KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 148


__ADS_3

10 menit sudah berlalu, namun Dewi masih asik dengan telfonnya sampai lupa segalanya.


"hmm, mau telfonan terus atau mau makan nih." ucap Tia sambil nyindir Dewi


"kalian kalau mau ke kantin, ya sudah kantin duluan aja. Nanti gw nyusul." sahut Dewi


"memang ya kalau ayang sudah nelfon, seketika lupa segalanya sampai-sampai sahabatnya di kacangin." celetuk Rina yang tiba-tiba menyahut


Dewi yang mendengar ucapan Rina pun akhirnya menyudahi telfonnya, "Maaf guys kalau aku ngelupain kalian." ucap Dewi bersalah karena sudah mengabaikan sahabatnya demi telfonan dengan Marcell.


"gak usah lo dengerin ucapan dari kedua curut ini, mereka mah emang gitu." ujar Novi sambio menepuk bahu Dewi pelan


"enak aja lo bilang kita curut." tungkas Tia gak terima karena dikatain curut.


"heran deh gw sama lo,Tia" sela Dewi "Apa-apa di perbesar." lanjutnya lagi yang membuat Tia manyun dengan alis di tekuk


"kenapa tu bibir lo, mau gw tampol?" ujar Novi yang membuat Tia semakin kesal.


begitulah sahabat, jika ada yang kalem pasti ada yang bar-bar. Tapi memiliki sahabat yang sejati itu bagaikan memiliki saudara lagi.


selesai berdebat mereka pun lantas pergi ke kantin.


****

__ADS_1


Kini sampailah mereka di kantin dengan suasana kantin seperti biasanya, yaitu ruame poll.


"buset dah, makin hari ni kantin makin rame orang ya." ujat Tia yang melihat suasana kantin


"lah bagus dong, kalau kantin sekolah rame. Jadi ibu atau bapak kantin ada penghasilan yang masuk." sahut Rina yang tumben bicara benar, biasanya kalau ngomong suka ngaur.


"gw kali ini setuju dengan yang di katakan Rina." timpal Dewi dan Novi sambil saling bertos tangan.


"lo pada mau makan atau mau ngobrol?" tanya Dewi yang sudah berjalan duluan menuju ke tempat langganannya.


"sejak kapan tuh anak sampai di sana." sahut Tia yang langsung berjalan menghampiri Dewi begitu juga dengan Rina dan Novi.


Sesampainya mereka di sana mereka pun langsung memesan makanan kesukaan mereka. Tapi tiba-tiba saja ada suara laki-laki dari arah belakang mereka.


Dewi yang melihat laki-laki yang akhir-akhir ini membuat dirinya rindu pun langsung memeluknya, "Marcell, aku kangen banget sama kamu." ucap Dewi yang sudah memeluk Marcell dengan erat.


"aku juga kangen kamu." jawab Marcell yang membalas pelukkan kekasihnya itu.


Semua orang yang menyaksikannya di buat iri akan keromantisan mereka berdua.


"ah jadi iri gw lihatnya." ucap salah satu siswi di sana


"sama gw juga, andaikan saja gw ceweknya. Pasti gw senang banget." timpal siswi yang lainnya yang menghayal dia berada di posisi Dewi.

__ADS_1


"Kamu enggak kangen aku nih?" tanya Karan kepada kekasihnya Novi.


"enggk." jawab Novi singkat, "kenapa gitu? enggk boleh cuek-cuek gitu sama pacar sendiri. Sini aku kangen banget sama kamu." ucap Karan yang langsung meraih tubuh Novi dan memeluknya.


"njir, gak bisa gitu kalau mau romantisan jangan di sini. Gw kan jadi pingin, tapi sayang nya Yoga lagi pulkam (pulang kampung)." tutur Tia jeoules


Novi yang enggak bisa membohongi perasaannya kalau dia juga sangat merindukn laki-laki yang kini sedang berada di pelukkannya.


"Maa nak, mengganggu. Ini pesanan kalian sudah siap." ucap ibu kantin


"oh iya bu, terima kasih ya. Nanti saya akan bayar selesai makan." jawab Rina


Marcell yang langsung mengambil mangkok soto milik Dewi sambil berkata, "Biar aku saja yang bawa, biar tanganmu gak panas." perhatian Marcell yang di balas senyuman oleh Dewi lalu mereka pun berjalan terlebih dahulu. Begitu juga dengan keempat orang itu.


.


.


.


BERSAMBUNG


maaf ya guys, baru bisa up lagi. Karena aku lagi ada banyak urusan di dunia nyata jadi gak sempat muncul di dunia literasi.

__ADS_1


selamat membaca, jangan lupa buat like komen sebanyak-banyaknya ya. I Love U guys😘


__ADS_2