Keyakinan(new)

Keyakinan(new)
.c11


__ADS_3

Hari ke dua di kota Istanbul, Dara sedang free karena nanti malam ia harus terbang lagi ke Belanda. jadi, hari ini ia akan menghabiskan waktu untuk berkeliling menikmati suasana kota Istanbul, di pagi hari. Andara keluar bersama Mbak Tia tadi, tapi karena mereka berbeda tujuan. mereka berpisah di lobby, karena Dara masih menunggu pesanan taksinya.


Petugas keamanan hotel menghampiri Dara, mengatakan jika taksinya menunggu di luar. Dara menghampiri taksi tersebut dan masuk. ia tersenyum ke arah sopirnya dan berbicara bahasa Inggris kemudian, menunjukkan tempat tujuan yang ada di ponselnya karena tak bisa berbicara bahasa turki.


Taksi berhenti di kedai kopi yang di tunjukan Andara melalui ponselnya. ia lalu membayar taksi itu dan keluar dengan wajah takjub. di sini orang-orang berbincang bersama kenalan mereka sambil menikmati pemandangan Bosporus yang memukau. di Indonesia jarang di temukan orang-orang bersantai di waktu pagi hari menikmati kopi atau teh dan saling tertawa, membagikan cerita, oh rasanya Dara tak ingin pulang lagi.


Ia tak langsung pergi ke kedai kopi, tapi ia memilih untuk menikmati Bosporus lebih dekat. Dara sering melihat pemandangan ini lewat foto atau lukisan karya seseorang. Dara juga ingin bisa menghasilkan lukisan, salah satu pemandangan kota Turki, Dara terus menyusuri tepian Bosphorus. sampai telinganya menangkap suara indah orang mengaji. ia jadi ingat Nanta, dengan semangat ia menghampiri arah suara itu berasal.


Masjid, suara itu berasal dari dalam masjid. Dara melepas alas kakinya, dan masuk perlahan ke dalam masjid. ini bukan pertama kalinya ia masuk masjid. tapi tetap saja hatinya bergetar tiap masuk tempat peribadatan umat Islam ini. ia berbalik pergi tapi suara indah itu seakan menariknya untuk terus masuk lebih ke dalam.


Dara akhirnya tetap masuk ke dalam masjid. di dalam ia melihat indahnya arsitektur bangunan yang menakjubkan. pandangannya beralih pada sosok laki-laki dewasa yang sedang membaca kitab Al-Qur'an. laki-laki itu di kelilingi oleh beberapa anak-anak yang sepertinya sedang menyimak bacaan laki-laki itu. hati Andara bergetar mendengar alunan suara merdu dari laki-laki itu. seperti saat Nanta membaca Alquran, Dara juga selalu bergetar. setelah sempat memfoto ia berbalik tanpa terasa air mata menetes di pipinya, Dara tidak mengerti kenapa ia menangis.


Saat sudah sampai di luar, Dara masih sempat menengok ke arah Dalam. lalu ia berdiri bersandar pada tiang teras masjid. matanya terpejam erat menikmati suara merdu yang mengalun indah. hingga suara itu berhenti Andara berjalan ke arah tempatnya melepas sepatunya tadi. ia menunduk tidak fokus, hingga ada yang berdiri di sampingnya pun ia tak sadar. Andara yang tidak fokus terus menunduk tapi tak segera memakai sepatunya, hanya di pegang saja.


Orang yang berdiri di samping Dara sedikit terkekeh, karena mimik wajah Andara menurutnya sangat lucu.


"ehem, merhaba sana yardim edebilir miyim?" tanya orang itu pada Dara, sambil menepuk bahunya pelan.


Dara sedikit terkejut, dia menengok ke atas.


Dara tidak mengerti apa yang orang itu katakan. bukankah itu orang yang tadi membaca Alquran?. ia hanya menatap orang di depannya sambil memasang senyum tak mengerti. orang itu paham jika Dara tak paham ucapannya karena tak mendapat jawaban.


"sorry, i Selim. what you are doing need help?" tanya laki-laki itu ramah.


"hai Selim, i'm Andara. emm.. i really like hearing your voice reading the Qur'an."


Dara sedikit bingung akan mengatakan apa jadi ia hanya mengungkapkan kekagumannya.


"Very? do you mind, if we continue talking there." tunjuk Selim pada kedai kopi dan teh di seberang sana.


Dara mengangguk.


"of course, if it doesn't brother you."


Mereka duduk di salah satu meja kosong. dan saling tersenyum ramah. Selim merekomendasikan teh favoritnya di sini. tentu saja Andara menerima tawaran itu.


"i walked around here, and was interested when heard you read the Qur'an." ucap Dara pada Selim.


"i'm flattered. are you interested in learning to read the Qur'an too." tawar Selim pada Dara. ia mau mengajarkan Dara membaca Qur'an seperti dirinya tadi.


"no. i'm chatolic!"


Beritahu Dara pada Selim. Dara kira Selim akan terkejut karena dia seorang katolik tapi memasuki masjid tadi. Dara takut menyinggung.


"forgive me." ucap Selim sambil menyatukan kedua tangannya. ah tapi ternyata malah Selim yang meminta maaf karena tidak bertanya dulu.


"it's okay, actually my boyfriend is a muslim. i also sometimes hear him recite."


jelas Dara pada Selim. jika Dara sebenarnya memiliki kekasih seorang muslim.


Mereka terus berbincang sambil menikmati teh yang mereka pesan tadi. Dara tertarik pada cerita Selim. karena Selim orang turki asli, jadi Andara memintanya untuk menceritakan hal tentang turki yang nanti bisa menarik Andara untuk datang kembali ke Negara ini lagi.


Tentu dengan senang hati Selim menceritakan tentang sejarah bangunan Masjid yang ada di Turki. kenapa masjid? karena melihat Andara yang mau memasuki masjid, Selim jadi berpikir jika mungkin Andara menyukai bangunan masjid.

__ADS_1


Selim menceritakan tentang kekhalifahan ustmaniyah yang berkuasa lebih dari 6 abad lamanya. banyak bukti sejarah yang dapat menceritakan kebenarannya.


ada 5 masjid paling indah dan bersejarah di Turki.


1.Masjid Sultan Ahmed.


biasa di sebut blue mosque, karena memancarkan warna biru saat di timpa cahaya matahari yang masuk lewat jendela 260 kaca patri.


2.Masjid Agung Bursa


atau di sebut Bursa Grand Mosque, UNESCO memasukkannya dalam daftar warisan dunia.


3.Masjid Raya Sulaimaniyah


merupakan peninggalan bersejarah di masa kejayaan pemerintahan Dinasti Turki Ottoman.


4.Masjid Hagia Sophia


merupakan bekas gereja Yunani kuno, bukti jatuhnya konstantinopel ibukota kekaisaran di bawah pimpinan Muhammad al-Fatih.


5.Masjid Ortakoy


atau sering di sebut Buyuk mecidiye camii, tepat di kota Istanbul. di buat oleh arsitek Armenia.


"isn't that mosque earlier?" tanya Dara memotong penjelasan Selim.


"yes that's right, the mosque that you entered earlier." jawab Selim Sambil mengangguk dan tersenyum senang. berarti Dara sudah tau nama Masjid tadi sebelum ia masuk ke dalamnya. ya Masjid Ortakoy adalah masjid yang tadi membuat Dara sempat terkesima.


Selim menjelaskan jika masjid Ortakoy adalah masjid yang terkenal sebagai masjid romantis. warna dinding yang merah muda dan lokasinya di tepian selat Bosphorus, memiliki pemandangan berlatar belakang jembatan Bosphorus, jembatan yang menghubungkan Turki sisi Eropa dan wilayah Turki sisi Asia.


Selim juga bertemakasih pada Andara, dan berharap Andara masih mau untuk berkunjung ke Turki suatu hari nanti.


"see you next time Andara." teriak Selim karena Andara sudah cukup jauh, namun masih bisa mendengar teriakan dari Selim.


Dara segera kembali ke hotel, karena 6 jam lagi ia harus bersiap terbang lagi. Dara senang bertemu dengan Selim hari ini. ternyata setiap kota di dunia ini mempunyai sejarah yang menakjubkan seperti negaranya Indonesia yang mempunya sejarah panjang.


Andara mencoba menghubungi Nanta lewat VC, tapi tak kunjung terjawab. ia meletakkan ponselnya dan ternyata malah Nanta menelponnya.


'Hallo sayangku.' sapa Nanta semangat. ia sudah sangat rindu dengan kekasihnya itu.


"hallo kak, em Dara pengen VC aja." rengek Andara pada Nanta.


'kakak lagi sambil nugas sayang, telpon aja ya.'


Jelas Nanta yang membuat Dara cemberut.


"ya udah deh gak papa."


Setalah cukup lama ia mengobrol dengan Nanta mereka memutuskan melanjutkan telepon besok lagi karena Nanta ada kelas sore.


Dara melihat jam di tangannya, ternyata masih lama waktunya untuk menunggu jam terbangnya. ia mencoba menelpon Saka tapi saat di angkat malah di matikan oleh Dara sendiri. ia menghubungi Saka ulang lewat VC. tapi sama seperti Nanta tadi, tak di jawab oleh Saka. bukankah tadi telfonnya di angkat lalu kenapa sekarang sambungan VCnya tidak!.


Dengan sedikit kesal ia kembali menghubungi Saka lewat sambungan telepon. dan tepat sekali langsung di angkat oleh Saka.

__ADS_1


'hallo Andara cantik.' sapa saka terlebih dahulu


"kok VC gue gak di angkat sih Ka?"


'udah telponan aja, gak ada kuota internet gue.' jawab Saka santai.


"lah rumah Lo kan ada WiFi nya Ka!" kesal Dara karena di pikir dia begok apa bisa di bo'ongin.


'iya ada tapi kan gak gue sambungin.' masih dengan nada santai Saka menjawab. justru itu malah membuat Andara makin kesal.


'ih Saka ngeselin! gue kan kangen liat wajah jelek elo."


'bener nih jelek? oke gue bakar ya semua lukisan Lo di gudang.' ancam Saka yang langsung membuat Dara makin cemberut.


"masak Lo mainnya ngancem sih Ka."


ya, Andara memang meminjam gudang tak terpakai di rumah Saka pada bundanya Saka, untuk tempat dia melukis dan menyimpan Alat lukisnya. auto semua lukisan Andara yang belom sold ada di situ dong.


'iya udah, gak usah bawel makanya.'


" iya deh kan Lo yang bawel. eh Ka gue tadi ketemu cowok suaranya bagus banget." beritahu Andara dengan semangat pada Saka.


' oh Lo selingkuh di sana' balas Saka masih dengan nada santai.


"ih Saka nyebelin." kesal Dara yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Moodnya jadi hancur. aih ia jadi ingin melukis mengingat tentang lukisannya. Dara ingin melukiskan kejadian tadi, untung ia sempat memfotonya. mungkin nanti saat di Belanda saja ia sempatkan untuk melukis karena saat ini ia belum memiliki alat lukis, tidak mungkin dong ia membawa alat lukis dari Jakarta, menuhin kopernya aja.


Andara yang bingung mau apa dia keluar dari kamar menuju kolam renang yang ada di hotel tersebut. bukan untuk berenang tapi untuk duduk santai di sana.


Dara menghubungi mbak Tia yang masih di sibuk berbelanja. ah enaknya jadi mbak Tia bisa menghamburkan uang untuk membahagiakan diri.


Dara memesan minuman untuk menemaninya bersantai. ia melihat Nattalie dan kedua temannya yang lain. ia melambaikan tangganya ke arah mereka.


Mereka berbincang cukup lama hingga menjelang sore. Dara memutuskan untuk packing barang-barangnya agar tidak ada yang tertinggal. sepanjang perjalanan ia membaca WA grub yang isinya tentu teman-teman sekelasnya. mereka membicarakan tentang banyak hal yang ia lewatkan beberapa hari ini di sekolah.


bahkan beberapa dari mereka meminta oleh-oleh darinya.


Dara membaca percakapan mereka hingga tertawa tanpa sadar dia sedang ada di lift, tentu saja orang-orang di lift ikut tersenyum milihat tingkah Dara. gadis remaja seusianya adalah masa di mana saat seseorang menikmati masa mengasyikkan dalam hidup. keceriaan Andara menular pada mereka yang bersamanya di lift.


Sampai di kamar ternyata Mbak Tia sudah sampai hotel sedari tadi.


"mbak Tia belanja banyak ya?" ujar Dara sambil melihat-lihat belanjaan mbak Tia.


"iya dong. mumpung masih bisa menikmati, gue bakal menikmati hasil kerja keras gue." mbak Tia berbicara seperti sedang berpromosi, penuh semangat.


Dara hanya menggeleng saja, bagi Andara menikmati waktu di setiap tempat juga adalah hal teristimewa dan berharga.


"sudah ayo kita cepet packing, kita harus sudah di bandara jam 07.00 p.m nanti."


"siap bos." Dara sangat semangat selain mendapat uang dari hasil kerjanya, anggap saja ia bisa mendapat liburan gratis dan menikmati pemandangan yang jarang di lihatnya.


Di Indonesia Nanta sedang memasak di apartemen Dara. ia sangat rindu Andara karena saat ini tak mungkin untuk melihat wajahnya ia hanya bisa melepas rindu dengan makan ayam kecap favorit Andara di apartemen gadis itu. andai wajahnya tak penuh lebam tentu saja ia lebih suka VC tadi.

__ADS_1


Tak jauh beda dengan Saka. ia sedang main ke rumah Vian. menemani laki-laki itu bermain game. coba saja wajahnya tidak seperti ini pasti ia juga ingin bertatap muka langsung lewat VC dengan Andara.


Mereka berdua hanya bisa menahan rindu. dan untuk Vian. ia sudah puas tadi pagi melihat wajah Andara yang sedang memamerkan keberadaannya yang sedang jalan-jalan menikmati pemandangan di kota Istanbul.


__ADS_2