KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
episode 32


__ADS_3

"Benar-benar bandel mereka, Saya tahu kalian ada lah kiriman .Kalian makhluk-makhluk kiriman .Kalian sudah berhasil menjebol pertahanan yang saya pasang di situ. Jangan harap saya akan diam saja . Kalian akan saya usir pada waktunya nanti ,dan kalian akan mendapat resiko yang sangat besar atas kekurang ajaran kalian ,saya tidak bermaksud bermusuhan dengan kalian. Tapi kalian telah menyerang saya dan keluarga kami, saya tidak akan tinggal diam tunggu saatnya ,ya"


Kholik kembali keluar dari pekarangan itu agar tidak terdeteksi bahwa dia telah memasuki pekarangan rumah tua itu, Ia pun berpesan pada Mang Oman atau warga sekitar yang ada di situ untuk disampaikan bahwa sebaiknya tidak ada yang memasuki pekarangan, apalagi sampai memasuki ruangan dan tidur di dalamnya ia berpesan pada Mang Oman.


"Mang bang Oman sebaiknya untuk beberapa hari ini mang Oman cuma membersihkan pekarangannya saja ya jangan masuk ke ruangan apalagi sampai tinggal di dalamnya tolong sampaikan ini pada warga karena di dalam sana ada banyak makhluk asing yang bisa saja sewaktu-waktu mengganggu warga kembali saya juga heran kenapa ini bisa terjadi memang luar biasa musuh yang saya hadapi ini."


Mang Oman cuma mangut-manggut dan kelihatan sekali bahwa dirinya sangat ketakutan dengan keadaan itu apa yang diceritakan oleh Kholik itu, dia yakin bahwa memang benar ada makhluk aneh yang ada di dalam rumah tersebut .Padahal sudah berkali-kali dipasang anti nya,tapi ternyata semuanya terulang kembali ,dan mereka berhasil menguasai rumah tua, yang entah kenapa rumah itu, kok jadi sarang makhluk-makhluk gaib. Yang berniat jahat di desa ini .Terutama di keluarga Ratna.


Mang Oman pulang ke rumahnya dengan perasaan was-was, ustadz Khalid pun pamit kemudian sekali lagi berpesan kepada Mang Oman agar tidak masuk ruangan rumah itu cukup di pekarangan membersihkan lahan jika ada rumput ataupun sampah yang berserakan di sekitar pekarangan saja.


"iya juragan saya jadi takut kalau begitu"


"kalau mang omen takut dan ragu-ragu sebaiknya bukan bukan menghentikan pekerjaan Mang Oman ,tapi untuk sementara beristirahat dulu sampai rumah itu benar-benar clear dari sifat-sifat jahat yang dilakukan oleh makhluk-makhluk yang ada di dalam rumah itu, ya mang Oman .Paham kan maksud saya?" Mang Oman manggut-manggut sambil mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kholik ke rumahnya.


Dalam perjalanan pulang Kholik berpikir keras bagaimana cara memulai dan kapan waktunya yang bisa dilakukan untuk kembali melakukan ritual dirumah itu .Agar makhluk-makhluk itu tidak mengganggu masyarakat sekitar.

__ADS_1


Sesampainya di di rumah yang sekaligus merupakan TPA buat anak-anak remaja dan juga tempat tinggal para santri, yang kebanyakan mereka adalah anak-anak yatim yang dititipkan di rumahnya.


Sang istri tercinta Ratna menyambut kedatangan Khalid yang nampak tidak begitu baik urat wajahnya nampak beda,


"Asalamualaikum,"


"waalaikumsalam mas ada apa kok beda pulang dari rumah tua, ada apa.?


ayo cerita apa bayaran untuk Mang Oman kurang...?". tanya Ratna sambil menatap penuh cinta ke arah Kholik yang baru saja tiba dari rumah tua.


"Sepertinya kita harus melakukan ritual lagi di rumah tua itu Dinda?" dengan jawaban satu kalimat itu ,Ratna langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Kholik.


"Kita tidak bisa tinggal diam Dinda kita harus memberitahu teman-teman kita yang selama ini membantu kita ini kita bisa dibiarkan sebelum terlanjur menjadi kerusuhan kembali di tempat ini gara-gara penghuni rumah itu." Ratna memegang tangan kolik sambil berkata.


"Iya mas, saya siap.. daripada mereka menyerang dan mengganggu warga, lebih baik segera kita adakan ritual kembali. Untuk mengusir mereka. Insya Allah kita bisa ya mas?". tatap Ratna meyakinkan suaminya.

__ADS_1


"Saya ikhlas kalau rumah itu sampai dibongkar sekalipun ,atau dirusak atau dipindahkan atau entah apalah itu. saya juga ikhlas kok mas. daripada dijadikan sarana kemaksiatan akibat dari kelakuan mereka yang seolah-olah kita sebagai biang keroknya dari semua ini.".


Ratna menunduk sedih bercampur kesal dengan apa yang terjadi di rumahnya, rumah wasiat yang dititipkan orang tuanya almarhum.


"Tidak dengan cara itu Dinda kita mengusir kejahatan dari rumah itu bukan berarti merusak atau mengganti atau memindahkan rumah itu atau bahkan menghancurkan rumah itu.Rumah itu tidak bersalah dan bukan penyebab dari semuanya tetapi ada orang-orang yang sengaja membuat ini agar kesannya kita ini memelihara mereka untuk jalan kehidupan kita itu yang akan menjadi fitnah nantinya Untuk itu saya harus bisa membuktikan kepada mereka bahwa tidak seperti itu. Rumah itu baik-baik saja dan saya harus buktikan bahwa yang datang itu bukan asli dari rumah itu tetapi ada yang mengirimkan ke tempat itu." Kholik mencoba menjelaskan dan memberikan pengertian kepada Ratna yang hampir frustasi memikirkan kondisi rumahnya.


"kalau kita sampai gagal membuktikan kepada mereka. Maka warga masyarakat akan kembali tidak percaya kepada kita ,dan kita dianggap memelihara mereka, inilah tugas berat buat kita Ratna istriku sayang?".


Ratna nampak bersedih,


'Saya sadar semua ini gara-gara saya. yang berurusan dengan Rojak?".


kolik buru-buru memeluk istrinya dan memberikan kekuatan batin kepadanya bahwa dirinya mampu menghadapi semua yang akan terjadi apapun Yang terjadi.


Kholik merasa terlibat dalam hal ini juga bukan karena dia memperistri Ratna, tetapi karena merasa ada yang perlu dibantu perlu diselesaikan dalam permasalahan keadilan jika Ratna dibiarkan terus berurusan dengan manusia bernama Rojak itu, tentu saja ketidak adilan yang di depan matanya itu tidak tercipta dan membiarkan orang-orang jahat seperti Rojak berkeliaran semaunya.

__ADS_1


"sayangku aku menikahimu bukan karena aku ingin ikut campur dalam berurusan rumah tanggamu yang dulu tetapi justru karena aku merasa ada yang tidak adil dalam hal ini sehingga aku perlu membantumu bukan karena rasa cinta saja atau aku ingin memilikimu tetapi karena dia tidak keadilan terjadi terus-menerus yang dilakukan oleh mantan suamimu itu. Itulah yang membuat aku tertarik ingin menyelesaikan masalah ini ,karena Rojak juga ternyata telah menyakiti banyak orang mengganggu banyak orang baik di masa lalu ,bahkan sampai saat ini . Itulah tujuan aku menikahimu. Bukan karena nafsu atau karena ingin terkenal atau ingin berjasa padamu bukan itu ,Ratna.'


Mendengar kata-kata suaminya yang begitu tulus Ratna terharu dan semakin erat memeluk tubuh Kholik.


__ADS_2