
"Hahahaha... ternyata si kholik ga ada apa apanya . kukira dia akan mampu mengatasi semua mahluk astral itu. Hem.. kini akulah yang akan membuktikan bahwa aku tak terkalahkan dan ga ada yang bisa melebihi Ilmuku.".
Rudiyanto menghadapi bejana berisi air dan bunga tujuh rupa. Ia melihat semua mahluk mahluk yang ada di Rumah tua itu.
disampungnya duduk khusu membacakan mantra mantra .Nampaknya sedang melakukan Ritual ghoib. Wanita itu tak lain adalah Dewi kuning.Murid Rudiyanto.
Rupanya laki laki itulah yang saat malam itu mencuri kendi berisi air wirid dan memecahkannya di halaman rumah tua itu.
Entah dengan maksud apa Rudianto melakukan semua itu .
Kalau dilihat dari perilakunya sepertinya orang ini memang punya niat tersendiri. Ia ngin memamerkan ilmunya sehingga ia ingin dia bisa diakui oleh semua warga.
Hanya dialah yang paling mampu mengatasi permasalahan yang ada di rumah tua itu.
Rupanya Iya dendam dengan kesalahan kekalahannya saat itu melawan hantu-hantu yang ada di rumah tua itu.
Kini dia ingin membuktikan bahwa dialah yang paling mampu mengatasi semua persoalan yang ada di desa itu .
Gara-gara penghuni rumah tua.itu ia mendapat malu dan merasa kehilangan wibawa .
Ia pun memasang status di whatsapp-nya Iya menulis "Sudah saatnya hantu-hantu itu kubinasakan malam ini.Aku yang sekarang bukan aku yang dulu lagi "
...Ada yang agak aneh dari isi status whatsapp Rudiyanto....?
Pikir Ratna sambil berulang kali mikir isi soal isi kalimat Status Whatsapp sang paranormal yang dahulu gagal dan tak mampu mengalahkan para Mahluk.astral di rumahnya.
titik terang mulai nampak dari isi status WhatsApp yang ditulis Suryanto status itu dibaca Ratna ia mulai curiga Mungkin orang inilah yang mencuri Kendil itu.
Apakah ia merasa Karena ia merasa kalah saing dengan kemampuan Kholik? bisa juga seperti itu-...
Pikirnya tapi aku tidak boleh gegabah untuk menuduh bahwa dia laki-lakinya yang mencuri Kendil malam itu. dan Ratna sengaja merahasiakan pada kholik
__ADS_1
tidak ingin memberitahukan bahwa Paranormal itulah yang melakukannya Sebelum terbukti kebenarannya.
ia menulis pesan chat untuk Rudianto Dia menanyakan kabar dan sedikit berbasa-basi.
'' Neng Ratna mah lupa mungkin ya .pada saya .Kan tahu saya punya niat untuk menghabisi semua persoalan yang ada di rumah tua itu .Mengapa tidak mau menghubungi saya lagi?'' Tanya Rudi dalam chat whatsapp.
''Saya tidak berani menyampaikan hal ini pada sampeyan Pak Rudianto. karena saya tahu anda pun saat itu Maaf kalah menghadapi makhluk-makhluk itu dan makhluk-makhluk itu tetap ada di rumah itu makanya saya tidak berani lagi menghadap dan memerintah Pak Rudi takut kalau Pak Rudi tersinggung jika saya menyampaikan pesan bahwa makhluk itu sekarang makin merajalela.''
Demikian isi chat yang dikirim ke hal pak Rudiyanto.Sang paranormal .
'' Iya iya iya memang saya akui dulu saya gagal menyelamatkan dan menaklukkan semua makhluk yang ada di sana tapi sekarang saya siap dan saya pasti.
Mampu mengatasi persoalan itu apakah Neng mau menggunakan jasa Saya lagi? mungkin inilah cara terakhir dari warga desa terutama neng. untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan rumit yang ada di rumahmu itu."
Apapun alasan Rudiyanto Yang Jelas Ratna.memang sedang membutuhkan orang orang pintar.Terlepas dari soal persaingan Rebutan gila pengaruh pada seluruh masyarakat di desa Pabuaran ini Sejujurnya Ratna merasa dirinya ikut bersalah jika membiarkan banyak warga yang jadi korban.
'' Neng Ratna jiwa saya merasa terpanggil sebagai Paranormal. saya juga sebenarnya bisa mengatasi semuanya.ya dulu memang saya kalah tapi kali ini tidak. Tolong sampaikan ke lurahmu." Demikian pesan terakhir dari isi chat nya berapa Rudiyanto. Siapapapun berhak untuk mengatasi persoalan yang ada di desa itu. Warga pun ingin aman .
'' Baik nanti saya akan koordinasi dengan Pak Lurah atau saya juga bisa bawa Ustadz Khalid untuk bersama-sama mengerjakannya?
''Ada apa Rat?. '' tanya kholik dari belakang. sambil membenahi sarung nya yang kendur.
Ratna memberikan hp nya padanya.Kholik melihat isi Chat whatsapp nya dengan Sang paranormal.
"Aku suudhon... jangan jangan..?"
Tatapan kholik pada Ratna..sambil.menyerahkan hape nya...
'' iya pikiran saya juga gitu mas.''
kecurigaan Ratna dan kholik pada sang paraNormal itu memang masuk akal dan mendekati kebenaran.
__ADS_1
Tiba tiba Bi umi datang ke Rumah pak Ustad kholik dengan tergopoh gopoh.. Ia nampak sangat emosi datang datang langsung menyerang Ratna yang masih mengenakan mukena.
"Hey wanita sundel kamu lah sumber semua keruwetan masalah.kenapa kamu masih diam saja. Ayo pergi dan jangan ada di desa ini. Halo halo warga desa pab uaran.Kenapa kalian masih diam saja. bukankah selama ini kita direpotkan oleh Si ratna...halo halo warga..keluarlah. usir wanita sundel ini..".
Astaga.. Bi umi berteriak teriak lewat speaker mushola?? wah gawat.. apa yang dilakukannya tentu sangat mengganggu ketenangan warga.
Para santri langsung mengamankan bu umi.
Dengan mematikan listrik mushola. sehingga suaranya tidak sempat keluar dan tidak tersebar di udara desa pangeran.
"Astagfurlah bu umi.. apa apa sih... ?"
teriak para santri sambil mengamaankan bu umi yang kelihatannya marah besar. Iapun akan memecahkan kaca mushola. Rahmat segera bertindak.
Menangkap bu umi dan mengikat tanganya. Lalu membawanya ke tempat wudhu Para santri segera membacakan doa tolak bala.dan menyemprotkan air ke seluruh tubuh Bu umi hingga basah kuyup.
Tiba tiba bu umi ambruk dan menangis.. ia merasa lemas.
Para santri putri segera membawa bu umi ke kamar dan menenangkanya.
Dengan tak henti membacakan wirid dan meniupkan ke kepala bu Umi.
Kholik geleng geleng kepala..menyaksikan semua yang dilakukan Bu umi. Ia tahu itu bukan asli dari Bu umi.. tapi ada yang masuk kedalam tubuhnya. dan merusak pikirannya .
"Pak ustad .. kita harus segera bertindak pak. kita tak bisa membiarkan keadaan ini.".Kata rohkat sambil menghadap ustad kholik dengan tegang.
"Iya ..besok saya akan menghadap pak lurah lagi.. semuanya ini sudah jadi urusan beliau. saya tidak bisa bergerak sembarangan. Mat.?".
Udara malam ini nampak cerah.. terdengar jerit jerit seorang warga tengah kesurupan di rumah dekat rumah tua itu..
Seorang laki laki tua menghadap kholik.Ia meminta bu ratna bertanggung jawab atas kesurupan yang menimpa anak gadisnya. " Ratna..kamu harus tanggung jawab.. anak saya kesurupan dan memanggil manggil namamu.katanya kamu harus pergi dari desa ini.. bagai kana ini Ratna. saya jadi kuatir.. kenapa kamu diam saja.?? pokoknya kamu harus sembuh kan anak saya. .. kalo tidak kami akan minta ke pak kades. agar kamu keluar dari desa kami...".
__ADS_1
Ruwet..benar benar ruwet. masalahnya jadi semakin rumit kok jadi aku yang jadi sasaran kemarahan warga..
Pikir Ratna sambil menghadapi laki laki tua itu.