KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 139


__ADS_3

"bener yang dikatakan oleh Kak Ratna, kita harus buat pelajaran sama orang yang sok berkuasa seperti dia. Agar, karyawan yang lain tidak mengikuti tingkah buruk dia" sela Dewi


"tapi, aku kesel tau kak" tungkas Anita marah


"gak usah marah-marah, adik kakak yang cantik inikan gak suka marah. Harus senyum dong" ucap Dewi kepada Anita.


saat mereka berbincang, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu


tok .... tok ....


"masuk" printah Ratna


"permisi buk, ada yang mencari Ibu." ucap wanita dengan sopan dan lembut


"tolong kamu antarkan ke ruangan VIP yang sudah dipesan Dewi tadi." printah Ratna yang sudah tau siapa tamu itu.


"baik, Bu." jawab nya dengan sopan lalu dia pun keluar


"andaikan saja karyawan disini, sama ramahnya seperti kakak yang tadi." celetuk Anita.


"ayo, sekarang kita samperin mereka" ajak Dewi sambil mengabaikan perkataan adiknya itu.


****

__ADS_1


mereka pun sampai di ruangan VIP


"buset dah, enak ya baru datang udah langsung makan" ucap Dewi saat dia melihat sahabat nya Tia dan Rina makan dessert dengan lahap.


"hehehhe, habis dessert nya enak tau Wi" sahut Rina


"ini toko punya lo Wi?" tanya Yoga


"bukan punya gw sih, tapi lebih tepatnya punya nyokap gw." jawa Dewi


"Tapi, keren sih ini. Diluar seperti toko kue dan didalamnya seperti cafe tempat tongkrongan anak remaja yang kekinian." timpal Karan sambil memuji toko kue yang untuk pertama kalinya dia melihat toko kue yang berbeda.


"makasih atas pujiannya, sebenarnya gw yang saranin nyokap gw buat ngedesain nya lebih berbeda dari toko kue biasanya." ucap Dewi


"dan gak hanya itu saja, gw juga menyarani buat diisi ruang VIP yang siapa tau ada tamu spesies yang ingin menikmati dessert disini tapi secara privasi bersama pasangannya ataupun keluarganya." tambah Dewi lagi sambil menjelaskan secara detail


"tapi, yang bikin gw terkagum-kagum nih ya. Ruangan ini juga terdapat balkon yang dimana kita bisa menikmati pemandangan yang indah dari luar." ucap Karan yang tak habis-habis terus memuji toko kue milik mama nya Dewi.


"maunya sih, gw ganti nama toko ini yang awalnya hanya toko kue menjadi Cake and Dessert House." ucap Dewi lagi.


"gw setuju!" sahut Tia


"sama gw juga." timpal Rina, Novi, dan Karan secara bersamaan

__ADS_1


"kalau kak Ratna sendiri, gimana?" tanya Dewi


"Kak Ratna sih setuju saja, jika itu menurutmu baik kakak akan tetep dukung keputusanmu." jawab Kak Ratna


"dan menurut mu gimana Cell? kalau aku ubah nama toko kue ini menjadi Cake and Dessert House!" tanya Dewi kepada Marcell


"apapun keputusanmu, aku akan selalu dukung kamu dan untuk nama Cake and Dessert House menurutku gak terlalu buruk sih. Tapi, malah pas sama desain dari toko ini yang seperti rumah." jawab Marcell panjang lebar


"hmm, tumben lo ngomong panjang banget. Biasanya sama kita-kita ngomong nya irit banget." celetuk Tia yang tiba-tiba menyela pembicaraan mereka.


"biasanya, kalau es ketemu api pasti akan meleleh." sindir Yoga yang langsung dapat tatapan datar dari Marcell


"hahahaha, kalian ini lucu banget ya. Gini dah kalau cinta anak remaja, masih cinta monyet." sela Kak Ratna sambil tertawa melihat tingkah mereka.


"Kak, aku kan pacaran sama manusia bukan sama monyet. Kalau kak Ratna bilang cinta monyet, jadi aku sekarang pacaran sama monyet dong." ucap Rina polos sambil nunjuk Rio yang membuat semuanya tertawa


"Be, aku bukan monyet ya." protes Rio yang tidak suka dirinya dikatakan monyet


"bhuahahahahah, Rina ... Rina ...., yang dimaksud cinta monyet itu adalah suatu perasaan yang muncul pada saat usiamu belum matang." jelas Dewi


"tapi, umur ku udah 18 tahun sekarang. Jadi perasaanku sama Rio udah matang" ujar Rina


"walaupun seandainya kita pacaran pada saat umur kita udah 18 tahun, itu sama saja kita seperti cinta monyet. Karena belum ada sebuah komitmen yang pasti, cinta monyet akan berubah sebagai cinta sejati saat umur kita udah 20 tahun gitu." jelas Novi kali ini

__ADS_1


"nah bener itu yang dikatakan Dewi dan juga Novi, walau pun seandainya kita udah umur 20 itu juga belum umur yang benar-benar matang untuk mejalin sebuah hubungan." ucap Kak Ratna membenarkan perkataan Dewi dan Novi


"intinya kalian boleh saja pacaran tapi, kalian pacaran sewajarnya saja supaya gak menyesal dikemudian hari. Satu lagi, kalian jangan lupa sama tujuan hidup kalian yang sebenarnya. Raih dulu cita-cita kalian setinggi langit, jika kalian udah sukses dan juga sudah bisa membahagiakan kedua orangtua kalian. Kalau kalian sudah mencapai semua itu, barulah kalian pertimbangkan lagi sama pasangan kalian untuk membahas masa depan kalian berdua." jelas Kak Ratna lagi sambil memberi penerangan buat kedelapan anak remaja itu.


__ADS_2