
Dewi hanya membalas dengan senyuman, lalu mereka semua pun pergi ke tempat mereka biasa makan.
Namun tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka terutama Dewi.
"Siapa laki-laki itu? sepertinya mereka memiliki hubungan yang spesial." ujar seorang laki-laki.
"Mereka berdua memang pacaran, gak ada salahnya mereka romatis." sahut temannya, "jangan-jangan lo suka ya sama cewek itu ya, Bram?" lanjutnya lagi yang langsung membuat Gibram menoleh ke arahnya.
"siapa juga yang suka." ucap Gibram mengelak ucapan dari temannya itu
"udah deh lo enggak usah ngeles, gw tau lo suka sama dia. Jangankan lo, gw aja suka lihat tu cewek." ucap temannya yang bernama Aldo.
"tapi itu sebelum gw tahu dia sudah milik orang lain, makanya sekarang gw cuman pengagumnya aja." lanjut Aldo lagi yang kali ini sambil melihat ke arah yang di mana Dewi berada.
"serah lo aja." jawab Gibran yang langsung pergi begitu saja.
"lah, gw ditinggal. Emang dasar ketos kagak punya otak." dumelnya pada Gibran yang orangnya sudah pergi duluan.
Pov kembali lagi ke Dewi dkk
"Sayang," panggil Dewi kepada kekasihnya Marcell yang sedang mengaduk-aduk kuah bakso di mangkoknya
"Kenapa?" tanya Marcell lembut sambil menatap mata gadis di depannya itu.
"Cup, I love you." ungkap Dewi sambil mengecup pipi kanan Marcell yang sontak membuat penghuni kantin menjadi teriak histeris lebay.
"anjir, so sweet banget." ucap salah satu penghuni kantin atau siswa siswi yang sedang istirahat dan makan di kantin.
"I love you too sayang." balas Marcell sambil membalas mencium kening Dewi dengan hangat.
__ADS_1
"dia yang di cium gw yang ketar ketir." timpal salah satu siswi di sana dan masih banyak lagi ocehan mereka.
"buset dah, lo berdua kagak ada malu-malunya ya. Lo pada yang ngelakuin tapi gw yang merasa malu njir." ujar sahabat mereka Tia
"sirik ae lo munah." ketus Novi yang mengundang tawa mereka karena Tia kesal jika dirinya di katain munah, karena menurutnya kata itu lebay.
"oh iya sayang, kamu kok bisa kesini? padahal kamu kan seharusnya sekolah." ucap Dewi kepada Marcell setelah mereka selesai makan
"aku kesini karena di suruh sama kepala sekolah untuk mengambil surat." jelas Marcel
"emang surat apa sayang?" tanya Dewi, "Entahlah aku juga gak tau." jawab Marcell sambil menyelipkan anak rambut yang menghalangkan wajah cantik Dewi.
"buset dah semakin menjadi-jadi." gerutuk Tia yang selalu saja merasa gerah dengan kelakuan kedua pasangan ini
"sudahlah Tia maklumlah sepasang kekasih yang baru ketemu setelah beberapa bulan LDR." sahut Karan sambil menekan kata ldr
"intinya tadi aku cuman di suruh nganter surat kesini." jelas Marcell sambil menatap bola mata Dewi
"Oh gitu, tapi gak apa-apa sih. Setiap hari juga gak apa-apa, jadinya aku bisa ketemu sama kamu deh." ucap Dewi sambil memeluk lengan Marcell dengan erat yang di balas dengan senderan kepala Marcell.
"Wi, lo mau ikut ke kelas atau mau ngebucin dulu?" tanya Tia yang tiba-tiba angkat bicara.
"lo aja deh yang duluan ke kelas, gw mau ngebucin dulu sama ayang beb." jawabnya yang semakin mempererat pelukannya di bahu Marcell
"dasar bucin lo, yuk guys kita duluan ke kelas," ajaknya pada yang lain
"aku ke kelas dulu ya, Ran." ucap Novi kepada kekasihnya itu
"iya, belajar yang rajin ya sayang." jawab Karan sambil mengecup pucuk rambut Novi dengan penuh kasih sayang yang membuat si empunya merasa malu.
__ADS_1
Karena dia merasa tidak terbiasa jika keromantisannya di pertonton oleh orang lain, beda dengan Dewi yang sengaja memperlihatkan kemesraannya dengan Marcell hanya untuk memanas-manaskan orang yang iri padanya.
"Woi lo mau ke kelas atau gimana nih? ngebucin mulu deh. Heran gw," protes Tia yang dari tadi banyak ngomong
"B**** kali sih lo." celetuk Rina yang kesal dengan Tia yang sedari tadi banyak ngomong
sedangkan Dewi, Karan, Novi dan Marcell hanya bisa terdiam menyasikkan perdebatan mereka berdua.
.
.
.
Hay-hay author yang kece dan cantik sejagat bolong pipet datang lagi nih, dengan membawa alur cerita yang kadang sering kagak nyambung😌
mohon di maklumkan ya teman-teman, karena author masih penulis pemula nih. Masih banyak salahnya🙏😁 Sebagai permintaan maaf author, author akan kasih hadiah nih.
tada🌟
Si ketos, "Hello readrs, masih semangat gak nih?" sambil memantau para readrs dengan pesonanya yang keren dengan tampang wajah yang sedikit tersenyum
Yang membuat semua orang ketar ketir dibuatnya.
Dewi, "Harus semangat dong, masa readrsku gak semangat. Nanti author jadi gak semangat loh kalau kalian gak semangat." sahutnya sambil menoleh ke arah readrs dan juga author dengan tatapan yang sedikit serius tapi masih terlihat cantik dan anggun
__ADS_1