KETOS DINGIN

KETOS DINGIN
Part 153


__ADS_3

Setelah mama nya meriksa keadaan Dewi, dia pun langsung mengajak Marcell bicara secara tatap muka berdua.


"Maaf mah, aku gak ada maksud buat ingkari janji aku ke dia." ucap Marcell pelan dengan ekspresi sedih


"Marcell, mamakan sudah pernah bilang sama kamu. Untuk ngejaga Dewi, tapi kamu tidak bisa menjalankan amanah yang mama beri." tutur mamanya kepada anaknya itu.


"Aku salah mah." jawab Marcell sambil melihat wajah mamanya.


"Coba jelaskan ke mama, apa yang membuat kamu sampai ingkari janji?" tanya mama


"jadi gini mah ....,"


Flasback


Setelah perdebatannya dengan salah satu siswi yang terlalu obsesi untuk memiliki dirinya, membuatnya jadi kesal harus berhadapan dengan cewek itu.


"gak habis pikir gw sama cewek itu. Bisa-bisanya dia tergila-gila dengan pesonan lo, Cell." ucap Karan dengan gaya sedikit meledek


"pingin gw tampol?" ujar Marcell dengan tangan yang sudah bergumpal ingin nampol Karan.


"Ampun bos." ledeknya kepada Marcell


Marcell yang malas meladenin sahabatnya itu, hanya bisa mengabaikan dirinya. Tiba-tiba di dalam pikirannya terlintas sebuah ide untuk menjemput Dewi dan mengajaknya pulang ke rumah.


Tanpa berpikir panjang dia pun langsung mengambil ponselnya dan mengklin aplikasi bernama WhatsApp, dan ngewhatsapp Dewi.


Room Chat


dengan nama kontak My Sweetie Honey😘


"Sayang, kamu lagi apa?" basa basinya di room chat


"lagi duduk aja sayang, kenapa emangnya?"


"nanti pulang sekolah aku jemput ya, sekalian mau aku ajak main ke rumah."


"oke sayangku, nanti jemput aku jam 12 siang ya. Soalnya sekarang aku pulang cepat."


"iya sayangku, kalau gitu aku mau ke kelas dulu ya."


"oke, *love you😘"


"love you too😘😘*"


Room Chat Off


Setelah selesai mengirim pesan ke Dewi dia pun langsung mengajak Karan pergi ke kelas.


Namun lagi-lagi dia harus bertemu dengan cewek yang sama sekali tidak dia kenal.

__ADS_1


"ada nenek lampir tuh." tunjuk Karan dengan kode yang membuat Marcell mengelah nafas gusar.


"Hay sayang." sapa cewek itu dengan mode alay


"njir, jijik gw dengerinnya." sahut Karan dengan berpura-pura muntah


Namun cewek itu tak menghiraukan ucapan dari Karan.


"sayang kamu kenapa sih? kok diam aja?"


"Stop manggil aku dengan sebutan sayang! Aku bukan sayangmu!" pungkas Marcell dengan wajah datar dan nada suara yang dingin.


"kok kamu gitu sih sayang." dengan wajah yang sok imut


Marcell yang malas ngeladenin cewek gila itu, hanya mengabaikannya saja dan ingin pergi. Namun cewek itu tanpa rasa malu tiba-tiba saja memeluk Marcell dari belakang dan sontak mereka menjadi pusat perhatian dari siswa/siswi yang melintas disana.


"Lepas gak!"


"gak mau," tolaknya


"Aku bilang lepas!" ucap Marcell yang melepaskan tangan cewek itu dengan kasar.


"APA YANG LO MAU DARI GW! GW GAK KENAL SAMA LO DAN GAK MAU TAHU!" lanjutnya lagi dengan bahasa lo gw


"kok kamu kasar sih sama aku, emang salah ya kalau aku meluk kamu?" bisa-bisanya dia bertanya seperti itu


"idih gak tau malu banget ya tu cewek." cibir salah satu siswi yang menyaksikannya.


"iya, udah kayak cewek *******," sahut temannya


"bisa-bisanya dia seperti itu, anak kelas mana sih dia?"


"kalau gak salah dia anak IPA 4, dan namanya kalau gak salah Raisa." timpal yang lain


"anak IPA kok gitu ya, lebih ******* dan juga lebih buruk dari sifat anak cewek IPS." cibir anak IPS


Ternyata cewek yang mengejar-ngejar dan obsesi kepada Marcell, dia ternyata anak IPA 4 yang bernama Raisa.


Raisa yang mendengar cibiran para siswi itu sebenarnya merasa malu, tapi rasa malunya tak sebesar rasa sukanya kepada Marcell.


"Kenapa lo semua, iri sama gw? Biar lo tahu dia sebenarnya cowok gw, tapi dia hanya berpura-pura gak kenal gw." ucap Raisa tanpa rasa malu


"bisa-bisanya lo bicara dengan pede ngakuin cowok orang sebagai pacar lo," ucap siswi tadi


"udah gila lo ya." tambahnya lagi


"iya tu, sudah jelas-jelas dia bilang kalau dia gak kenal sama lo dan juga gak perduli lo siapa. Mana bisa itu lo sebut pura-pura." sahut yang lain


"Gw sebagai cewek aja malu, njir." pungkas siswi yang lain

__ADS_1


"apa lagi gw yang cowok aja merasa jijik sama cewek yang terlalu ******* kayak dia." ujar salah satu siswa


Raisa yang tidak bisa berkata apapun hanya bisa diam dan menahan rasa malu serta air matanya. Marcell yang memang memiliki jiwa yang tidak tega melihat seorang cewek di permalukan di depan umum, akhirnya dia membubarkan segerombong murid itu.


"Sudah bubar semuanya." ucap Marcell tegas sambil membubarkan segerombong murid itu


"u ... dasar cewek gatal." sruyak semua murid sebelum merema bubar


" mak ....," ucap Raisa terpotong


"Jangan salah paham dengan apa yang gw lakukan, gw ngelakuin semua ini karwna gw masih menghargai lo." dengan ekspresi datar dan tatapannya lurus ke depan tanpa melihat ke arah Raisa.


Setelah itu dia pun langsung pergi tanpa basa basi.


"Gw saranin sama lo, jadikan semua ini sebagai pelajaran. Dan gw harap lo bisa berubah dan juga jangan pernah ganggui sahabat gw lagi. Ngerti lo!" ucap Karan dingin dan tegas, yang baru pertama kali Raisa dengar dan lihat.


"Karena prilakumu yang seperti ini membuat aku sebagai tergila-gila sama kamu Marcell." ucap Raisa yang belum kapok-kapok**nya.


aduh Raisa ... Raisa ...., gak ada kapok-kapoknya ya kamu. Sudah di tolak secara terang-terangan sama Marcell, dan juga sudah di hujat sama siswa/siswi di sekolah. Masih saja gak jengah, apakah urat malu sudah putus? Sampai-sampai kamu tidak punya rasa malu. ~author


***


Kini mereka berdua berada di ruang osis yang di mana Marcell memukul meja yang untungnya ruangan osis sedap suara jadi tidak terdengar dari luar suara pukulan itu.


"Cell, tenangin diri lo."


"Gimana gw mau tenang! setiap saat cewek itu membuat gw emosi." ucap Marcell dengan nada keras


"anggap saja lo lagi berhadapan dengan orang gak waras." ujar Karan


Marcell yang mencoba mengendalikan emosinya dan mengontrol nafasnya yang masih bergebu-gebu.


"tinggal berapa lama lagi kita di sekolah ini?" tanya Marcell


"habis kita selesai UN." jawab Karan


"kapan kita UN?"


"2 minggu lagi, dan kita UN selama seminggu." jelas Karan


"setelah itu kita akan balik lagi ke sekolah." Marcell hanya mengangguk-anggukan kepala pertanda dia mengerti dengan apa yang Karan ucapkan.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2