Keyakinan(new)

Keyakinan(new)
.c51


__ADS_3

Sudah dua hari, namun Andara masih dalam penanganan karena kondisinya masih kritis. Bahkan, Andara terancam mengalami kelumpuhan. Karena kecelakaan kemarin, menyebabkan Andara mengalami gegar otak parah.


Malam yang cukup sunyi menemaninya tenggelam dalam lamunan. Orangtua Andara baru saja pulang untuk beristirahat, karena sudah dua hari mereka juga menunggu Andara sadar dari koma. Saat ini Saka duduk termenung di depan ruangan Andara, bersama sosok anak kecil yang memiliki rambut berwarna pasir.


Baru tadi, ia mengenal sosok anak kecil itu yang adalah saudara kandung Andara. Dan baru hari ini juga, Saka mengetahui jika Andara bukan putri kandung dari keluarga Adiputra. Ada cerita rumit dibalik semua teka-teki yang masih belum terpecahkan.


Saat ini Andara membutuhkan donor sumsum tulang belakang, orangtua Andara jelas tidak bisa mendonorkan karena dibutuhkan kecocokan untuk bisa mendonor. Anak laki-laki di sebelahnya sebenarnya bisa. Tapi, dia masih terlalu kecil sehingga dokter menganjurkan anggota keluarga lain.


Yang lebih rumit dari semua ini adalah, ibu kandung Andara sudah meninggal. Sedangkan ayah kandungnya belum mengetahui jika Andara adalah putri kandungnya. Ada kesalahpahaman di masa lalu, yang membuat Andara dibesarkan oleh keluarga Adiputra.


“Apa ayahmu akan datang?” tanya Saka pada anak kecil di sebelahnya.


“Sangat sulit, tapi aku yakin ikatan ayah dan anak pasti akan meyakinkannya!” Zian tidak begitu yakin sebenarnya, entah Daddy-nya itu mau datang atau tidak.


Daddy-nya mengira jika Mommy-nya berselingkuh, dan mengira jika kakaknya adalah hasil dari perselingkuhan Mommy-nya, akibat kesalahpahaman itulah membuat mereka berselisih paham.


Daddy-nya marah saat itu, laki-laki itu tidak mau bertanggung jawab atas anak yang di kandung mommy-nya. Saat kakaknya lahir, sempat dibesarkan oleh Mommy-nya hingga berusia dua tahun. Karena Daddy-nya masih cinta dengan Mommy-nya, laki-laki itu ingin melenyapkan Andara yang padahal anak kandungnya.


Demi menyelamatkan sang buah hati. Sarah, Mommy-nya menitipkan putri kecilnya pada Kevin Adiputra. Daddy-nya sangat marah saat itu hingga benar-benar mengira jika itu anak dari Kevin Adiputra. Kesalahpahaman yang membuat Sarah harus berpisah dengan sang putri. Lima tahun setelahnya mereka memiliki putra yang bernama, Zian Louis.


Mommy-nya meninggal beberapa tahun setelahnya, sebelum ia bisa melihat sang putri tumbuh dewasa. Hanya setumpuk kertas yang ditinggalkan, memberi Zian petunjuk jika ia memiliki saudara. Berbekal foto kecil Andara yang berada digendongan Mommy-nya, ia mencari kebenaran dari semua teka-teki yang pada akhirnya, memberi tahu jika ia memiliki kakak cantik bernama Andara.


Zian tak pernah berani menemui kakaknya, karena Daddy-nya melarang. Kesalahpahaman itu masih meninggalkan arang menyala di hati Daddy-nya. Gerald Louis adalah pengusaha yang begitu disegani dan ditakuti karena tak segan membunuh mereka yang mengecewakannya.


Kemarin, untuk pertama kalinya Kevin Adiputra menghubunginya karena Andara membutuhkan donor sumsum tulang belakang. Sayangnya, Zian tak memenuhi syarat karena terlalu muda. Jika nanti tidak ada pendonor lain barulah ia bisa menjadi pendonor.


Dengan susah payah ia harus mengelabuhi banyak orang agar bisa datang ke Indonesia. Saat ini pasti Daddy-nya sudah mengetahui keberadaannya. Zian sudah menghubungi asisten Gerald. Memberitahukan jika laki-laki itu harus datang, karena jika tidak ia akan menyesali keputusannya itu.


Zian ditemani oleh sang bodyguard yang telah mengambil resiko besar, karena membiarkan dia datang kesini. Untuk kedua kalinya ia bisa melihat wajah kakaknya, namun dalam keadaan yang mengenaskan.


Zian adalah pengirim buket bunga Baby breath yang sempat membuat Saka dan Nanta khawatir. Saka juga baru mengetahui jika itu memang sengaja dikirim Zian, untuk mengurangi rasa bersalahnya. Zian merasa bersalah karena belum bisa menemui sang kakak, karena Daddy-nya terlalu keras kepala.


“Dia butuh waktu,” ujar Zian sedih.


Saka menoleh pada sosok anak kecil yang memiliki mimik wajah seperti orang dewasa, karena sejak kedatangannya, bahkan anak itu tidak menangis melihat kakaknya terbaring koma di rumah sakit, anak itu hanya menunjukkan mimik wajah kecewa dan sedih. Sedangkan dia saja, sempat menangis saat awal melihat keadaan Andara.


Di dalam sebuah ruangan, laki-laki tampan berwajah tegas sedang berdiri menatap ke arah jendela, yang menampilkan pemandangan langit cerah. Tangannya masih menggenggam gelas yang berisikan Wine. Dalam kebimbangan ia ragu, namun ada rasa aneh yang membuatnya ingin datang.


Pikirannya menampik keras jika itu memang putrinya. Tapi, menurut anak buahnya, orangtua gadis itu tidak memiliki kecocokan untuk mendonor. Itu membuatnya bimbang, setelah tujuh belas tahun ia menampik kebenaran jika itu adalah putrinya, kini ia seperti tertampar kenyataan yang sulit dipercayainya.


Gerald menatap pada foto berukuran besar yang menampilkan sosok cantik berwajah Asia, dengan rambut berwarna pasir yang seperti menyatu dengan warna kulitnya, kuning Langsat.


“Apakah dia benar-benar putriku? Sarah!” gumamnya tak percaya.


Kilasan memori tentang penghianatan istrinya membuat tangannya mencengkram erat gelas di tangannya. Bagaimana bisa ia melupakan itu, hatinya hancur berkeping-keping saat mengetahui Sarah sedang berlibur bersama Kevin sahabatnya.

__ADS_1


Saat itu ia sedang ada perjalanan bisnis, dan ketika ia mengetahui Sarah hamil, jelas ia mengira jika itu bukan anaknya. Ia dan Sarah tak pernah lagi bicara meski berada dalam satu rumah. Dia semakin terluka saat melihat Sarah terlihat bahagia ketika anak itu lahir. Dengan kebenciannya ia berusaha melenyapkan anak itu. Hingga suatu waktu ia mengetahui jika Sarah menyerahkan anak itu pada Kevin.


Setelah beberapa tahun, ia tetap tak bisa menghilangkan rasa cintanya untuk Sarah. Dia menghilangkan kebenciannya pada Sarah dan mencoba memperbaiki hubungan mereka. Mereka di karuniai putra tampan yang ia beri nama, Zian Louis.


Namun sang istri tetap selalu kekeh, ingin bertemu dengan Putrinya yang telah tinggal bersama Kevin. Itu menyulut kemarahan yang sudah terpendam, dan meledak setiap kali Sarah mengatakan jika itu adalah Putri kandungnya.


Gerald melihat dokumen yang berisi informasi mengenai gadis bernama Andara. Disana memang tertera jika Andara adalah putri kandung dari Kevin dan Liliana. Namun Andara tidak memiliki kecocokan darah pada keduanya. Banyak informasi lain yang tertera di sana.


Tentang Andara yang tidak tinggal bersama Kevin dan Liliana, Andara yang memiliki pekerjaan sebagai model untuk membiayai sekolahnya sendiri. Dan yang sedikit menyentil perasaannya adalah jika Andara juga seorang pelukis. Sarah, istrinya juga seorang pelukis sebelum menikah dengannya.


Menutup dokumen itu dengan kasar. Ia mengacak rambutnya frustasi, ia kalut dan kesal. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal erat. Kekacauan itu juga tergambar pada ruangan yang biasanya rapi, kini terlihat sangat berantakan.


Sama seperti Gerald, saat ini Kevin juga tampak kacau. Ia bingung, jika bisa pasti saat ini ia saja yang menjadi pendonor untuk Andara. Dalam lubuk hatinya ia merasa terluka, melihat sang putri terbaring koma dan ia tak bisa melakukan apa-apa. Meski bukan putri kandung, ia sangat menyayangi Andara.


Kerumitan dari kesalahpahaman di masa lalu ternyata semakin rumit. Sarah wanita yang dicintainya telah meninggal beberapa tahun lalu. Ia merawat Andara awalnya karena rasa bersalah kepada Sarah, karena wanita itu harus menanggung kebencian dari Gerald. Bahkan ia tetap bertahan pada pernikahan tanpa cinta dengan Liliana adalah demi Andara.


Semua dilakukannya dengan ikhlas, namun ternyata tidak berjalan lancar. Dia harus bertengkar setiap hari dengan Liliana. Sebenarnya Liliana sangat menyayangi Andara seperti putrinya sendiri. Meski itu tidak ditunjukkannya secara terang-terangan. Setelah sekian lama mereka selalu bertengkar, mereka memutuskan untuk berpisah. Namun, itu disalahpahami oleh Andara saat ia bertengkar hebat dengan Liliana.


Andara memilih tinggal sendiri, ia tak bisa apa-apa karena tidak ingin jika nanti Liliana mengatakan kebenarannya. Hubungan rumit yang mereka jalani membuat Andara membenci mereka.


Saat ini ia hanya berharap, Zian dapat meyakinkan Daddy-nya jika Andara adalah putrinya. Ia sudah sangat mengetahui jika Gerald adalah orang yang keras kepala. Laki-laki itu sulit mendengarkan pendapat orang lain dan tidak mau percaya pada orang lain. Kesalahpahaman yang sebenarnya hanya membuat semua pihak terluka.


Dia menoleh ke arah Liliana yang baru saja masuk ke kamar. Wanita itu juga sama sedihnya dengan dirinya. Dia tahu jika Liliana juga sering mengawasi Andara seperti dirinya. Entah kenapa, ia dan Liliana tak bisa akur. Selalu ada masalah yang memicu pertengkaran antara keduanya. Liliana mengetahui jika ia dulu mencintai Sarah, tapi setelah menikah dengan Liliana, Kevin bisa sedikit demi sedikit melupakan rasa cintanya.


Kedatangan Andara membuat hubungan mereka yang memiliki kemajuan jadi mundur lagi lebih jauh. Mereka selalu bertengkar, dan Liliana berusaha terlihat acuh pada Andara. Padahal ia juga tahu jika Liliana menerima Andara seperti anaknya sendiri.


“Entahlah, ia terlalu keras kepala! Jika saja ia tahu jika Andara adalah putrinya!” ucapnya geram.


“Kau tidak ingin menjelaskan lagi padanya?”


“Tidak! Dia selalu akan berusaha membunuhku! Kau tahu, jika selama ini dia selalu mengirim orang untuk membunuhku!” Ya! Gerald memang sangat membenci Kevin, Liliana tahu itu.


“Tapi Andara membutuhkannya!” Liliana mengeraskan suaranya, ia tidak ingin jika putrinya itu tidak selamat.


“Zian akan membantu Andara!” balas Kevin santai.


“Sampai kapan kalian akan seperti ini?! sampai Andara benar-benar mati, baru kalian akan berhenti saling membenci!”


“Jaga ucapanmu!” teriak kevin marah.


Liliana menangis, isakannya terdengar pilu. Liliana tak tega melihat keadaan Andara yang masih kritis. Jika bisa, ia ingin menanggung rasa sakitnya agar Andara segera sadar.


“Dokter bilang, Andara akan mengalami kelumpuhan pada anggota gerak tubuhnya! Aku tidak bisa membayangkan jika nanti Andara sadar, dia pasti akan terguncang!” tangisnya semakin kencang.


Kevin terbungkam, ia juga terluka mendengar pernyataan dari dokter. Masalah pondonor saja belum selesai, ia harus menerima kabar jika nanti Andara akan lumpuh.

__ADS_1


.........


Gerald turun dari pesawat, langkah kakinya mantap dengan sorot mata tajam. Ia memutuskan untuk melihat sendiri hal yang masih belum dipercayainya.


Saat tiba di rumah sakit ia sempat ragu, tapi entah kenapa semakin dekat, semakin kencang jantungnya berdetak. Hingga saat mencapai lorong lantai dua, ia melihat Zian. Putranya itu sama sekali tidak menatap ke arahnya. Itu hal biasa, hubungan mereka memang tidak begitu baik.


“Dimana dokternya?” tanya Gerald acuh.


“Ikut saya!” ujar seorang pemuda yang berwajah datar namun terlihat kesedihan di matanya.


Saka sudah bisa menebak karena ada kemiripan antara orang berwajah galak itu dengan Andara. Untung saja Andara tidak berwajah kaku seperti kedua orang asing berbeda usia itu, Andara mungkin mirip dengan ibunya, pikir Saka tidak begitu peduli.


Setelah dilakukan tes, memang ada kecocokan dengan tingkat 99%. Itu membuat Gerald syok, ia mengalami guncangan sehingga belum bisa dilakukan tindakan pencangkokan sumsum tulang belakang, karena tekanan darah Gerald terlalu tinggi untuk dilakukan tindakan operasi.


Selagi menunggu kesiapan pendonor, pasien juga harus stabil. Saka sedikit lega, setidaknya teka-teki yang selama ini Andara pertanyakan perihal orangtuanya telah terjawab.


Zian berdiri di sebelahnya, mereka menatap fajar yang mulai menampakkan cahayanya. Zian menoleh ke arahnya.


“Kau menyukainya?”


Saka menoleh pada anak kecil berwajah datar yang juga menatap ke arahnya. Dia sedikit menyunggingkan senyum yang terlihat kontras dengan wajah lelahnya.


“Aku menyayanginya!” jawab Saka pelan.


“Aku tahu!” Balas Zian mengejek.


Zian juga tahu perihal Ananta beberapa hari lalu, ia tak menyangka laki-laki yang dipikirkannya akan menjaga Kakaknya ternyata malah melukainya.


“Daddy akan membawanya ke Venice setelah dilakukan operasi!” Zian merasa perlu mengatakan hal ini pada Saka.


Saka nampak terkejut, ia belum siap jika benar-benar terpisah dengan Andara. Tapi, ia juga tidak ingin mencegah Andara, setelah Ayahnya mau mengakuinya. Hanya saja, Saka belum siap! entah kenapa ia merasa patah, ia ingin sekali berteriak dan menyuarakan keberatannya.


...........


Setelah beberapa hari, berita tentang kecelakaan yang menimpa Andara beredar di berita online. Di sana tertulis jika seorang model juga pelukis muda, Joana Imelda Andara mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami koma.


Ananta terkejut, seakan ada patahan keras yang menyakitkan di hatinya. Dengan segera ia sudah ingin menyusul Andara ke Bali. Nadia yang mengetahui hal itu juga ingin ikut. Bagaimanapun ia mempunyai rasa bersalah terhadap gadis itu.


Saat sampai di rumah sakit, Ananta harus menelan kekecewaan karena Andara sudah pergi ke Venice. Ia hanya sempat bertemu dengan Saka yang terlihat lebih kacau darinya, laki-laki itu sedang mengurus barang-barang Andara yang tertinggal. Tak sedikitpun Saka mau berbicara padanya. pulang ke Bandung dengan rasa sesak yang seakan ingin membunuhnya.


_________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.


Season satu selesai ya, ini ending. Kira-kira mau part khusus kejadian sebelum Andara kecelakaan enggak? jawab ya 😉

__ADS_1


happy reading 😘**


__ADS_2