
Sebuah taksi berhenti tepat di depan sekolah elit di kawasan Jakarta pusat. Dengan masih memakai earphone sang penumpang keluar dari taksi tersebut. Senyum merekah menyapa Vian yang juga baru sampai dengan mobil mewahnya.
"Dah sembuh Lo? ayo masuk," ajak Vian yang disambut cengiran khas dari Andara. Mereka melewati gerbang masuk menuju pelataran sekolah. Sampai di parkiran mereka melihat Fita yang juga baru tiba dengan motor gedenya.
Fita turun dari motornya, melepas helmnya lalu menghampiri mobil yang ia tahu milik Vian.
tok tok
"Woy baru sampe juga Lo ya, buru keluar," ajak Fita setelah mengetok kaca bagian samping pengemudi.
"Males gue, sini aja dulu," balas Vian yang memang masih malas ke kelas. Vian dan Andara sangat cocok urusan membolos atau mangkir dari jam pelajaran.
Karena mereka tak kunjung keluar Fita meninggalkan mereka, ia sedang malas berdebat. Apalagi jika Vian dan Andara sedang kompak, sudah di pastikan mereka tidak masuk kelas.
"Dara, Lo gak pengen maen gitu ke rumah gue?" tanya Vian sambil menyalakan rokoknya. karena masih di dalam mobil tentu tidak akan ada yang melarang ia merokok di sekolah, sebab tidak ada yang tau.
"Napa? pasti adek Lo kangen ya sama gue? heran gue padahal gue kan gak suka anak kecil, lah ini si Cella kok demen banget Deket-deket gue" ya Cella adeknya si Vian seneng banget kalo Dara maen ke rumah. Bahkan saat akan pulang ia pasti harus menunggu Cella tidur dulu. Jadilah ia di tinggal teman-temannya yang lain pulang.
"Dia sayang sama Lo begok, si Cella juga pilih-pilih dia sama orang. Kapan Lo lagi nganggur gue jemput deh," tawar Vian, ia sangat menyayangi Cella, adik satu-satunya. karna untuk memiliki Cella, keluarga Vian harus berjuang keras mendapatkan hak asuhnya. Ya Cella anak dari panti asuhan yang diadopsi oleh orang tua Vian.
"Ye Lo pikir gue pangangguran! gue musti kerja untuk bayar ni sekolah tauk."
"Ya udah sih kan maksud gue pas Lo lagi nyantai gitu."
"Entar deh, Lo tau sendiri gue kalo lagi gak ada job modeling ya ngelukis, ntar kalo lagi gak mood ya palingan maen sama Saka."
"Ye Lo mah kalo di ajak maen Saka aja di iye'in." protes Vian dengan memasang wajah jengah.
"Gue butuh refreshing, nah lagian maen bareng Saka juga berarti maen bareng Lo Lo pada kan. Ngomong-ngomong kita Minggu ini belum ngumpul lagi kan?"
Dara yang juga ingin mencomot rokok Vian belom juga ngambil sudah di tepuk tangannya sama Vian. Dia cemberut sambil mengelus tangannya. Sedangkan Vian, dia langsung memasukkan rokoknya ke kotak kecil di mobilnya.
"Kita lagi pada sibuk turnamen kemaren, terus Lo juga sakit kan." ucapan Vian membuat Dara membeku, ia lupa kemaren mereka kan baru saja mengikuti turnamen.
"Terus kalian menang nggak?" tanya Dara antusias.
"Menang dong." jawab Vian pongah sambil menghembuskan asap rokoknya bangga. Sedangkan Dara ia langsung memeluk lengan Vian cepat.
"Wah selamat ya, kalian hebat banget!" ujarnya yang di balas Vian dengan mengusap rambut Dara sayang.
Kemudian Dara terburu-buru membuka pintu mobil dan melambaikan tangannya ke arah Vian sambil berlalu meninggalkan mobil.
"Katanya males ke kelas, Lo mau kemana?" teriak Vian yang juga buru-buru keluar dari mobilnya.
"Gue mau ketemu Saka." Vian hanya menggeleng. Dara semangat sekali padahal tadi bilangnya males ke kelas.
.......
"Daniel Lo liat Saka ngga?" tanya Dara pada Daniel yang biasanya bersama Saka.
"kagak! bolos kali dia," jawab Daniel yang masih sibuk menyalin tugas milik temannya.
Dara berlalu dari sana terus mencari keberadaan Saka. Hingga akhirnya ketemu di kantin, "woy gue cari'in jugak Lo."
"Apa'an sih Dara cantik nyari'in gue. mau traktir ya?" jawab Saka asal. Ia masih sibuk makan mie ayam bersama teman laki-lakinya yang lain.
"Gue pengen meluk elo." ia langsung memeluk Saka dari belakang. Teman-temannya yang lain hanya tersenyum saja. Ya Dara dan Saka sering di kabarkan pacaran, tapi tak ada bantahan atau pembenaran dari keduanya.
"Pa'an deh Dar, mie gue kena baju nih." Ya karna goncangan dari Dara, mie yang akan masuk ke mulutnya malah tumpah ke bajunya. Jelas kotor dong, tapi jelas ia tak bisa marah sama Dara.
Dara masih belum melepaskan pelukannya di leher Saka, malah semakin menggoyang-goyangkannya. "gue bangga sama Lo Ka."
"iya gue tau, tapi lepas dulu laper gue," jawab Saka sambil mengusap lengan dara yang masih memeluknya.
"Iya, gue juga mau makan deh." melepaskan pelukan ia berlalu memesan mie ke ibu kantin.
"Enak banget deh yang pagi-pagi udah di peluk." celetuk salah satu temannya.
"iya , yang jomblo mah cuma bisa ngiler."
__ADS_1
"Jorok amat Lo. dah Sono balik kelas dah mo masuk nih," ujar Saka sambil melihat jam di tangannya.
"Iya gue balik kelas dulu deh." Mereka berdiri berlalu meninggalkan Saka yang sudah pasti mereka tau jika Saka akan menemani Dara makan.
"Lah pada kemana yang lain? jahat amat Dara makan malah pergi!" Kesal Dara sambil mengaduk-aduk mienya.
"Kan memang udah jamnya masuk. Lo aja begok malah makan." Meski terdengar kasar tapi Saka tidak benar-benar mengatakannya. sedangkan Dara ia sudah biasa mendengar Saka berbicara seperti itu. Pada temannya yang lain Saka juga berbicara kasar begitu.
Saka memang biasa berkata kasar atau ketus itu karna ia biasa berbicara dengan teman sesama laki-laki. Ia juga jarang berbicara, hanya pada Dara saja ia banyak berceloteh.
"Pelan-pelan aja, keselek ntar nangis." Sambil mengelap sebelah bibir Dara yang terkena kuah mie ayam.
"Dara lapar Ka," jawab Dara dengan mulut penuh.
......
"Ka, udah belom? lama amat Lo ganti baju."
"Gue gak nyuruh Lo nungguin gue ya."
Dara sedang menunggu Saka berganti baju di toilet. Sedangkan dia berdiri menunggu di depan toilet laki-laki.
"Saka cepet ntar kita telat pelajaran ke dua nih." Ya mereka memutuskan masuk kelas setelah jam pelajaran pertama berakhir.
"Lo duluan aja." Teriak Saka dari dalam
"jahat amat Lo padahal udah di tunggu juga." sewot Dara yang sudah pegal berdiri.
"Lo boker ya lama amat?"
"Gue kan musti ganti semuanya. Orang kotor semua. Lo pikir ini gara-gara siapa hah?" kesal Saka karna Dara tak berhenti mengomel dari tadi. Ia kan tidak minta di tunggu, tapi emang dasarnya Dara aja kurang kerjaan nungguin dia.
"Ya udah gue balik kelas duluan ya Ka?"
"Ya sono."
Mereka tak tau jika di dalam bilik lain di dalam toilet laki-laki, ada Vian yang sedang merokok berjarak dua bilik toilet dari bilik Saka. Ia menggeleng mendengar teriakan mereka berdua. Kelakuan dua temannya itu seperti anak kecil. Ia keluar setelah Saka lebih dulu keluar dan ikut masuk di pelajaran ke dua.
Dara reflek menepuk paha Vian, Vian tak marah meski cukup panas bekas tepukan Dara. Ia menengok ke arah Dara sambil menaikkan alisnya.
"Lo dari mana gak ajak gue," kesal Dara karna biasanya kalau bolos Vian selalu mengajak Dara.
"Dah deh gak usah drama, Lo kan juga bolos tadi bareng Saka," balas Vian menengok ke belakang ke arah Saka duduk. ya Saka duduk di belakang Dara.
"Eh Lo tau." balas Dara dengan memamerkan gigi rapinya.
Vian mendengus kesal lalu mereka sibuk mengeluarkan buku pelajaran ke dua, tak lama guru masuk ke kelas mereka.
......
"Lo balik naik taksi, apa gue anter?" tanya Saka pada Dara. mereka Andara, Fita, Vian dan Saka berjalan menuju parkiran sedangkan yang lain masih ada urusan dengan kegiatan ekstrakurikuler.
"Males balik ke apart soalnya pacar gue ada kelas sampe malem, hari ini. Kan males balik apart kalo sendirian." jelas Dara pada mereka,
Kerana sebelum balik ke apartemennya Nanta selalu sempetin buat mampir ke apart Dara. Menemani gadis itu dan menikmati quality time selagi ada waktu senggang. Kadang juga hanya melihat Dara melukis ia tiduran menemani Dara berbicara.
"Ya udah ayok ke rumah gue aja Lo pada." ajak Vian pada mereka.
"Iya gue mau ke rumah Vian aja deh." balas Dara.
"Gue ikut Dara deh mumpung gak ada tugas, gue." Fita menyetujui untuk ikut.
"Ya udah gue ikut deh." fix mereka berempat pulang ke rumah Vian.
Dara ikut mobil Vian sedang Saka dan Fita jelas membawa motor masing-masing.
......
Di dalam mobil Dara dan Vian asik mendengarkan lagu Sheila on7 yang berjudul 'Dan'. mereka berdua ikut bernyanyi mengikuti alunan musik. Hingga Dara tiba-tiba menyuruh Vian berhenti di depan kedai eskrim. Vian tau Dara memang selalu membeli es krim tiap main ke rumahnya. Bukan hanya untuk adiknya Cella tapi juga untuk mereka. Karena Dara, mereka jadi ikut makan makanan manis itu. dan itu tidak membuat mereka keberatan.
__ADS_1
"Lo mau rasa apa?" tanya Dara pada Vian yang di balas lambaian tangan. Dara sudah paham itu artinya terserah dia.
Vian menyerahkan kartu ATM nya pada Dara.
"Gak usah." tanpa menerima kartu itu Dara berlalu membayar pesannya ke kasir.
Vian menatap kartu ATM miliknya yang masih di tangannya. Ia menangkat sedikit bibirnya membentuk senyum tipis. Wanita itu, jika saja belum memiliki Nanta sebagai kekasihnya. Pasti, ah hatinya sudah jatuh pada kepolosan gadis itu, Dara yang bersikap tanpa canggung dan apa adanya membuat dirinya jatuh semakin dalam pada perasaannya sendiri.
Vian tidak bisa seperti Saka yang hanya berteman tanpa rasa cinta kepada Andara. Vian tau Saka tulus menganggap Dara hanya sekedar teman begitupun Dara. Meski sering di kabarkan pacaran karna kedekatan mereka, tapi ia dapat melihat jika keduanya murni hanya berteman jika lebih mungkin itu hubungan kakak adik saja. Tapi dia, ah dia bahkan menyukai gadis yang sudah memiliki pacar itu.
Vian menyusul Andara yang telah selesai membayar. Mereka balik ke mobil dengan banyak eskrim.
Ponsel Dara berdering lagu Where is the love mengalun merdu membuat Dara kelimpungan. karna ponselnya ada di tas yang ia taruh di jok belakang.
"Ambil pelan-pelan aja." ujar Vian sambil terus fokus menyetir.
"Ah dapat." dara melihat nama Nanta tertera di layar ponselnya.
'Halo kak.'
'Iya Dara nanti makan kok'
'Iya, Dara mau ke rumah Vian, nanti Dara numpang makan kok di sana'
Jawab Dara pada Nanta sambil menoleh ke arah Vian yang juga menoleh ketika Dara menyebut namanya. Dara langsung menampakkan deretan giginya sambil tangan mengangkat dengan dua jari membentuk huruf V.
'Iya nanti kalo kakak sibuk gak usah di paksain, Dara bisa naik taksi pulangnya.'
'Iya Dara sayang kakak juga.' Telepon mati dan ternyata mereka juga sudah sampai di depan rumah Vian.
"Nanti kak Nanta mau jemput?." tanya Vian memastikan.
"Iya kalo dia bisa balik cepet, kalo nggak ya gue naik taksi aja," balas Dara sambil membuka pintu mobil.
Saka dan Fita sudah lebih dulu sampai dan sedang berbincang di depan rumah Vian.
"Lah kenapa gak pada masuk." tanya Dara
"Nungguin Lo begok, lama bener mobilnya aja sport, tapi jalannya kek siput," balas Fita kesal. yang mendapat tendangan pelan dari Saka. ia mengelus kakinya prihatin.
"Udah ayo pada masuk." ajak Vian.
.....
"Mbak Minah, mama ke mana?" tanya Vian karena rumahnya sepi sekali.
"Ke gereja Den, Aden mau di siapin makan siang sekarang?" tanya Mbak Minah yang di jawab anggukan dari Vian.
"Ayok ke atas aja, ntar kalo makan siangnya dah siap di panggil kok sama mbak Minah,"
ajak Vian pada mereka yang sudah duduk manis di meja makan. mereka memang niat minta makan di sini.
"Yok ah, ini es krimnya?"
"Udah bawa aja ke atas" balas Vian sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
"Es krim lagi? kamu kan baru sembuh! mana boleh makan es krim." Saka sedikit melotot ke arah Vian yang mengijinkan Dara membeli es krim di kondisinya yang baru pulih.
"Dikit, Dara pengen makan es krim," bela Dara karna tak ingin Vian kena amukan dari Saka. sedangkan Vian hanya mengangkat bahu, dan berlalu pergi.
"Enggak boleh berarti nggak!" Saka langsung merebut kantong plastik berisi es krim dan membawanya menuju dapur menaruh es krim itu di kulkas. Mbak Minah yang melihat wajah marah Saka saja tidak berani bertanya.
Setelah kembali dari dapur ia melihat Dara masih menatapnya. sedangkan Fita mungkin sudah ikut naik ke atas bersama Vian. Mereka yakin meski marah tak mungkin Saka menyakiti Dara, dari pada menambah amarah Saka, mereka lebih baik pergi.
Saat sudah sampai di tangga tepat di sebelah Dara berdiri, ia melihat mata Dara yang sudah berkaca-kaca, hampir menangis. Tanpa banyak kata Saka memeluk Dara. barulah terdengar isakan dari bibir gadis itu.
"Aku gak mau kamu masuk rumah sakit lagi," jelas Saka pelan sambil mengusap rambut Dara, yang tengah terisak dalam pelukannya.
"Udah jangan nangis, maaf aku kelepasan. aku gak marah lagi asal kamu nurut okey?" Dara mengangguk sambil terus terisak.
__ADS_1
________