KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 158


__ADS_3

Mereka berdua hanya manggut-manggut saja


"oh iya tan, Dewi mau pamit pulang ya tante. Soalnya kasihan Anita di rumah sendiri, walau sih ada art sama penjaga rumah. Tapi gak tenang aja ninggalin dia sendiri." jelas Dewi sebari menyalimi tangan Tante Anna


"ya sudah kalau gitu, biar Marcell yang nganterin kamu pulang."


"oh iya tante nitip makanan yang sempat tante sisihkan buat adik kamu." ujarnya beliau lagi sebari memberikan Dewi sebuah rantang nasi berisikan makanan yang sempat di sisihkan Tante Anna


"baik tan, makasih banyak ya tante."


"sama-sama sayang, ya sudah kalau gitu kamu hati-hati ya di rumah. Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk minta bantuan Marcell." ujar Tante Anna


"iya tante." jawabnya sambil menyalimin tangan calon mertuanya itu.


oh iya guys, papa nya Marcell lagi lembur di kantornya. Jadinya beliau gak ada di rumah.


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil sport keluaran terbaru milik Marcell


"sayang, ada apa?" sambil meraih tangan Dewi lalu menatap wajah wanita cantik yang ada di sebelahnya ini

__ADS_1


"entahlah, aku juga tidak tau ada apa denganku." jawabnya dengan menoleh sekilas kearah kekasihnya itu


"why? Kalau ada yang ingin kamu ceritakan, kamu bisa ceritakan kepadaku." ujarnya yang sesekali mengelus punggung tangan milik Dewi yang lembut.


"baiklah, jika memang kamu tidak ada yang ingin di ceritakan." ngalahnya yang tidak ingin membuat Dewi semakin khawatir tanpa alasan yang jelas.


Setelah itu, suasana di mobil mulai terasa sunyi dan hanya di temankan suara kendaraan yang berlalu lalang.


***


"Enggak mau mampir dulu?" tanya Dewi setelah mobil sport milik Marcell berhenti di depan rumahnya


"Good night sayang." ucapnya sambil mencium kening Dewi dengan penuh kasih sayang


"Too sayang, kamu hati-hati ya." jawabnya sambil tersenyum


lalu Dewi pun keluar dari mobil Marcell dan melambaikan tangan kepada kekasihnya itu.


Ah buat author mengiri aja

__ADS_1


Kini dia sudah berada di dalam rumah, namun sebelum itu Dewi memberikan cemilan kepada satpam penjaga rumahnya. Setelah itu dia pun langsung masuk ke dalam, dan bertemu dengan Bik Ijah selaku ketua art di rumah itu. Sekaligus kepala kitchen di rumah itu.


"malam non." sapa Bik Ijah sambil menundukkan kepala untuk menghormati anak majikannya


"malam juga bik."


"seperti yang pernah Dewi katakan sebelumnya, jangan pernah menundukkan kepala seperti itu bik. Karena bibi lebih tua dari Dewi, jadi tidak perlu terlalu formal, Oke!" tungkas Dewi yang memang memiliki tata krama yang baik dan dia tidak ingin terlalu di hormati seperti itu. Apa lagi bik Ijah lebih tua darinya.


"baik non." jawab Bik Ijah yang memang sudah mengenal sifat anak majikannya ini dari Dewi masih berusia 5 tahun sampai sedewasa ini.


"oh iya bik, Anita mana?" tanya Dewi yang memang sedari tadi tidak melihat adik kesayangannya itu.


"Non Anita lagi di ruangan belajar, Non." jelas Bi Ijah


"kalau gitu, aku minta tolong taruh ini di kulkas ya bik. Aku mau nyusul Anita ke ruangan." yang langsung pergi dari sana untuk menyusul adiknya itu.


***


Disebuah ruangan yang di dekorasi dengan desain yang klasik namun masih terdapat beberapa desain modern. Dengan buku-buki yang tertata rapi di tempatnya.

__ADS_1


Kini tatapan mata ini, tertuju ke arah sudut ruangan itu. Yang di mana terdapat seorang gadis cantik dengan memakai baju tidur bergambarkan doraemon itu, sedang berkutik dengan layar laptop di hadapannya.


__ADS_2