KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 147


__ADS_3

Dewi yang masih murung itu lagi-lagi membuat sahabatnya bingung harus bagaimana, Novi yang juga tidak tega melihat sahabatnya itu pun langsung berinsiatif untuk menelfon Karan.


"hallo Sayang, ada apa kamu menelfonku?" tanya Karan dari balik telfon, lalu Novi pun memberitahu tujuan dia menelfon Karan.


"Jadi itu alasannya, oke makasih ya sayang infonya. Kamu yang semangat ya disana." ucap Novi yang langsung mengakhiri telfonnya.


Setelah selesai menelfon Karan, dia pun langsung berdiri dan ingin pergi keluar. Tapi langkahnya terhenti karena panggilan dari Tia.


"Vi, lo mau kemana?" tanya Tia


"keluar sebentar " jawabnya yang langsung pergi begitu saja.


"Awas lo Siska, lo sudah berani bermain-main dengan gw." geram Novi sambil *******-***** tangannya, lalu di berbelok ke halaman belakang sekolah.


Karena dia sudah tahu, jam segini Siska pasti berada di halaman belakang sekolah.


**


Halaman Belakang Sekolah

__ADS_1


Novi yang melihat keberadaan Siska yang sedang tertawa lepas dengan sahabat-sahabatnya itu, membuat Novi semakin marah. Novi yang kebetulan lewat dengan siswi yang sedang membuat orange jus itu langsung dia ambil.


Lalu berjalan ke arah Siska dan gengnya itu.


"Sis, lihay tu." ucap temannya itu yang membuat Siska menoleh kearah yang di tuju temannya itu.


"Eh ada cewek kampungan nih lewat." cibir Siska kepada Novi yang sudah berada di depannya.


Novi yang langsung menyirami seragam putih yang di pakai Siska itu dengan orange jus yang dia pegang


Byur ....


"Lo yang apa-apaan, lo memang cewek yang suka mencari onar. Lo kan yang sudah ngirimin foto Gibran dan Dewi yang lagi berpelukan itu, yang kebenarannya adalah Gibran hanya membantu Dewi yang ingin jatuh." ucap Novi sambil menahan emosinya


"kalau iya, lo mau apa? Lagian ya sahabat lo itu memang cewek gatal, yang gak cukup satu cowok."


Plak ...., sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Siska dan bekas tamparan Novi membekas di pipi itu.


"Lo denger ya Siska, gw gak akan biarkan lo buat ngerusak hubungan Dewi dan juga Marcell. Jika lo masih nekad, maka gw bisa ngelakuin apapun di luar kendali gw. PAHAM!" tegas Novi yang langsung berlalu begitu saja

__ADS_1


"Is, awas saja lo Novi. Gw akan buat peritungan sama lo, terutama sama Dewi." ucap Siska sambil memegang pipi nya yang memar


"Sis, ayo kita ke uks obatin pipi lo yang merah." ajak temannya itu, yang langsung di ikuti oleh Siska. Sedangkan Novi sudah berada bersama teman nya itu


"lo habis dari mana, Vi?" tanya Rina kepada sahabatnya itu


"lagi ada urusan sebentar tapi, sekarang sudah selesai." jawabnya sambil menatap sahabatnya Dewi yang sudah sedikit tenang dan gak murung seperti tadi.


Tiba-tiba saja handphone milik Dewi berbunyi


"Wi, handphone lo bunyi tuh." ujar Novi, namun Dewi hanya berdehem tanpa melihat siapa yang menelfon


"Marcell nelfon lo tuh." ucap Tia yang langsung membuat dewi mengambil handphonenya


"kalau sudah doi saja, langsung gercep." cibir Tia


"iri? bilang bos, wkwkwk." canda Dewi yang langsung mengangkat telfonnya


Berawal dari sini lah ketiga sahabatnya jadi obat nyamuk, karena harus mendengar sahabatnya Dewi yang sedang bucin dengan doi nya.

__ADS_1


__ADS_2