tumben kakak bangun pagi, biasanya selalu di bangunin." cibir adiknya yang sedang memakan roti yang sudah diolesin selai stroberi
"ya pingin aja sih." jawab Dewi singkat
"sudah gak usah dibahas lagi, sekarang habiskan sarapan kalian." pinta Mamanya menengahi
~mereka pun sarapan bersama~
"Mama kak, aku berangkat duluan ya." ucap adiknya setelah selesai sarapan
"mau mama anter?" tanya Mama
"gak usah mah, aku dijemput sama Risa." jawab Anita
"ya sudah hati-hati dijalan ya." ucap Mama
belum ada beberapa menit tiba-tiba Anita berteriak, "KAKAK, ADA YANG NYARIIN KAKAK, COWOK. GANTENG KALI" teriak Anita didepan pintu
"😳gimana nih, mama marah gak ya." batin Dewi yang seketika gugup
"sayang, itu temen kamu sudah jemput di depan. Oh iya tadi adik kamu bilang cowok ya? apa itu pacar kmu?" tanya mama dengan sedikit menggoda anak nya
"ahh an anu mah itu." ucap Dewi gugup
"udah ahh mama mau lihat seganteng apa sih cowok nya." goda Mama
"apa sih mah." malu Dewi lalu mengikuti langkah mama nya yang menuju kedepan.
__ADS_1
***
"pagi tante." salam Marcell
"pagi, nyari Dewi ya?" tanya Mama
"i-iya tante, Dewinya ada?" tanya Marcell balik
"oh ada, bentar ya... Dewi beneran kamu dicariin sama cowok nih ganteng lagi." panggil Mamanya sambil memuji Marcell
"iya mah bentar." ucap Dewi
"ini loh kamu di cariin sama temen kamu, siapa nama mu tadi nak?" tanya Mama
"Marcell tante." jawab Marcell sopan + lembut
Hmm, ya kali dingin sama orangtua
"tu dicariin Marcell." ucapMama
"yaelah cuek amat, awas lo nanti pacar mu diambil orang." ledek Mama
"siapa sih mah yang pacaran, kenal aja baru." jawab Dewi dingin
"beneran juga gak apa kok, mama setuju." ujar mamanya sambil sedikit tertawa. Sedangkan Marcell hanya diam mendengar perdebatan antara ibu dan anak ini
"kalau begitu, kita pamit berangkat sekolah ya Tante." ucap Marcell sopan sambil bersaliman
"tumben ni orang ngomong panjang bener, biasanya selalu irit." batin Dewi
"hati-hati ya nak di jalan." jawab Mama yang di anggukin Marcell
***
__ADS_1
saat mereka udah berada di dalam mobil dan udah dalam perjalan ke sekolah tiba-tiba
"lo ngapain sih pakai jemput gw segala." ucap Dewi cuek
"jangan kegeeran dulu." jawab Marcell yang kembali dengan mode dinginnya
"maksud lo?" tanya Dewi yang bingung
"gw jemput lo, karena ada maunya." jawab Marcell santai
"oo jadi lo, jemput gw karena ada maunya gitu. Jahat banget sih lo." ujar Dewi marah
Marcell tidak menjawab perkataan Dewi, dia malah berhenti di pinggir jalan.
"lo mau ngapain? jangan macem-macem ya lo." ancam Dewi sambil menutup dadanya, karena dia pikir Marcell akan melakukan sesuatu pada dirinya.
"ngapain lo?" tanya Marcell balik, "Jangan-jangan lo pikir gw mau ngelakuin sesuatu sama lo." timpal Marcell
"memang lo mau ngapain? pakai berhenti di pinggir jalan." tanya Dewi
"nih lo baca." ujar Marcell sambil memperlihatkan isi chat whatsapp di handphonenya.
Dewi pun membaca isi chat itu yang berisikan, "*Nak, ibu minta tolong sama kamu. Tolong belikan satu bungket bunga karena, mau ibu bawa ke kunjungan sekolah di sekolah lain."
"Belinya di tempat ibu biasa beli ya, Nak*." dari Bu Erna wali kelas IPA 1
Dewi pun mensecroll chat itu kebawa dan isi chat itu lagi, "Maaf bu, Marcell tidak tahu tempat ibu biasa beli di mana." balas Marcell dan di jawab lagi sama Bu Erna, "Kamu pergi sama Dewi anak kelas IPA 2, nanti ibu kirim alamat rumahnya sama nomor handphonenya. Karena cuman dia yang tahu langganan ibu."
Setelah selesai membacanya, Dewi menyerahkan handphone itu ke pemiliknya.
"sudah tahukan alasannya." ucap Marcell
"iya." jawab Dewi dingin
__ADS_1
"Kenapa malah dia yang dingin sih, seharusnya kan gw. Dahlah bodoamat." batin Marcell