Keyakinan(new)

Keyakinan(new)
.c21


__ADS_3

Sudah hampir magrib, Nanta baru sampai apartemen Andara, Masuk bersama Mian. Sepi pikirnya, Nanta meletakkan Mian dan barang belanjaan yang memenuhi tangannya. Mengelus kepala Mian sayang, kucing itu masih saja tidur.


"welcome Andara's home, Mian," Ucapnya pelan pada Mian yang tak terganggu oleh usapan di kepalanya.


Nanta menatap sekeliling, Tidak ada orang, tapi tempat ini bising karena musik yang sangat keras. Untung saja Mian tidak kaget tadi saat masuk. Nanta sudah mengira pasti Dara sedang di kamar. Ia melangkah pelan masuk ke kamar.


Nanta hanya menggeleng saja. Ia melihat dua manusia yang saling memperebutkan selimut dengan mata yang tertutup rapat. Acara tarik menarik itu di menangkan oleh Andara. Saka yang mendapat bagian seperdelapan nya saja dari selimut itu, memeluk erat Andara mencari kehangatan.


Ananta mengerutkan dahinya, Ia tak suka melihatnya. Jika memang dingin kenapa tidak matikan saja AC nya. Ia menarik Saka memisahkan keduanya. Mereka bahkan tidak bangun. Nanta beranjak mendekat ke sisi samping Andara. Mengecup pipi Andara , yang membuat Andara jadi terganggu. Ananta mengulang hingga kesadaran Andara kembali.


"Kakak?" Mengedipkan matanya beberapa kali baru jelas jika itu memang Nanta.


Andara bangun di bantu oleh Nanta. Karena masih mengantuk ia hanya senderan saja di bahu kekasihnya itu. Nanta mematikan musik keras di ponsel Andara, sedang Andara menengok ke belakangnya, Saka masih tidur. Lalu mendongakkan kepalanya melihat wajah Nanta.


Lelaki itu mengecup hidungnya beberapa kali. Hingga terdengar suara adzan Magrib. Mereka saling menatap lalu tertawa.


"Aku mau wudhu dulu, abis itu baru kamu mandi! okey?" Tanya Ananta yang sebenarnya adalah perintah.


Andara mengangguk saja, melihat Nanta masuk ke kamar mandinya. Ia merebahkan badannya lagi ke kasur. Menggoyang badan Saka perlahan.


"Ka, bangun!" meski goncangan pada badannya semakin kuat, lelaki itu tak kunjung membuka matanya.


"Saka, Lo kebo banget sih. Noh magrib tu! bangun deh." Andara berbicara lebih dekat ke telinga Saka. Berharap laki-laki itu terganggu.


Bukan Saka yang terganggu tapi Nanta yang baru keluar dari kamar mandi. Nanta mencebikkan bibirnya kesal. Saka manja sekali, pikirnya.


Andara yang masih terus membangunkan Saka, malah akhirnya di tarik tidur lagi oleh laki-laki itu. Meneluk erat pada tangan dan perutnya.


"Saka ihh, lepas! Ayo bangun! tuh kak Nanta aja mo sholat Magrib!" Ujar Andara sambil berusaha melepaskan diri karena ia melihat muka kesal kekasihnya.


Saka yang mendengar nama Nanta, ia langsung membuka matanya. Mencari keberadaan Nanta, Di sana Saka melihat Nanta menatap nya kesal. Saka melepaskan Andara sambil menyengir lebar. Mengangkat tangan menunjukkan jika tangannya yang nakal.


Andara memukul Saka tepat di kepalanya. Saka berpura-pura pingsan setelahnya. Dan Dara langsung mengacungkan jempolnya ke arah Nanta. Melihat keduanya seperti itu Nanta hanya menggeleng prihatin. Mereka sedang mempermainkan nya.


"Bentar kak," teriaknya pada Nanta.


Dara langsung berlari ke arah lemari, Ia mengambil peralatan Sholat Ananta. Menyiapkan sajadah yang di hadapkan ke kiblat, laku sarung yang di letakkan nya di atasnya. Tangannya mengayun mengisyaratkan 'silahkan'. Nanta tersenyum saja.


"Sudah sana mandi!" Ujar Nanta yang langsung memakai sarungnya.


Andara menoleh melihat Saka yang melihat keduanya heran. Ia mengisyaratkan agar Saka segera cuci muka.


"Cepet, gue mau mandi!" Ujarnya galak.


Saka mengangkat sebelah alisnya, heran. Lalu mengacak rambut Andara gemas.


"Bawel!" balasnya sambil berlalu.


"Ish, dasar kebo," ucapnya pelan karena Nanta sudah memulai sholatnya.


Tapi itu terdengar di telinga Saka. Ia melempar Sikat gigi dari wastafel. Itu tepat mengenai jidat Andara. Dara melangkah cepat ingin membalas, tapi pintu kamar mandi sudah tertutup rapat.


Ia menunggu di samping pintu kamar mandi. Tak lama Saka keluar dari sana.

__ADS_1


"Jelek," ujar Andara yang langsung mendorong Saka karena menghalangi jalan masuk ke kamar mandi.


Saka akan berbalik membalas tapi pintu itu sudah tertutup kembali. Ah Saka memutar bola matanya malas berjalan ke arah lemari. Di sana ada baju laki-laki, karena Saka dan Nanta sering berkunjung. Jadilah mereka punya tempat baju sendiri di lemari Andara.


Saka melihat Nanta masih duduk bersila sedang berdo'a mungkin pikirnya. Ia keluar menuju dapur karena haus. Membuka kulkas dan meminum susu kotak milik Andara. Tapi saat meminum susu itu, ada suara 'meong' yang membuatnya terkejut.


Saka melanjutkan lagi menenggak lagi susu di tanggannya, suara 'Meong' itu terdengar lagi. Kali ini ia yakin jika itu nyata. Saka menolehkan kepala nya mencari keberadaan hewan bersuara 'meong' itu.


Disana! tepat di meja makan ada kucing dalam kandang yang menatap ke arahnya. Bukan ke arahnya tapi tepatnya pada susu kotak di tangannya.


Saka memicingkan mata lalu melihat susu di tangannya. Ia sekarang mengerti kucing itu ingin susu kotak Andara. Saka tersenyum miring, meminum susu itu perlahan sambil memperhatikan kucing yang menatap nya memelas.


"meong" tangan Mian berusaha menggapai dengan mengeluarkan tangannya di sela-sela kandangnya.


Itu membuat Saka semakin lama meminum susunya hingga ada yang menepuk punggung di belakang nya. Susu itu sedikit tumpah dan hampir membuatnya tersedak.


"Heran deh sama kucing aja Lo pelit amat, Sian noh dia mau minta," ujar Nanta santai lalu duduk di meja makan mengeluarkan kucing itu dari kandang.


"Salah dia gak bisa ambil sendiri." Saka membalas cuek sambil berlalu menuju ruang TV.


Ruang TV dan dapur memang tidak memiliki sekat, hanya terpisah sebuah meja tempat Andara menaruh bunga dan pernak-pernik hiasan kecil.


Saka menyalakan TV dengan kegiatan yang sama. Hanya memindahkan channel TV asal.


Nanta menyiapkan makan Mian dan minumnya. Ada mangkuk kecil tempat ia menaruh makanan. Mian dengan semangat makan dengan lucu menurut Nanta.


Ia asik mengganggu Mian yang sedang makan. Hingga sebuah suara mengagetkan Nanta,Mian dan Saka. mereka menoleh ke arah seorang gadis yang excited dengan keberadaan Mian.


"Lebai!" Ujar Saka sarkasme saat Nanta akan menjawab.


Andara memeletkan lidahnya ke arah Saka.


Nanta menarik Andara untuk duduk.


"Tadi sebelum ke sini kakak ambil Mian dulu. tadi juga aku dah beli'in persediaan makanan untuk Mian. Jangan sampe lupa kasih dia makan ya!"


Peringatan dari Nanta bukan tanpa alasan. Dara belum pernah memiliki peliharaan, terlebih dirinya sendiri saja sering lupa makan jika sudah berkutat dengan lukisan. Nanta sebenarnya sedikit khawatir meninggalkan Mian di sini.


"Iya, Dara bakal inget kok. Ya kan Mian?" tanya Andara pada man Sambil menepuk kepalanya.


"Meong" Mian menjawab seakan tau apa yang Andara katakan.


Jelas itu memicu tawa dari keduanya. Saka sudah seperti pengganggu suasana saja di keluarga bahagia itu.


"Bukan cuman Mian yang laper! gue juga nih."


Ujar Saka sewot.


"Lah makanlah kalo laper, mau minta makanan Mian Lo?" balas Andara terkekeh.


Saka hanya memutar bola matanya malas dan berdecak kesal.


"Kamu juga pasti laper. aku tadi beli soto di depan situ. panasin dulu ya." Ujar Nanta mencari soto yang di belinya tadi.

__ADS_1


"Ini kak?" tanya Dara sambil mengangkat bungkusan soto di kantong kresek di atas meja.


"Sini'in yang." Nanta menyiapkan panci untuk memanaskan soto itu.


Sementara mereka berdua sibuk di dapur dengan Soto dan mangkuk.


Saka berjalan mendekat ke meja makan. Mian menatap kedatangan Saka tidak suka. Seakan makanannya itu akan di minta oleh Saka. Mian menggeram galak ke arah Saka.


"Napa deh Lo, Gak suka gue makanan Lo. Gak minta gue," ucap Saka pada Mian yang tetap menatapnya tidak suka.


Saka mencebikkan bibirnya. "Makanan begitu doang pelit."


Nanta dan Andara yang mendengar itu tertawa. Saka dengan kucing saja tidak akur.


"Itu karena Lo tadi pelit sama dia, minum susu gak di bagi." balas Nanta dari arah dapur.


"Kecil aja, sok balas dendam." Ujar Saka cuek.


Dara terkekeh melihat Saka dan Mian yang tidak akur. Seperti akan memperebutkan perempuan pujaan hati saja.


Saat soto itu sudah siap, Dara membantu Nanta menyiapkan soto itu di tiga mangkuk.


Mereka duduk menunggu semua telah siap makan.


Mian sudah di turunkan dari atas meja makan. Ia sekarang sedang asik menjilati tangannya.


"Tu muka kenapa Ka." tanya Nanta heran.


"Biasa cowok ya begini," ujar Saka dengan songong.


"Ye, kak Nanta gak bonyok kayak Lo!" Ujar Dara meledek.


"Ini karena gue gentleman begok." Saka masih membela diri.


"Lah dasar bocah," ucap Nanta yang membuat Saka kesal dan Dara jadi terkekeh.


"Dia belain temennya kak, Sampek kayak gitu!" Jelas Andara pada Nanta.


Ananta hanya mengangguk saja. Ia sempat menggeleng melihat Wajah Saka yang babak belur seperti itu. Perasaan ia dulu tak pernah sampai seperti itu saat seusianya.


"Gue gak akan biarin orang yang gue sayang di hina." Ujar Saka cuek tapi dengan nada dingin.


Dara dan Nanta hanya diam saja memulai makan, karena tau Saka sedang benar-benar kesal saat ini.


Malam itu mereka habiskan dengan bercanda dan tertawa bersama pendatang baru di apartemen itu. Kecuali Saka, Mian dan Saka masih tidak akur.


Besok weekend Nanta mengajak Andara sepedahan keliling taman. Andara menyetujui ide itu karena ia sudah lama tidak naik sepeda. Saka juga di ajak tapi ia malas, Saka memilih tidur di pagi hari atau mencicipi kue buatan bundanya dari pada naik sepeda.


Saka yang paling rajin olahraga di antara ketiganya. tapi Saka tak begitu suka naik sepeda, karena harus membuatnya berkeliling. Ia lebih suka olahraga yang di tempat.


Padahal bersepeda membuat kita bisa menikmati alam sekitar, Andara paling suka naik sepeda karena dulu saat kecil ia tak berkesempatan menikmati waktu bermain sepeda.


Saka dan Ananta pamit pulang. Dara mengajak Mian ke kamarnya. Ia menempatkan kandang Mian di dekat tempat tidurnya. Tak lama Mian sudah tidur bergelung nyaman di tempatnya. itu sangat lucu menurut Andara. Andara tak tau jika memiliki hewan peliharaan bisa seasik ini. semoga saja suatu hari nanti Andara tidak lupa untuk memberi makan Mian. Andara yang ceroboh memiliki peliharaan. Nanta saja tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2