
"jadi itu cuman akal-akalan mu untuk ngehukum aku biar bisa liat aku atau natap aku sangat lama?" tanya Dewi
"yaps bener, karena aku sekali gak liat kamu rasanya 1 minggu gak liat kamu" ucap Marcell dengan mode gombal nya
"gombal lo!" ketus Dewi ingin berdiri dari duduk nya
tapi saat Dewi hendak berdiri Marcell menarik tangan Dewi sehingga dia duduk di atas pangkuan nya
"kenapa, harus terburu-buru sih." ujar Marcell sambil memeluk Dewi dari samping
"Marcell lepasin gak enak kalau seperti ini, ini sekolah tau.. kamu sebagai osis harus kasih contoh yang baik bukan malah seperti ini." omel Dewi
"lepasin aku mau ke kelas, bentar lagi bell masuk kelas bunyi" ucapnya lagi
"gak akan ada bell masuk, orang sekarang free time kok" jawab Marcell santai
"ahh bohong lo ya, dengan alasan free time lo pikir gw percaya." ucap Dewi bahasa lo-gw
"aku kasih tau ya, sekarang itu free time karena semua guru lagi rapat di sekolah lain jadi, sekarang gak ada pelajran. Yang ada cuman free time you know?" jelas Marcell
"kalau gak percaya coba deh kamu lihat ke jendela, semua murid pada asik menikmati free time mereka" ucap Marcell sambil melepas pelukkan nya
Dewi pun berjalan ke arah jendela dan dia melihat semua murid sedang asik menikmati free time mereka
"kenapa gak di pulangkan lebih awal" ucap Dewi masih melihat ke arah murid-murid
__ADS_1
"ya aku gak tahu, yang aku tahu sekarang kita bisa bermesra-mesraan." jawab Marcell sambil memeluk Dewi dari belakang
"kamu wangi banget sih sayang." ucap Marcell sambil mengendus-endus lekuk leher Dewi
"Marcell, udah selerti anak kucing lo ngendus-ngendus" jawab Dewi
"gak apa seperti anak kucing asal ibu kucing nya itu kamu" ucap Marcell sambil mengecup leher Dewi
"MARCELL!" geram Dewi yang sejujur nya udah merasa geli di area leher nya
"hmm" dehem Marcell
"udah ahhn geli, lo lihat gak semua bulu tangan gw merinding gara-gara lo ngendus" celetuk Dewi memperlihatkan bulu tangan nya yang naik
"MARCELL, aok ahh aku ngambek" ucap Dewi langsung pergi ke sofa yang ada di ruangan itu
"jangan ngambek dong, nanti cantik nya hilang lo" goda Marcell
"gak mempan!" tegas Dewi sambil memangku tangan nya di dada
"aduh manis nya cewek gw, jadi pingin cepet-cepet gw halalin." batin Marcell gemes dengan sikap Dewi
Marcell pun memegang kedua pipi Dewi untuk menghadap ke arah nya
mereka saling menatap satu sama lain dengan sangat lama, wajah Marcell semakin mendekat sampai hidung mereka saling menyentuh
__ADS_1
bagi yang masih di bawah umur bisa di skip aja ya soal nya ini sedikit adegan 18+ walau itu cuman sekedar ciuman tapi lebih baik yang masih bocil bisa di skip >author
entah sejak kapan bibir mereka menyatu satu sama lain, Dewi yang kaget sontak membuka mulut nya... Marcell yang mengetahui nya tidak mau membuang kesempatan ini maka dia menelusuri setiap isi yang ada di dalam bibir Dewi dengan lembut sehingga Dewi terbawa suasana
mereka saling menait lidah mereka satu sama lain, kecupan demi kecupan yang di berikan oleh Marcell, mereka saling me****** lidah satu sama lain
Saat mereka lagi melakukan aktifitas tiba-tiba ada suara ketukkan pintu
tok tok
"woi Marcell lo ngapain di dalam, buka pintu nya!!" teriak seseorang yang tidak lain adalah sahabat-sahabat mereka sendiri.
Marcell pun menyudahi aktifitasnya, Dewi tersengah-sengah akibat ciuman yang Marcell lakukan
"maaf ya, liptin mu jadi pudar" ucap Marcell sambil mengelap sedikit bekas ciuman mereka tadi
.
.
.
Bersambung🍃
JANGAN LUPA UNTUK LIKE,KOMEN,VOTE DAN FAVORIT YA GUSY🤗
__ADS_1