
"apa papa pernah mikir gimana perasaan kami saat papa gak pernah kasih kabar ke kita, papa masih sayang enggak sih sama keluarga kecil papa? jika seperti wanita ini katakan kalau mama jarang atau tidak pernah melayanin papa secara batin. Maka seharusnya papa mikir, mungkin saja mama lagi capek kerja dan ngurusin anak, suami dan juga rumah. Seharusnya papa juga bisa ngertiin keadaa mama! jangan mama terus yang ngertiin papa dan ngikutin kemauan papa! Tapi aku bangga sama mamaku dia tidak pernah selingkuh atau main gelap di belakang papa," ucapnya terhenti sejenak untuk menarik nafas dan mengatur emosi untuk sejenak lalu dia melanjutkan ucapannya lagi.
"apa papa pernah lihat gimana sulit dan susah nya mama mencari uang?, papa juga gak pernah kan kirim uang bulanan untuk mama dan mama pun juga enggak merengek uang bulanan kepada papa! Coba deh papa pikir sekarang, gimana perasaan mama saat tau papa kaya gini." timpalnya dengan jelas dan tegas
"papa tau, papa salah tapi papa juga seorang laki-laki normal yang memiliki nafsu, kamu masih kecil kamu gak tau apa tentang semua ini ... jika kamu sudah menikah di sana kamu akan baru tau dan mengerti maksdu papa." jelasnya yang tidak memiliki rasa malu berucap seperti itu di depan anaknya dan juga yang lainnya.
"anak kecil sok nasehatin orang dewasa, kalian pergi saja sana ganggu kita lagi berhubungan aja. sahut wanita itu dengan tidak tau malu yang membuat Dewi semakin marah, karena dia tidak ingin ada yang ikut campur dalam urusan keluarganya.
"DIAM LO YA GW GAK NGOMONG SAMA LO! LO YANG PERGI SANA ATAU PERLU GW PANGGIL SATPAM UNTUK NGUSIR LO DARI SINI? ATAU LO MAU GW PANGGIL PEMILIK HOTEL INI UNTUK NGUSIR LO!" murka Dewi dengan tatapan yang penuh marah dengan tangan yang sudah menggumpal.
"cihh, panggil aja toh juga kalian yang di usir karena masuk ke dalam hotel." remeh wanita itu seolah-olah ingin menantang Dewi
"UDAH DIAM!!!" sahut Kak Putra yang menerai perdebatan antara Dewi dengan wanita itu
"maaf ya sebelumnya saya gak ada maksud untuk ikut campur, tapi anda seharus nya malu berkata seperti itu kepada anak dari laki-laki yang anda ajak berhubungan ini, apa anda gak punya hati sedikit saja atau rasa malu?" ujar Kak Putra yang langsung tepat sasaran.
__ADS_1
"pasti lo di bayar ya sama anak ini, di bayar dengan apa? uang? atau dengan ...." sambil menatap remeh dan jijik ke arah Dewi yang sedangkan dialah yang paling menjijikam disini.
"GW GAK PERNAH JUAL DIRI KAYA LO, LO ITU WANITA SAMPAH YANG DI AMBIL ORANG UNTUK MEMUAS NAFSU PARA LAKI-LAKI BAJINGAN, BEJAT! DAN ITU YANG LO BANGGAKAN DARI DIRI LO ITU? CIHH! GELI GW LIHATNYA! " ejek Dewi yang menimpali ucapan wanita itu dengan penuh kejijikan
"DEWI KAMU SUDAH KETERLALUAN! , APA INI YANG DI AJARKAN MAMA MU? ... BERKATA TIDAK SOPAN SEPERTI INI DAN MEMALUKAN SEPERTI INI?" yang mempertanyakan didikan ibunya yang membuat Dewi semakin tersulut emosi
"prok ... prok .... hebat banget, hebat ya papa lebih membela wanita j***** ini dari pada darah daging papa sendiri? dan papa mempertanyakan ajaran mama ke aku, DENGAR YA TUAN ALEXSANDRA MAHESA! MAMA SAYA SELALU MENGAJARKAN ANAK-ANAKNYA TENTANG HAL BAIK BUKAN HAL BURUK YANG SEPERTI ANDA LAKUKAN SEKARANG!, SEHARUS NYA SAYA YANG BERTANYA KEPADA ANDA INI YANG ANDA AJARKAN KEPADA ANAK-ANAK ANDA!" ucap Dewi membalikkan perkataan papanya itu dengan menyebut nama papanya.
plak satu tamparan lolos di pipi mulus Dewi dengan sangat keras, yang membuat pipi Dewi memerah dan terasa panas
"DENGAR TUAN ALEXSADRA MAHESA, PADA SAAT ENGKAU MENDERITA DAN MERASA BERSALAH ATAS PERBUATANMU DAN DATANG UNTUK BERMINTA MAAF KEPADAKU ATAUPUN KELUARGAKU. MAKA PADA SAAT ITU AKU GAK AKAN MEMAAFKANMU, CAMKAN ITU!" ucapnya lagi yang penuh dengan kekecewaan
Seorang laki yang paling dia sayang yang gak pernah berkata kasar atau bahkan menamparnya sekarang berani menamparnya di depan wanita yang gak tau asal usulnya dari mana.
"Dewi maafkan papa, papa gak sengaja menampar kamu nak." ucap papanya
__ADS_1
"DON'T TOUCH ME! ANDA BUKAN PAPA SAYA, ANDA HANYA TUAN ALEXSANDRA MAHESA YANG BERWATAK EGOIS! MULAI SEKARANG ANDA BUKAN PAPA SAYA LAGI! .... AKANKU DOAKAN SEMOGA ANDA TIDAK TERKENA PENYAKIT IMS (infeksi menular seksual)!" ujar Dewi lalu pergi dari kamar itu dengan hati yang benar-benar hancur
"Dewi!" teriak Tuan Alexsadra frustasi
Kak Putra dan Novi pun mengejar Dewi, mereka takut Dewi kenapa-kenapa karena dalam keadaan tersulut emosi.
tapi sayang, Dewi sudah masuk ke dalam lift dan lift iti sudah tertutup sedangkan kak Putra dan Novi datang terlambat
"gimana nih kak, Novi takut terjadi sesuatu!" khawatirnya dengan raut wajah yang cemas
"kamu kuatkan, turun ke bawah pakai tangga ini?" jawab Kak Putra sambil menunjuk tangga Novi pun menganggung pertanda dia kuat
"Yakin dik?" tanya kakaknya memastikan lagi, bukan karena dia takut Novi enggak kuat turun tangga. Melainkan dia takut Novi kepleset saat dia berlari.
Setelah memastikannya, mereka berdua pun langsung turun ke bawah dengan tergesa-gesa
__ADS_1
coba kalian bayangin gimana capeknya turun tangga dari lantai 2 ke lantai dasar, mana lagi takutnya kepleset pas turun > author