Keyakinan(new)

Keyakinan(new)
Lagu untuk Alin dari Saka


__ADS_3

"Lo mau lukis? dengan keadaan Lo ini mana boleh Dar!" ujar Fita, ya Saka datang ke rumah sakit bareng Fita, Tyas, Alan dan Vian. Saka membawakan alat lukis yang di pesan Dara lewat pesan. Untung belum sampai rumah sakit, jadi bisa mampir dulu ke toko, cari alat lukis baru untuk Dara.


Yang lain kompak mengangguk menyetujui ungkapan Fita.


"Gak usah aneh-aneh deh Lo Dar, kan bisa lukis nanti kalo dah sembuh," protes Vian sambil mengupaskan buah apel untuk Dara.


"Gak bisa, harus hari ini!" jawab Dara santai sambil memakan buah yang sudah di kupas Vian, ia mengambil lagi dan memasukkan ke mulut Saka yang akan ikut berbicara.


Mereka kompak tertawa, jangan tanya bagaimana Saka? ia kesal, tapi tetap mengunyah buah yang sudah terlanjur masuk ke mulutnya.


Dara memperhatikan Tyas yang sibuk menata alat lukis tadi untuk Dara. Ia tersenyum manis ke arah Tyas, "Tyas emang paling cantik deh."


"Gak usah muji, males gue."


"Emang mau lukis apa sih kok musti hari ini?" tanya Alan penasaran.


"Jangan bilang Lo mau lukis penampakan di rumah sakit ini." Fita sering membaca cerita horor makanya kadang suka ke bawa ke fikirannya kalo setiap tempat pasti ada hantunya.


"Please deh Fit, jangan mulai." Alan memutar bola matanya malas mendengar penuturan Fita tentang hantu dan teman-temannya.


"Gara-gara sakit, Lo jadi indigo Dar?" Vian malah menanggapi ungkapan Fita.


"Kalian berdua ngomong lagi gue usir ya dari sini!" Dara kesal, ia sedikit takut dengan yang berbau hantu.


"Udah mending kita makan, tadi kita mampir ke warung mie ayam kesukaan Lo nih." Saka langsung menyiapkan mangkuk yang tadi di beli di toko sekitar warung mie ayam.


"Padahal udah gue larang nih anak, masa orang sakit di ajak makan mie ayam."


Alan dan Fita memgangguk, menyetujui apa yang dikatakan Tyas. Meski sudah di larang Saka kekeh jika Dara akan cepat sembuh setelah makan mie ayam favoritnya.


Andara hanya tersenyum, Saka adalah sahabat terdekatnya. meski laki-laki, Dara sering malah menginap di rumah Laki-laki itu. bunda Saka sangat baik padanya. Dan mie ayam sebenernya makanan favorit mereka berdua.


......


Setelah 2 jam, mereka pulang kecuali Saka, ia masih ingin menemani Dara karna tak mau sahabatnya itu kesepian.


"Lo beneran bisa ngelukis dengan keadaan Lo yang masih drop gini?"


"iya gue harus lukis dan selesai hari ini!"


"emang kenapa harus hari ini?"


"Ka, di sini ada gadis cilik hebat loh. Nah gue mau kasih lukisannya nanti ke gadis cilik itu."


"Gadis cilik? itu orang?"


Saka langsung mendapat tepukan keras di lengannya. Karena ia sedang duduk di kursi samping tempat tidur Dara.


"Dia sakit Ka, dia kasihan Ka, rambutnya rontok karena Kemoterapi." Dara menatap mata Saka dengan mata berkaca-kaca. Ia tak sanggup bercerita lagi.

__ADS_1


"Shut, dia pasti kuat kok." di usapnya sayang tangan Dara.


"Dia sakit kanker?"


"Iya, tapi senyumnya gak kek orang sakit Ka."


"jadi?" Saka tau pasti ada alasan kenapa Dara menceritakan ini padanya.


"Gue mau lukis senyum manisnya. gue mau dia tau kalo dia cantik. Gue gak mau lagi dia ngerasa jelek, dia gadis yang sangat cantik Kan." pandangan Dara menerawang mengingat senyum Alin yang polos dan sangat manis dengan lesung pipinya.


"Namanya siapa? ntar gue juga bakal bikinin lagu buat dia. gimana?"


"Serius Lo mau bikinin dia lagu? dia pasti seneng banget Ka." Dara sangat antusias, temannya ini jago bikin lagu.


"Iya tapi gue gak bawa gitar Dar. nanti deh gue suruh orang rumah nganter ke sini, tapi Lo yang nyanyi'in ya ntar?."


"Siap bosku, buruan suruh anter gitarnya."


"Iye, sabar." Saka langsung mendial nomor rumahnya.


.....


Siang itu mereka sibuk dengan lagu buat Alin


Saka memainkan gitarnya sedangkan Dara hanya menyanyi. Hingga akhirnya lagu siap di persembahkan untuk Alin.


"Lo besok ke sini ya Ka, besok juga gue dah bisa balik. Sekalian nyanyiin ini buat Alin."


"Oke deh, gak papa. sukses ya, sorry gue malah gak bisa dukung Lo maen kan." Dara sedih harusnya ia ikut menyemangati Saka. sebagai sahabatnya, Dara tau Saka berjuang keras untuk turnamen bola volley ini. Ia rajin latihan dan Dara juga kadang ikut menemaninya


"Udah jangan sedih gitu! lo besok udah bisa balik dari rumah sakit aja gue seneng kok." Diacaknya rambut Dara yang membuat sang pemilik kesal.


"Udah bisa kan ini lagunya? gitarnya udah gue setel, tinggal Lo eksekusi nih penampilan lo besok dengan baik."


"Ye Lo kira gue konser." Mereka terus berbincang hingga tak terasa hari sudah mulai gelap. Saka pamit pulang, ia sudah menghubungi Ananta agar segera balik. Ananta sedang sibuk dengan tugas kelompoknya.


.......


Setelah Rion memeriksa keadaan Dara dan memastikannya untuk minum obat. Ia langsung keluar memeriksa pasien lainnya. tugasnya sebagai perawat junior memang agak repot.


Dara menghampiri peralatan lukisnya. Sudah tersedia kain kanvas yang siap untuk ia gores dengan kuasnya. Ia mengecek foto di Hp-nya, ia akan melukis foto selfie nya tadi bersama Alin.


Perlahan setiap goresan menghasilkan garis cantik yang membentuk fitur wajah keduanya. Tangannya bergerak lincah penuh perasaan. ia sudah menjadi pelukis sejak mulai masuk SMP, sehingga saat ini kemampuannya itu bisa menghasilkan uang puluhan juta.


Di sisi lain rumah sakit, Nanta sedang berlari menuju ruang rawat Andara. Ia sedikit sibuk tadi, hingga terlalu lama meninggalkan Andara.


Sampai di depan pintu ruang itu ia menstabilkan nafasnya yang tidak beraturan. Baru kemudian masuk perlahan, di lihatnya tempat tidur itu kosong. Dara sedang melukis, ia berjalan perlahan, meletakkan cemilan sehat yang tadi dibelinya untuk Andara di meja.


Andara yang merasakan pelukan mendadak bdari belakangnya pun kaget hingga hampir menjatuhkan kuasnya. Untung saja tanpa menengok ia sudah tau jika itu Nanta, kekasihnya.

__ADS_1


"Hei kok gak kaget?"


"Kaget tadi tapi setelah mencium aroma parfum kamu, aku tau itu pacarku."


"Yah, emang sih aku belum sempet mandi." Cengiran Nanta mengundang tawa dari Andara.


"Jorok kamu! ih pantes kok ada bau aneh ternyata dari badanmu."


"Ye bau gini juga di kangenin kok." Nanta langsung memperhatikan gambar lukisan setengah jadi milik Andara.


"Itu kamu! lalu itu siapa?" Ada dua gadis cantik di foto itu, yang satu pacar nya yang satu lagi ia seperti anak kecil.


"Itu Alin, pasien di sini. cantikkan?" Andara antusias melihat lukisannya sendiri


"Kenapa kepalanya di tutupi kain?"


Andara menunjukkan foto di Hp-nya.


Ia berhenti melukis memperhatikan reaksi Nanta.


"Oh itu lukisan foto ini. Kapan kalian bertemu?" Nanta menaruh hp itu di meja lalu menarik kekasihnya kembali ke tempat tidur. tidak ingin Andara kelelahan.


"Tadi pagi, dia sakit kanker," jelas Andara setelah berbaring, ia menggenggam tangan Nanta.


"Kasihan di usianya ia sudah harus berjuang melawan kanker itu. sayang? bagaimana dia bisa tersenyum bersamaan dengan rasa sakitnya?"


"karna dia percaya Tuhan selalu bersamanya. Kamu percayakan Tuhan selalu ada di sisimu?" Dara menganggukan kepalanya.


"Nah aku juga percaya Allah selalu di sisiku. Jadi, ketika kamu merasa lelah dan penat. Ingat Tuhan tidak akan meninggalkan makhluknya," jelas Nanta sambil mengusap lembut rambut Dara


Andara menangis, " tapi Alin masih kecil, ia pasti kesakitan."


"Se.mua akan merasakan sakit sayang. somebody hurts sometimes, somebody hurt someday. Everything gon' be alright, oke."


Mereka saling memeluk, Dara tidak pernah tau apa itu kasih sayang, ia tidak pernah tau apa itu bahagia, yang ia tau semua itu ia rasakan bersama Nanta. Ia belajar menghargai orang lain melalui Nanta, ia belajar memeluk ketika sedih dari Nanta, ia belajar menjalin hubungan sesama manusia melalui Nanta. Ya dulu Dara kecil tak pernah mempunyai teman. Karena yang ia tahu hanya cara mempertahankan diri dengan tidak menyakiti orang lain, ia baru tau dan rasakan, bagaimana punya teman dari Nanta. ia tau semua itu karna Nanta.


Sekarang ia memiliki teman yang banyak dan bahkan ia mempunyai sahabat baik seperti Saka.


______


Peluklah mereka yang terluka.


genggam erat tangannya.


yakinkan jika dia tidak sendirian.


ingatkan jika Tuhan bersamanya.


beberapa orang tidak mengerti cara tertawa, maka ajak dia merasakannya, agar dia tau jika tertawa itu melegakan.

__ADS_1


Beberapa orang tidak tau cara berteman, maka ajarkan. Biarkan dia merasakan jika punya teman membuatmu jadi tidak merasa sendirian.


__ADS_2