
Akhirnya jam pulang sekolah tiba, semua murid-murid pada berhamburan untuk pulang ke rumah.
"lo yakin Wi, akan di jemput Marcell?" tanya Novi memastikan
"iya, tadi Marcell ngewhatsapp gw, katanya dia akan ngejemput gw pulang sekolah. Sekalian mau ngajak gw main ke rumahnya." jelas Dewi
"oke deh kalau memang Marcell ngejemput lo. Kalau gitu kita duluan ya Wi," ujar Tia yang di balas anggukan kepala dari Dewi.
"kalian hati-hati ya di jalan." ucap Dewi sebelum mereka beneran pergi.
"oke, lo juga hati-hati ya. Kalau ada yang ngajakin lo, jangan mau," nasehat Novi yang di jawab Dewi
"Iya gw tahu." yang langsung di tinggal pergi oleh sahabatnya
kini Dewi duduk di alta bus sambil menunggu Marcell datang, namun Marcell tak kunjung tiba.
"kemana Marcell ya, padahal ini udah jam 2 siang." Ujarnya sambil melihat jam di handphonenya
berkali-kali Dewi mencoba untuk menelfonnya dan bahkan mengirim pesan, namun tak berbuahkan hasil.
Dewi semakin gelisah dan khawatir, karena hari semakin sore. Dan sekolah semakin sepi, tak ada satu pun orang pejalan kaki yang lalu lalang di sana. Cuman ada beberapa kendaraan yang tadi sempat rame. Tapi sekarang sudah sepi kembali.
Sehingga ada 2 laki-laki yang terlihat seperti preman sedang menghampirinya.
__ADS_1
"Hei cantik, kok sendirian aja neng." goda salah satu preman itu sambil mencolek dagu Dewi
"JANGAN SENTUH SAYA!" pekik Dewi kepada preman itu
"Wih galak sekali ya, jangan galak-galak neng nanti cantiknya hilang. Gimana kalau ikut sama kakak, nanti kakak belikan apa yang kamu mau." tawar preman itu
"Kakak? orang tua berjenggot seperti kalian berdua, kalian sebut diri kalian kakak? kalian pantesnya disebut kakak tua." ucap Dewi kepada preman itu yang membuat mereka merasa terhina.
"Berani sekali kamu memanggil saya kakak tua, akan aku kasih pelajaran. Ayo ikut saya." ujar preman itu sambil menarik tangan Dewi dengan paksa, namun tiba-tiba ....
Bugh, satu pukulan mengenai pundak salah satu preman itu.
"Eh bocah, lebih baik pergi lo pulang. Jangan ikut campur." usirnya kepada laki-laki yang baru saja memukul temannya.
Perkelahian terus berlanjut, sampai-sampai laki-laki itu tidak sadar jika dirinya hampir di pukul dari belakang. Namun untungnya Dewi langsung menendang paha preman itu, sehingga dia terjatuh.
"Gw gak bisa tinggal diam, gw harus ikut melawan preman itu. Walau di sekolah ni orang ngeselin, tapi dia baik juga." batin Dewi yang pada akhirnya membuat dirinya ikut bertarung.
Laki-laki yang menolongnya sempat dibuat kaget, akan apa yang di lakukan oleh Dewi.
Dewi yang terus memukul, menendang preman itu dengan lehai, yang membuat laki-laki itu sempat tercengah begitu juga dengan kedua preman itu. Sehingga pada akhirnya kedua preman itu tumbang dan pergi begitu saja.
"Ah, udah lama gw gak latihan bela diri." ucap Dewi sambil mengelap keringat di dahinya.
__ADS_1
"oh iya thanks, karena lo sudah sempat ngebantu gw." ujarnya lagi kepada laki-laki itu.
"sama-sama, bdw lo kenapa masih di sekolah? Bukannya murid-murid sudah pulang dari tadi ya." tanya laki-laki itu
"Sebenarnya gw lagi menunggu jemputan dari cowok gw, tapi dia gak datang-datang dari tadi." jawab Dewi
"Apa sudah lo coba telfon dia atau ngirim chat?" tanyanya lagi yang di jawab, "Sudah." sambil melihat ke kanan ke kiri, yang berharap Marcell datang.
"Gini aja, gw akan temenin lo di sini. Sampai cowok lo datang, gimana?" usulnya
"gak usah, Bran. Gw gak apa-apa kok sendirian di sini." tolaknya secara halus
Dan ternyata laki-laki yang ngebantunya tadi adalah Gibran Arshaka ketua osis pengganti Marcell di sekolah.
Entah kenapa suasana disana terasa sangat canggung, apa ini pertama kali mereka mengobrol secara informal? Padahal setiap hari mereka selalu bertemu di sekolah, namun tidak pernah merasa secanggung ini.
"ada dengan gw ya, kenapa gw merasa deg-deg an berada di sampingnya." batin Gibran
"kenapa gw merasa canggung seperti ini ya, padahal setiap hari kita selalu bertemu di sekolah dan bahkan bertengkar setiap pagi." batin Dewi
"Hmm, lo mau minum gak?" tanya Gibran mengalihkan debaran jantungannya itu.
"gak usah, makasih tawarannya." tolak Dewi secara halus
__ADS_1