
Permainan pun terus berlanjut.
"mari kita putar." ucap Karan yang sekarang gilirannya untuk memutar botol.
Botol itupun berputar dan berhenti tepat di arah Tia.
"yes, akhirnya gw yang dituju." ucap Tia senang, lalu mengambil satu kertas yang ada di kotak itu. Tapi sebelumnya, sudah dia aduk.
"coba dibuka, Tia." pinta Novi penasaran begitu juga dengan yang lain.
Tia pun membuka kertas itu. Setelah dia buka ternyata, isi kertas itu adalah. "katakan ini, AKU SAYANG KAMU pada orang yang kamu suka sambil mencium pipinya."
"coba lihat, apa isinya." ujar Dewi penasaran, Tia pun memperlihatkan pada Dewi dan Novi saja. Karena, itu merupakan kata kunci rahasia untuk Tia.
"ekhmm." dehem Dewi dan Novi secara bersamaan.
"isi nya apaan sih? kenapa kalian berdua berdehem?." tanya Rina yang tidak mengerti.
"tunggu saja, bentar lagi lo bakalan tahu dan mengerti." ucap Dewi yang menjawab pertanyaan dari Rina.
"are you ready?." tanya Dewi pada Tia.
"yes, I'm ready." jawabnya dengan rasa percaya diri.
"oke, silahkan langsung saja." sahut Novi
"hmm, Yoga." panggil Tia
Yoga yang dipanggil pun langsung menjawab, "Iya sayang, kenapa?"
"Aku Sayang Kamu." ucapnya sambil mencium pipi Yoga, yang sontak membuat yang lain merasa mengiri.
__ADS_1
"buset dah." ucap Rio yang tak percaya
Rio yang tiba-tiba dicium oleh seorang gadis yang merupakan kekasihnya itu pun, awalnya merasa kaget karena dapat ciuman secara tiba-tiba dengan mengucapkan tiga kata yang membuatnya senang.
Lalu dia pun menjawab, "Aku juga sayang kamu." yang langsung membuat semua yang mendengarnya menjadi makin baper dan mengiri.
"hu so sweetnya." ucap Dewi sambil mengepal kedua jarinya dan menempelnya di kedua pipinya itu.
"ooo jadi ini toh, alasan kalian berdua berdehem." sahut Rina yang sudah mengerti.
"cie-cie kak Tia." goda Anita yang membuat pipi Tia semakin memerah.
"ah cie, ada yang makin merona nih." ledek Novi sambil tertawa kecil
"apa sih kalian, udah ah lanjut main lagi." elak Tia sambil mengalihkan pembicaraan.
"karena temen kita yang satu ini sudah malu karena di goda mulu, mari kita lanjutkan permainannya." ucap Dewi
Tia pun langsung memutar botol itu dan berharap yang dituju adalah Dewi. Namun ternyata, Tuhan berkehendak lain. Botol itu malah menunjuk ke arah Rina.
"ayo Rin, langsung di ambil aja." pinta Kak Ratna
Rina pun langsung mengambil satu kertas yang ada dikotak itu. Lalu ia pun membukanya secara perlahan dan melihat isi tulisan itu.
"kenapa, isi kertasnya jelek banget sih." ucap Rina kesal
"memang apa isi kertas itu, Rin?" tanya Karan
"nih." serahnya
"bhuahahahahah, ternyata nasib buruk selalu menyertaimu." tawa Tia saat membaca tulisan yang berisi, "Nyanyikan lagu pelangi-pelangi dengan huruf O."
__ADS_1
"gimana, Rin? apa kamu siap?." tanya Novi
"tapi, siap gak siap harus siap dong." timpal Dewi
"semangat sayang, kamu pasti bisa." ujar Rio memberi semangat.
"itu sudah dikasih semangat sama ayang." ucap Yoga
"iya-iya gw nyanyi, tapi janji ya kalian gak boleh ketawa." ucap Rina
"tergantung." jawab Yoga
"tuhkan, kalian aja gak bisa nepati janji." ujar Rina
"buruan Rina, kelamaan. Cuman disuruh nyanyi doang loh, bukan joget." kesal Novi yang sudah geram dengan tingkah Rina yang
"iya-iya gw nyanyi." ucap Rina yang siap-siap ingin bernyanyi.
"polongo-polongo, olong koh ondohmo. Moroh konong hojong." nyanyi Rina dengan mulut yang monyong-monyong.
Tia yang melihat Rina nyanyi dengan mulut yang monyong, seketika dibuat ketawa.
"bhuhahahaha lucu kali lo, Rin." tawa Tia pecah
"awok ah, males banget gw kalau gini." ucap Rina kesal karena diketawain Tia.
"oke-oke, sorry." jawab Tia
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG