KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 150


__ADS_3

Akhirnya mereka berada di kelas, sedangkan Karan dan Marcell sudah balik ke sekolah saat Marcell mendapatkan telfon dari kepala sekolah Tunas Bangsa.


"Oh iya guys, tinggal berapa hari lagi kita menuju UN?" tanya Tia saat mereka berempat sedang duduk santai menikmati free time.


"tinggal 4 hari lagi, kita udah menuju UN," sahut Novi yang menjawab pertanyaan sahabatnya itu


"maka dari itu, kita harus lebih exsra belajarnya. Jangan karena sekarang kita free time, kita dengan santai menikmati waktu yang kosong ini." Timpalnya lagi yang membuat Rina dan Dewi menoleh kearahnya


"Kenapa lo pada noleh gw seperti itu? gak salahkan yang gw bilang?" imbuhnya yang membuat Dewi menaikkan kedua bahunya pertanda dia gak mempersalahkan ucapannya barusan.


"dahlah, gw malas ngomong sama kalian." rajuk Novi yang langsung membalikkan posisi badannya ke depan dan melanjutkan aktivitasnya membaca buku.


"Apakah dia merajuk?" tanya Dewi ke Rina yang kebetulan duduk di sebelahnya


"entahlah saya pun tak tahu."


****


Sedangkan disisi lain ada seorang gadis remaja yang sebayan dengan Dewi, berusaha untuk mendekati seorang laki-laki tampan yang belakangan ini membuat dirinya tergila-gila.


" Aku suka sama kamu, kenapa kamu gak bisa terima cintaku." ucap gadis itu sambil berusaha untuk mendekati laki-laki itu


"Tapi aku tidak menyukaimu, apalagi kenal sama kamu. Aku mohon menjauhlah dariku." tolak laki-laki itu, yang jelas-jelas sudah menolak dirinya secara trang-trangan.


"tapi ... tapi aku beneran sayang sama kamu, Marcell." ucap gadis itu sambil menyebut nama laki-laki yang dia sukai.


Marcell yang pertama kalinya bicara panjang lebar kepada wanita lain, membuat Karan yang menyaksikannya hanya terdiam.


"ayo ran, kita ke kelas." ajak Marcell kepada Karan


"lihat saja Marcell, aku akan melakukan apapun yang bisa membuat kau jatuh kedalam pelukkanku." ucap gadis itu saat dia melihat Marcell sudah pergi menjauh.


Kira-kira siapa sih wanita yang akan menjadi musuh Dewi lagi?🤔

__ADS_1


Flasback sebelum kejadian tadi


"Sayang aku balik ke sekolah dulu ya, karena tadi aku di telfon oleh kepsek Nusa Bangsa." ucap Marcell yang ijin balik ke sekolah kepada kekasihnya itu.


"oh gitu, ya sudah deh. Kamu hati-hati ya dijalan, jangan lupa jaga mata jaga hati." pinta Dewi


"iya sayang, mataku ini hanya untuk melihatmu, dan hati ini sudah tertulis namamu." ujar Marcell sambil menggenggam tangan Dewi dengan lembut


"ya sudah sana balik gih, biar gak di cariin."


Setelah dia berpamitan kepada Dewi, dia langsung balik ke sekolah Nusa Bangsa bersama Karan.


sesampainya di lokasi, tiba-tiba Marcell menghentikan langkahnya, yang membuat Karan tak sengaja menambraknya


Brug


"Cell, lo bisa gak kalau mau berhenti itu jangan mendadakan. Untung aja hp gw enggak jatuh." ucap Karan


"emang kenapa? biasanyakan kita lewat sini, Cell." tanya Karan


"Sudah ikutin aja apa yang gw bilang." tegas Marcell yang langsung berbalik badan dan ingin pergi.


Tapi langkahnya seketika dibuat berhenti oleh panggilan seseorang.


"MARCELL TUNGGU!" teriak seorang wanita yang memanggil namanya.


Marcell yang sudah tahu siapa orang itu, langsung melanjutkan langkahnya lagi. Membuat wanita itu berlari kearahnya.


"Marcell tunggu." halang wanita itu di hadapan Marcell yang membuat dirinya menghembuskan nafas dengan grusar.


"Ada apa." ketusnya


"kenapa kamu gak berhenti sih? Kan aku capek ngejar kamu." rengek wanita itu dengan ekspresi wajah yang membuat Marcell ingin muntah pada saat itu, namun masih dia tahan.

__ADS_1


"To the point." ucap Marcell dengan mode kutubnya.


"Oke, aku mau to the point. Aku mau bilang, nanti malam kamu ada waktu gak? Karena aku mau ngajakin kamu dinner." ucapnya yang membuat Karan kesedak


" uhuk ... uhuk ..., baru pertama kali gw nemu cewek yang ngajakin cowok ngedate." sahutnya


"Diem lo! gw gak ngomong sama lo." ujarnya kepada Karan yang membuat Karan diam, namun sambil menahan tawa.


"gw sibuk." tolaknya yang langsung pergi, namun langkahnya lagi-lagi di halangin oleh wanita itu.


"Tapi cell, gw itu sayang sama lo. Kenapa sih lo itu selalu ngejauh dari gw? apa sih kurangnya gw?" tanyanya kepada Marcell


"KURANG RASA MALU!" ucapnya sambil mempertegas kalimatnya


"Phuft, ditolak." ledek Karan sambil menutup mulutnya menahan tawa.


"Aku suka kamu, kenapa kamu gak bisa nerima cintaku?" tanyanya kepada Marcell, namun yang menjawabnya bukanlah Marcell melainkan Karan


"Karena dia sudah memiliki KEKASIH!" sahut Karan sambil mempertegas akhir kalimatnya


"enggak mungkin. Marcell katakan kepadaku, bahwa yang dikatakan dia itu bohongkan! Marcell lihat aku." ucap wanita itu sambil memegang lengan Marcell, namun ditepis oleh Marcell.


"semua itu benar." jawab Marcell dingin


"GAK. Kamu pasti bohongkan? kamu pasti bilang gini karena kamu ingin lihat aku cemburukan? iyakan? jawab aku Marcell!" ujarnya sambil menahan air matanya.


"terserah lo, mau percaya atau enggak. Gw gak perduli!" ucapnya yang lagi-lagi membuat hati wanita itu tergores


Sebenarnya menyakiti hati seorang wanita bukanlah sifat Marcell. Namun apa dayanya, jika harus berhadapan dengan wanita yang terlalu terobsesi kepadanya.


"Aku akan melakukan apapun yang bisa membuatmu jatuh ke dalam pelukkanku, Cell. Jika aku tidak bisa membuatmu jatuh ke dalam pelukkanku, maka aku tidak akan membiarkan wanita siapapun bisa memilikimu." ucapnya dengan mata yang memerah karena menahan air matanya.


Flasback off

__ADS_1


__ADS_2