KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 154


__ADS_3

Bertempatan jam pulang sekolah Marcell dan Dewi sama, jadinya Marcell bisa menjemput Dewi.


"Ran! Lo bisakan pulang sendiri? gw mau jemput Dewi soalnya gw sudah janji sama dia mau ngajak dia pulang ke rumah gw." ucap Marcell


"widih yang udah mau ngenalin doi ke ortu nih." sahut Karan dengan raut wajah mengejek


"serah gw lah, emang lo yang punya pacar tapi gak berani ngajak pulang." imbuh Marcell mengejek balik sahabatnya itu.


"sialan lo, Cell." Marcell yang mendengarkannya hanya tersenyum mengejek.


Sehingga saat dia ingin masuo ke dalam mobilnya, tiba-tiba salah satu anak organisasi kesisiswaan mendatanginya.


"Maaf kak, mengganggu. Kakak di suruh ke ruangan osis sekarang, karena ada yang kita bahas sama kakak." ujarnya dengan nafas yang ngos-ngosan.


"mau bahas apa?" tanyanya dingin


"mau ngebahas tentang kegiatan kita yang akan anak osis adakan, saat anak kelas XI selesai UN." jelasnya


"Kenapa kalian tidak konvermasi ke saya dulu! siapa yang mengambil keputusan ini?" tanyanya dengan wajah yang tegas dan dingin.

__ADS_1


Bukan maksudnya gak suka, karena tidak di hormati sebagai ketus osis. Namun dia paling tidak suka jika ada yang tidak menghargai dirinya, apalagi sampai ada yang ngambil keputusan sendiri tanpa menkonvermasi terdahulu kepadanya.


Sontak membuat siswi itu bergidik ketakutan dengan cara Marcell bicara, "Kak Sekar." dengan sedikit gemetaran.


"Karan, lo ikut gw!" ucapnya yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Karan.


"njir, baru saja gw mau senang-senang sama ayang Novi." ngeluhnya yang tentunya saja hanya dia ucapkan dalam hati.


***


Diruang osis sudah begitu banyak anggota inti dan juga anggota yang lainnya. Yang sedang berdiskusi.


"Marcell, ada yang mau kita bahas soal kegiatan kita yang -." ucap salah satu siswa yang bernama Rendra yang berjabat sebagai sekertaris 1 terpotong, karena sudah di sela Marcell.


Sekar yang di tatap seperti itu pun dibuat bergidik, namun masih iya kontrolkan.


"I ... iya, aku yang memutuskannya." jawabnya gugup


"apa hakmu memutuskannya? Apa kamu tidak tau, jika semua keputusan di ambil oleh Ketua!" tanya Marcell datar

__ADS_1


"Aku hanya ingin membantumu, Marcell." jawabnya


"Saya tidak butuh bantuanmu, Sekar! Karena saya sudah ada wakil di sini." jelasnya


"Saya jelaskan kepada kalian semua! Setiap kegiatan apapun yang ada atau yang akan di lakukan di sekolah ini. Harus mengkonvermasi ke saya terlebih dulu! Karena yang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi, saat kegiatan berlangsung atau tidak. Itu adalah tanggung jawab saya, sebagai KETUA OSIS di sini! " tegas Marcell kepada mereka yang membuat mereka hanya terdiam dan menekan kalimat akhirnya


"Dan satu lagi, jika kalian saja tidak bisa menghargai saya, sebagai Ketua kalian! Lalu bagaimana kalian mau, di hargai oleh murid-murid di sekolah ini. Jika sifat kalian, ingin memutuskan sendiri!" pungkasnya lagi yang sekarang dengan raut wajah benar-benar tegas layaknya seorang pemimpin.


"la ... lalu bagaimana dengan kegiatan ini, Kak?" tanya salah anggota osis yang menyela pembicaraan Marcell.


"Ini juga salah satu contoh yang mencerminkan sifat orang itu! Saya belum selesai berbicara sudah di sela." dengan menyindir siswi yang tadi bertanya kepadanya


"Ingat satu hal ini! Sebagai siswa / siswi yang mengikuti keorganisasi siswa. Harus bisa memberikan cerminan yang baik dan contoh yang baik untuk siswa / siswi di sekolah ini. Jika osis seperti kalian ini, bukan memberikan cerminan yang baik. Tapi malah memberikan contoh yang buruk! Ngerti kalian." timpalnya lagi yang membuat semuanya terdiam tanpa ada yang berani menjawab perkataannya.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2