
Setelah mengantar Anita ke sekolah, Dewi pun langsung tancap gas pergi ke sekolahnya
***
Akhirnya mobil berwarna hitam, terparkir rapi di parkiran mobil.
"akhirnya sampai juga." ucap seorang gadis cantik yang baru keluar dari mobilnya
"semangat Dewi, minggu depan sudah ujian." ucapnya lagi sambil memberi semangat kepada dirinya sendiri.
Lalu dia pun berjalan di koridor sekolah. Saat dia ingin berbelok tiba-tiba Dewi bertabrakan dengan seorang laki-laki.
Pada hasilnya, Dewi jatuh di pelukan laki-laki itu dengan posisi tangan laki-laki itu memegang pinggang Dewi. Sedangkan Dewi mengalungkan tangannya di leher laki-laki itu dengan mata yang terpejam.
Dewi yang merasa dirinya seperti melayang pun langsung membuka matanya, pada saat itu kedua manik dari dua manusia yang berbeda jenis kelamin ini saling bertatapan.
Mata coklat yang di miliki laki-laki itu menatap penuh makna kepada mata hitam bulat yang di miliki Dewi. Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada seorang wanita yang sedang melihat mereka berdua, lalu wanita itu pun tidak ingin melewatkan kesempatan itu dia pun langsung memotret mereka berdua.
"lihat saja lo Dewi, gw akan beritahu Marcell atas sikap lo selama dia tidak ada di sekolah ini." ucap wanita dengan senyuman penuh kejahatan dan juga iri dengki
seketika Dewi tersadar, lalu berdiri sambil merapikan pakaiannya.
__ADS_1
"hmm thanks, lo sudah nolongin gw." ucap Dewi kepada laki-laki itu, bukannya menjawab ucapan Dewi dia malah pergi begitu saja
"ngeselin banget sih lo jadi cowok, gw sumpahin gak ada yang mau deketin lo. Dasar manusia kutub, Gibran sialan." umpat Dewi kesal sambil menghentak-hentakan kakinya lalu pergi begitu saja.
sedangkan Gibran yang sedari tadi masih berdiri di balik tembok mendengar semua umpatan yang diberikan oleh Dewi kepadanya itu.
"gw tahu, kenapa setiap gw deket sama lo. Gw merasa ada yang aneh pada diri gw sendiri." ucap Gibran pelan saat dia mengintip Dewi yang sudah berlalu dengan hati yang kesal.
****
Dewi pun masuk ke dalam kelas sambil mengumpat
"mimpi apa gw semalam, bisa-bisanya di pertemukan sama cowok yang nyebelin melebihi dari doi gw." umpat Dewi yang masih berlangsung sampai di bangkunya
"biasalah, mungkin saja dia dibuat kesal sama salah satu cowok yang dinginnya sebelas duabelas sama Marcell." sahut Novi yang seolah-olah sudah tahu apa alasan yang membuat sahabatnya kesal
"maksud lo, si Gibran? ketos dingin baru pengganti Marcell selama sebulan itu?" tanya Tia yang tumben otaknya itu encer
"entahlah, gw juga kagak tahu." jawab Novi yang langsung menghalingkan pandangannya ke handphone dengan merek iphone itu.
"sudahlah gak usah ngomongin tu orang." imbuh Dewi yang langsung mengeluarkan bukunya lalu duduk dengan alis yang ditekuk
__ADS_1
Beda lagi ceritanya dengan sekolah yang sebelahnya
"Sudah gw bilang jugaan apa, cewek lo itu selingkuh di belakang lo." ujar cewek itu yang seolah-olah mengomporin antara si A dengan si B
"Marcell, gw bilangin ya sama lo. Selama ini Dewi itu gak cinta dan sayang sama lo, dia hanya jadikan lo sebagai pelarian." kompor cewek itu yang dikenal dengan nama Siska
Marcell yang melihat bukti yang ditunjukkan kepadanya tentang Dewi selingkuh darinya, membuat dirinya sempat tidak percaya dengan bukti yang diberikan oleh Siska.
Tapi, yang membuat dia marah dengan Dewi adalah saat miliknya di pegang oleh laki-laki lain. Karena rasa cemburunya kepada Dewi, membuat dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Siska sendiri.
"Lihat saja lo Dewi, bentar lagi lo akan putus dengan Marcell. Dan gw akan menggantikan posisi lo di hatinya." ucap Siska dengan sudut bibir yang tersenyum penuh kejahatan.
.
.
.
.
Aduh gantengnya babang Marcell, jadi bikin author mabuk kepayang nih🥴
__ADS_1
BERSAMBUNG