
Sontak mereka berdua langsung terdiam, dan kembali fokus ke depan.
Sedangkan disekolah lain, seorang anak laki-laki tengah merasa geram dan kesal. Akibat tingkah laku dari salah satu siswi di sekolah tersebut.
"Sudah berapa kali saya katakan. Jangan pernah mendekati saya!" tegas laki-laki itu dengan aura yang mencekam, yang sontak membuat wanita itu bergidik. Namun tak berarti membuat dirinya menyerah begitu saja.
"aku gak perduli! Yang aku mau itu cuman kamu, Marcell." ujar wanita itu yang ternyata sedari tadi mengikuti dan membuat Marcell geram.
"Karan, lo urus dia." printahnya yang langsung pergi begitu saja
"Marcell! Tunggu lagi." teriak wanita itu, namun tak digubria olehnya.
"ets, mau kemana lo? Udah berapa kali gw bilangin sama lo. Buat jauhi sahabat gw! Karena dia sudah ada pawangnya. Alias ceweknya." ketus Karan yang juga ikutan kesal dengan wanita di hadapannya itu.
"apaan sih lo, gw gak ada urusan ya sama lo." kesal wanita itu yang sampai sekarang belum ada yang tau siapa nama wanita itu.
"You are really crazy! I don't know how to deal with you anymore." ujar Karan yang sudah muak dengan wanita itu, lalu dia pun meninggalkan wanita itu yang sedang berdecis kesal.
__ADS_1
"gw gak perduli, jika orang lain mengira gw gila. Karena gw memang sedang tergila-gila dengan Marcell." ucapnya dengan senyumam sumringannya
***
Kini selesai jam pelajaran, seperti yang di katakan Jessica tadi. Bahwa dirinya membawa hadiah untuk keempat sahabatnya dan juga yang lainnya. Terutama kekasihnya yang tercinta.
"nih buat lo." sodornya ke arah Tia yang langsung di balas sumringan oleh gadis itu.
"thank you bestie." yang langsung memeluk hadiahnya dengan wajah yang gembira. Seperti sudah memenangkan lotre saja.
"dan ini buat kamu sayang. Oh iya sekalian nanti aku titip buat pacar kalian ya, nanti berikan pada mereka." sambil memberikan paper bag ke masing-masing sahabatnya.
"maunya sih. Tapi aku masih kangen nih sama ayang aku." ujarnya sambil bergelatutan di lengan Rangga.
"mana di sangka, seorang Jessica yang dulunya pemalu untuk umbar keromantisannya. Tapi sekarang terang-terangan memeberkan keromantisannya." goda Dewi yang di timpal dengan tawa mereka.
***
__ADS_1
"sayang tadi Jessica nitip ini buat kamu." ucap Dewi sambil memberikan paper bagnya itu.
"buat aku? kenapa?" tanya Marcell yang bingung kenapa dirinya di kasih paper bag alias hadiah
"iya ini oleh-oleh dari dia. Karena dia sudah balik ke jakarta, dan kita semua diberikan ini." jelasnya yang membuat Marcell manggut-manggut
"nanti aku ucapin terima kasih sama dia."
"oh iya sayang, kamu sudah makan belum?" tanya Marcell
"hm belum sih. Gimana kalau kita makan di angkringan yang biasanya kita mampirkan. Karena aku kangen banget pingin makan seblak, bakso sama sate kambingnya." ucapnya sambil menelan salivanya karena membayangkan kalau dia makan itu semua.
"kamu ini sudah kayak anak kecil." kekeh Marcell sambil mengacak rambut Dewi gemas
"ih ayang mah. Suka kali ngacakin rambut aku." cibirnya yang langsung merapikan tatanan rambutnya
"habis kamu gemas banget tau."
__ADS_1
"ayo kita langsung jalan." ajaknya yang langsung menggadeng tangan Dewi dan masuk ke dalam mobil untuk menuju kelokasi.